Berita Terkini
Trending Tags

Pengrajin Genteng Magetan Sambut Antusias Wacara Program Gentengisasi dari Presiden Prabowo

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 332
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
rencana gentengisasi dinilai membuka peluang baru oleh perajin genteng di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, Magetan. Foto :Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Di tengah musim penghujan yang menekan kapasitas produksi, para pengrajin genteng di Kabupaten Magetan mendapat suntikan optimisme dari imbauan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai program gentengisasi. Wacana penggantian atap seng dengan genteng tersebut disambut hangat pelaku usaha rumahan. Kebijakan itu segera terealisasi dan mampu mengangkat harga jual sekaligus volume pesanan.

Di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, para perajin mengaku beberapa bulan terakhir produksi melambat akibat cuaca. Namun, rencana gentengisasi dinilai membuka peluang baru.

Tugiyo, salah seorang pengrajin setempat, berharap program tersebut benar-benar berlanjut. Menurutnya, jika pemerintah konsisten mendorong penggunaan genteng, dampaknya bisa langsung terasa bagi pengrajin kecil.

“Kalau programnya diteruskan, saya mendukung sekali. Harapannya harga bisa naik dan pesanan juga tambah banyak,” ujarnya.

Nada serupa disampaikan Karni, pengrajin di desa yang sama. Ia menilai gentengisasi berpotensi membuat perputaran usaha lebih lancar.

“Alhamdulillah kalau begitu, jualan bisa lebih lancar. Pesanan juga bisa tambah banyak,” katanya.

Meski demikian, Karni mengungkapkan hingga kini para pengrajin belum menerima sosialisasi resmi dari pemerintah terkait rencana tersebut. Ia berharap program itu tidak hanya berhenti sebagai wacana.

“Belum ada sosialisasi. Kalau bisa, cepat dilaksanakan lebih bagus,” ucapnya.

Meski menjual ke tingkat pengepul, Karni mengaku genteng miliknya serta perajin di desanya mampu tersalurkan tidak hanya di pasar wilayah Magetan tetapi juga ke luar kota. Menurutnya, jika permintaan meningkat seiring kebijakan nasional, jaringan distribusi sudah relatif siap.

Image Not Found
Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, Foto : Kusnanto-Sinergia

Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menilai imbauan Presiden pada prinsipnya positif dan bisa menjadi pemicu kebangkitan industri genteng berbasis masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa persoalan di lapangan tidak sesederhana soal pasar.

Ia mengungkapkan, Magetan memiliki sentra produksi genteng rakyat, dan selama ini pengrajin relatif tidak kesulitan menjual produk mereka. Sedikitnya Industri Kecil Menengah (IKM) genteng di Magetan sebanyak 1.034 pengrajin, dengan  jumlah produksi sekitar 144.517.450 per tahun. Namun tantangan terbesar justru berada pada sisi hulu, yakni ketersediaan bahan baku tanah berlempung.

“Yang jadi masalah adalah sumber bahan bakunya. Ada regulasi yang masih berbenturan, terutama soal penggalian tanah. Selama ini ditafsirkan harus manual pakai cangkul, tidak boleh alat berat,” jelasnya.

Menurut Suyatni, pembatasan tersebut berpotensi menghambat produksi skala besar. Jika tidak dicarikan solusi, mata pencaharian warga bisa terancam.

“Kalau tidak ada jalan keluar, masyarakat bisa kehilangan sumber pendapatan. Mayoritas akhirnya hanya bisa beralih jadi buruh tani,” tambahnya.

Ia menilai gentengisasi dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kebijakan yang ada, sekaligus menyelaraskan aspek ekonomi, lingkungan, dan regulasi.

“Tidak bisa langsung memerintahkan semua orang mengganti seng dengan genteng. Kita juga harus lihat, apakah secara ekonomi mereka mampu. Tapi sebenarnya, kalau mampu, kesadaran memakai genteng itu sudah ada. Ini harus dipelajari secara seksama,” katanya.

Bagi para pengrajin, gentengisasi bukan sekadar isu nasional, melainkan peluang nyata untuk menghidupkan kembali usaha yang sempat tersendat akibat cuaca dan keterbatasan produksi. Mereka berharap pemerintah pusat dan daerah segera menindaklanjuti imbauan Presiden dengan kebijakan konkret—mulai dari sosialisasi, dukungan produksi, hingga penataan regulasi bahan baku.

