Berita Terkini
Trending Tags

Pengrajin Genteng Magetan Sambut Antusias Wacara Program Gentengisasi dari Presiden Prabowo

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 171
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
rencana gentengisasi dinilai membuka peluang baru oleh perajin genteng di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, Magetan. Foto :Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Di tengah musim penghujan yang menekan kapasitas produksi, para pengrajin genteng di Kabupaten Magetan mendapat suntikan optimisme dari imbauan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai program gentengisasi. Wacana penggantian atap seng dengan genteng tersebut disambut hangat pelaku usaha rumahan. Kebijakan itu segera terealisasi dan mampu mengangkat harga jual sekaligus volume pesanan.

Di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, para perajin mengaku beberapa bulan terakhir produksi melambat akibat cuaca. Namun, rencana gentengisasi dinilai membuka peluang baru.

Tugiyo, salah seorang pengrajin setempat, berharap program tersebut benar-benar berlanjut. Menurutnya, jika pemerintah konsisten mendorong penggunaan genteng, dampaknya bisa langsung terasa bagi pengrajin kecil.

“Kalau programnya diteruskan, saya mendukung sekali. Harapannya harga bisa naik dan pesanan juga tambah banyak,” ujarnya.

Nada serupa disampaikan Karni, pengrajin di desa yang sama. Ia menilai gentengisasi berpotensi membuat perputaran usaha lebih lancar.

“Alhamdulillah kalau begitu, jualan bisa lebih lancar. Pesanan juga bisa tambah banyak,” katanya.

Meski demikian, Karni mengungkapkan hingga kini para pengrajin belum menerima sosialisasi resmi dari pemerintah terkait rencana tersebut. Ia berharap program itu tidak hanya berhenti sebagai wacana.

“Belum ada sosialisasi. Kalau bisa, cepat dilaksanakan lebih bagus,” ucapnya.

Meski menjual ke tingkat pengepul, Karni mengaku genteng miliknya serta perajin di desanya mampu tersalurkan tidak hanya di pasar wilayah Magetan tetapi juga ke luar kota. Menurutnya, jika permintaan meningkat seiring kebijakan nasional, jaringan distribusi sudah relatif siap.

Image Not Found
Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, Foto : Kusnanto-Sinergia

Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menilai imbauan Presiden pada prinsipnya positif dan bisa menjadi pemicu kebangkitan industri genteng berbasis masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa persoalan di lapangan tidak sesederhana soal pasar.

Ia mengungkapkan, Magetan memiliki sentra produksi genteng rakyat, dan selama ini pengrajin relatif tidak kesulitan menjual produk mereka. Sedikitnya Industri Kecil Menengah (IKM) genteng di Magetan sebanyak 1.034 pengrajin, dengan  jumlah produksi sekitar 144.517.450 per tahun. Namun tantangan terbesar justru berada pada sisi hulu, yakni ketersediaan bahan baku tanah berlempung.

“Yang jadi masalah adalah sumber bahan bakunya. Ada regulasi yang masih berbenturan, terutama soal penggalian tanah. Selama ini ditafsirkan harus manual pakai cangkul, tidak boleh alat berat,” jelasnya.

Menurut Suyatni, pembatasan tersebut berpotensi menghambat produksi skala besar. Jika tidak dicarikan solusi, mata pencaharian warga bisa terancam.

“Kalau tidak ada jalan keluar, masyarakat bisa kehilangan sumber pendapatan. Mayoritas akhirnya hanya bisa beralih jadi buruh tani,” tambahnya.

Ia menilai gentengisasi dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kebijakan yang ada, sekaligus menyelaraskan aspek ekonomi, lingkungan, dan regulasi.

“Tidak bisa langsung memerintahkan semua orang mengganti seng dengan genteng. Kita juga harus lihat, apakah secara ekonomi mereka mampu. Tapi sebenarnya, kalau mampu, kesadaran memakai genteng itu sudah ada. Ini harus dipelajari secara seksama,” katanya.

Bagi para pengrajin, gentengisasi bukan sekadar isu nasional, melainkan peluang nyata untuk menghidupkan kembali usaha yang sempat tersendat akibat cuaca dan keterbatasan produksi. Mereka berharap pemerintah pusat dan daerah segera menindaklanjuti imbauan Presiden dengan kebijakan konkret—mulai dari sosialisasi, dukungan produksi, hingga penataan regulasi bahan baku.

