Berita Terkini
Trending Tags

Pengrajin Genteng Magetan Sambut Antusias Wacara Program Gentengisasi dari Presiden Prabowo

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 276
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
rencana gentengisasi dinilai membuka peluang baru oleh perajin genteng di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, Magetan. Foto :Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Di tengah musim penghujan yang menekan kapasitas produksi, para pengrajin genteng di Kabupaten Magetan mendapat suntikan optimisme dari imbauan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai program gentengisasi. Wacana penggantian atap seng dengan genteng tersebut disambut hangat pelaku usaha rumahan. Kebijakan itu segera terealisasi dan mampu mengangkat harga jual sekaligus volume pesanan.

Di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, para perajin mengaku beberapa bulan terakhir produksi melambat akibat cuaca. Namun, rencana gentengisasi dinilai membuka peluang baru.

Tugiyo, salah seorang pengrajin setempat, berharap program tersebut benar-benar berlanjut. Menurutnya, jika pemerintah konsisten mendorong penggunaan genteng, dampaknya bisa langsung terasa bagi pengrajin kecil.

“Kalau programnya diteruskan, saya mendukung sekali. Harapannya harga bisa naik dan pesanan juga tambah banyak,” ujarnya.

Nada serupa disampaikan Karni, pengrajin di desa yang sama. Ia menilai gentengisasi berpotensi membuat perputaran usaha lebih lancar.

“Alhamdulillah kalau begitu, jualan bisa lebih lancar. Pesanan juga bisa tambah banyak,” katanya.

Meski demikian, Karni mengungkapkan hingga kini para pengrajin belum menerima sosialisasi resmi dari pemerintah terkait rencana tersebut. Ia berharap program itu tidak hanya berhenti sebagai wacana.

“Belum ada sosialisasi. Kalau bisa, cepat dilaksanakan lebih bagus,” ucapnya.

Meski menjual ke tingkat pengepul, Karni mengaku genteng miliknya serta perajin di desanya mampu tersalurkan tidak hanya di pasar wilayah Magetan tetapi juga ke luar kota. Menurutnya, jika permintaan meningkat seiring kebijakan nasional, jaringan distribusi sudah relatif siap.

Image Not Found
Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, Foto : Kusnanto-Sinergia

Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menilai imbauan Presiden pada prinsipnya positif dan bisa menjadi pemicu kebangkitan industri genteng berbasis masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa persoalan di lapangan tidak sesederhana soal pasar.

Ia mengungkapkan, Magetan memiliki sentra produksi genteng rakyat, dan selama ini pengrajin relatif tidak kesulitan menjual produk mereka. Sedikitnya Industri Kecil Menengah (IKM) genteng di Magetan sebanyak 1.034 pengrajin, dengan  jumlah produksi sekitar 144.517.450 per tahun. Namun tantangan terbesar justru berada pada sisi hulu, yakni ketersediaan bahan baku tanah berlempung.

“Yang jadi masalah adalah sumber bahan bakunya. Ada regulasi yang masih berbenturan, terutama soal penggalian tanah. Selama ini ditafsirkan harus manual pakai cangkul, tidak boleh alat berat,” jelasnya.

Menurut Suyatni, pembatasan tersebut berpotensi menghambat produksi skala besar. Jika tidak dicarikan solusi, mata pencaharian warga bisa terancam.

“Kalau tidak ada jalan keluar, masyarakat bisa kehilangan sumber pendapatan. Mayoritas akhirnya hanya bisa beralih jadi buruh tani,” tambahnya.

Ia menilai gentengisasi dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kebijakan yang ada, sekaligus menyelaraskan aspek ekonomi, lingkungan, dan regulasi.

“Tidak bisa langsung memerintahkan semua orang mengganti seng dengan genteng. Kita juga harus lihat, apakah secara ekonomi mereka mampu. Tapi sebenarnya, kalau mampu, kesadaran memakai genteng itu sudah ada. Ini harus dipelajari secara seksama,” katanya.

Bagi para pengrajin, gentengisasi bukan sekadar isu nasional, melainkan peluang nyata untuk menghidupkan kembali usaha yang sempat tersendat akibat cuaca dan keterbatasan produksi. Mereka berharap pemerintah pusat dan daerah segera menindaklanjuti imbauan Presiden dengan kebijakan konkret—mulai dari sosialisasi, dukungan produksi, hingga penataan regulasi bahan baku.