Jika terealisasi dengan perencanaan matang, program tersebut dinilai bukan hanya mempercantik permukiman, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal di sentra-sentra genteng seperti Magetan.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Ambrol di Madiun Akhirnya Ditangani, Target 3 Pekan Bisa Dilalui

    Jembatan Ambrol di Madiun Akhirnya Ditangani, Target 3 Pekan Bisa Dilalui

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mulai melakukan penanganan darurat terhadap jembatan ambrol di Desa Glonggong, Dusun Plumpung, Kecamatan Balerejo. Infrastruktur vital yang sempat memutus akses warga itu ditargetkan bisa kembali difungsikan dalam waktu dekat, meski dengan keterbatasan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, mengatakan […]

    Bagikan
  • Dua Pengendara Motor Tewas Adu Banteng di Jalur Ponorogo–Pacitan

    Dua Pengendara Motor Tewas Adu Banteng di Jalur Ponorogo–Pacitan

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur Ponorogo–Pacitan. Tepatnya di Desa Balong, Kecamatan Balong, Rabu dini hari (17/9/2025). Dua pengendara sepeda motor tewas di lokasi setelah kendaraannya terlibat tabrakan depan alias adu banteng. Salah satu korban diketahui bernama Ahmad Atfa Mutathowi’ah, pelajar 17 tahun asal Dukuh Sukamaju, Desa Ngilo-ilo, Kecamatan Slahung. Ahmad […]

    Bagikan
  • Jelang Idul Fitri 2026, Pertamina Tambah Kuota Elpiji 3 Kg di Ponorogo

    Jelang Idul Fitri 2026, Pertamina Tambah Kuota Elpiji 3 Kg di Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan elpiji bersubsidi di masyarakat terus mengalami peningkatan. Untuk menjaga ketersediaan serta stabilitas pasokan, PT Pertamina menambah kuota elpiji 3 kilogram di Kabupaten Ponorogo hingga puluhan ribu tabung. Penambahan ini dilakukan seiring meningkatnya aktivitas rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang membutuhkan elpiji lebih banyak dibandingkan […]

    Bagikan
  • Penggiat Lingkungan di Madiun Olah Sampah Plastik Menjadi Ecobrick

    Penggiat Lingkungan di Madiun Olah Sampah Plastik Menjadi Ecobrick

    • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sampah plastik masih menjadi persoalan lingkungan yang belum tuntas di berbagai daerah, termasuk di Kota Madiun. Namun, sejumlah warga tetap menunjukkan kepedulian tinggi terhadap isu ini. Salah satunya datang dari komunitas penggiat lingkungan yang berada di Jalan Mayjend Sungkono, Gang Bulu 1, Kelurahan Nambangan Lor, Kota Madiun. Titik Roesmiati, salah […]

    Bagikan
  • Dana Desa 2026 Turun Drastis, Pembangunan Desa di Magetan Terancam Tertunda

    Dana Desa 2026 Turun Drastis, Pembangunan Desa di Magetan Terancam Tertunda

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pengalihan fokus penggunaan Dana Desa tahun 2026 untuk mendukung program prioritas nasional berdampak signifikan bagi pemerintah desa di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Para kepala desa mengaku prihatin lantaran besaran anggaran yang diterima menurun tajam, sehingga berpotensi menghambat pembangunan, khususnya infrastruktur. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Magetan, total pagu […]

    Bagikan
  • Arus Mudik Lebaran 2026, Lonjakan Signifikan Penumpang dan Armada Bus di Terminal Purboyo Madiun

    Arus Mudik Lebaran 2026, Lonjakan Signifikan Penumpang dan Armada Bus di Terminal Purboyo Madiun

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Arus mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan di Terminal Tipe A Purboyo, Kota Madiun. Berdasarkan data yang dihimpun sejak 13 – 18 Maret 2026, tercatat sebanyak 5.002 armada bus baik angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) yang memasuki terminal tersebut. Jumlah kedatangan penumpang angkutan AKAP dan […]

    Bagikan
expand_less