Jika terealisasi dengan perencanaan matang, program tersebut dinilai bukan hanya mempercantik permukiman, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal di sentra-sentra genteng seperti Magetan.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satpol PP-Damkar Kota Madiun Tertibkan Pedagang Ayam Potong di Fasilitas Umum

    Satpol PP-Damkar Kota Madiun Tertibkan Pedagang Ayam Potong di Fasilitas Umum

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Madiun melaksanakan penertiban terhadap pedagang ayam potong yang menempati fasilitas umum di wilayah Kota Madiun. Kegiatan ini dilakukan 7-8 Mei 2025. Penataan tersebut dilakukan di tiga kecamatan, yakni Kartoharjo, Manguharjo, dan Taman. Selama 2 hari penertiban, Satpol PP dan Damkar telah menindak […]

    Bagikan
  • Satgas Sentot Prawirodirdjo Dilibatkan Dalam Parapatan Luhur 2026 PSHT Pusat Madiun Play Button

    Satgas Sentot Prawirodirdjo Dilibatkan Dalam Parapatan Luhur 2026 PSHT Pusat Madiun

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 723
    • 0Komentar

    Sinergi | Kota Madiun – Paguyuban Pencak Silat Madiun menggelar koordinasi di Padepokan Agung Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun pada Senin (02/02/2026) sore. Pertemuan para tokoh dari 15 perguruan pencak silat di Kota/Kabupaten Madiun ini membahas terkait kesiapan Parapatan Luhur (Parluh) PSHT Pusat Madiun. Sesuai rencana Parluh akan dilaksanakan pada 6-8 Februari 2026. […]

    Bagikan
  • Diduga Ugal – Ugalan, Pick Up Tabrak Pelajar SMP Hingga Meninggal Dunia

    Diduga Ugal – Ugalan, Pick Up Tabrak Pelajar SMP Hingga Meninggal Dunia

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kecelakaan maut terjadi di jalur alternatif Ponorogo–Madiun, tepatnya di Jalan Desa Singosaren, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, Minggu (19/10/2025) malam. Seorang pelajar SMP bernama Amelia (15), warga Desa Trenceng, Jenangan, tewas di lokasi usai sepeda motor yang dikendarainya ditabrak mobil pick-up dari arah berlawanan. Peristiwa nahas itu bermula saat mobil pick-up yang dikemudikan […]

    Bagikan
  • Kebakaran Saat Sahur di Telaga Sarangan, Kios Oleh-Oleh Ludes! Kerugian Tembus Rp170 Juta

    Kebakaran Saat Sahur di Telaga Sarangan, Kios Oleh-Oleh Ludes! Kerugian Tembus Rp170 Juta

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebakaran terjadi di kawasan wisata Telaga Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (18/3/2026) pagi. Insiden yang berlangsung saat waktu sahur itu menghanguskan sejumlah kios oleh-oleh milik pedagang setempat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 170 juta. Api pertama kali diketahui warga ketika […]

    Bagikan
  • Longsor Timpa Rumah Kades Ngebel, Empat Warga Luka-Luka

    Longsor Timpa Rumah Kades Ngebel, Empat Warga Luka-Luka

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, pada Sabtu (17/5), mengakibatkan tebing setinggi 10 meter longsor dan menimpa dapur rumah Kepala Desa Ngebel, Suprianto. Akibat kejadian ini, empat orang mengalami luka-luka, termasuk anak kepala desa. Endah Maya Sari, istri kepala desa sekaligus salah satu korban, menceritakan bahwa saat kejadian, […]

    Bagikan
  • Reward Atlet Porprov 2025 Cair, Pemkot Madiun Kucurkan Rp. 1,4 Miliar 

    Reward Atlet Porprov 2025 Cair, Pemkot Madiun Kucurkan Rp. 1,4 Miliar 

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wajah bahagia terpancar dari para atlet usai menerima reward dari Pemerintah Kota Madiun. Total penghargaan yang diberikan mencapai Rp 1,4 miliar bagi para atlet yang telah mengharumkan nama daerah di ajang Porprov 2025 lalu. Tercatat, kotingen Kota Madiun memboyong 9 emas, 18 perak dan 3 perunggu. Atlet peraih medali emas […]

    Bagikan
expand_less