Jika terealisasi dengan perencanaan matang, program tersebut dinilai bukan hanya mempercantik permukiman, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal di sentra-sentra genteng seperti Magetan.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • 23.380 Pelajar di Jajaran Korem 081/DSJ Sudah Rasakan Program MBG

    23.380 Pelajar di Jajaran Korem 081/DSJ Sudah Rasakan Program MBG

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Program makan bergizi gratis (MBG) di jajaran Korem 081/DSJ terus meluas. Puluhan ribu pelajar telah menerima manfaat dari adanya program yang digagas oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. “Saat ini dari 8 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang telah beroperasi, sudah mampu melayani 23.380 pelajar di 150 sekolah,” kata Kasrem 081/DSJ, […]

    Bagikan
  • Senyum Sumringah Petani Ngluyu-Lengkong Nganjuk, 5 Sumur Bor Aliri Lahan Persawahan

    Senyum Sumringah Petani Ngluyu-Lengkong Nganjuk, 5 Sumur Bor Aliri Lahan Persawahan

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sinergia | Nganjuk – Petani di Kecamatan Ngluyu dan Lengkong Kabupaten Nganjuk bias tersenyum sumringah. Lahan persawahan yang biasanya kesulitan air di musim kemarau, kini bias teratasi. Tak tanggung-tanggung, untuk membantu kesulitan para petani dan meningkatkan kesejahteraannya, sebanyak 5 unit sumur bor dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 0810/Nganjuk. “Air di […]

    Bagikan
  • Tak Terduga! Ular Cincin Emas Ada di Gerbong KA Kertanegara, Bagaimana Bisa Masuk?

    Tak Terduga! Ular Cincin Emas Ada di Gerbong KA Kertanegara, Bagaimana Bisa Masuk?

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Suasana perjalanan Kereta Api Kertanegara relasi Purwokerto–Malang mendadak mencekam setelah seekor ular cincin emas ditemukan di dalam gerbong ekonomi, Rabu (1/4/2026) malam. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.50 WIB, tak lama setelah kereta diberangkatkan dari Stasiun Sragen. Kemunculan ular di bawah kursi penumpang di gerbong ekonomi (Eko 2) sontak memicu kepanikan. […]

    Bagikan
  • Lonjakan Wisatawan Telaga Sarangan Tak Berbanding Lurus dengan PAD, Disbudpar Magetan Dikejar Target

    Lonjakan Wisatawan Telaga Sarangan Tak Berbanding Lurus dengan PAD, Disbudpar Magetan Dikejar Target

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dalam tiga hari terakhir, Telaga Sarangan dipadati ribuan wisatawan. Sejak Jumat (05/09/2025), kunjungan terus meningkat signifikan. Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mencatat 5.610 pengunjung pada Jumat, naik menjadi 8.563 di hari Sabtu (06/09/2025), dan kembali melonjak hingga 9.611 orang pada Minggu (07/09/2025). Kondisi cuaca cerah dan arus lalu lintas yang […]

    Bagikan
  • Rem Blong Saat Turuni Jalur Ekstrem Sarangan–Cemoro Sewu, Pesepeda Terlempar ke Arah Hutan

    Rem Blong Saat Turuni Jalur Ekstrem Sarangan–Cemoro Sewu, Pesepeda Terlempar ke Arah Hutan

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jalur ekstrem Sarangan–Cemoro Sewu kembali menelan korban. Kali ini, bukan pengendara motor atau sopir bus, melainkan seorang pesepeda yang kehilangan kendali saat melintasi turunan tajam di kawasan lereng Gunung Lawu. Korban diketahui bernama Widi Suprayitno (37), warga asal Magetan, yang saat itu mengikuti kegiatan gowes bersama komunitasnya pada Minggu pagi (22/6/2025). […]

    Bagikan
  • Adik Ipar Presiden Prabowo Dorong SPPG di Ponorogo Miliki Pabrik Tempe, Ciptakan Lapangan Kerja Baru

    Adik Ipar Presiden Prabowo Dorong SPPG di Ponorogo Miliki Pabrik Tempe, Ciptakan Lapangan Kerja Baru

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mengalir dari berbagai kalangan. Kali ini, Ketua Yayasan Wadah Titian Harapan, Anie Hashim Djojohadikusumo, yang juga merupakan adik ipar Presiden RI Prabowo Subianto, mendorong setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengembangkan usaha pengolahan tempe sebagai bagian dari ekosistem program MBG. Gagasan tersebut […]

    Bagikan
expand_less