Berita Terkini
Trending Tags

Pengrajin Genteng Magetan Sambut Antusias Wacara Program Gentengisasi dari Presiden Prabowo

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 237
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
rencana gentengisasi dinilai membuka peluang baru oleh perajin genteng di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, Magetan. Foto :Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Di tengah musim penghujan yang menekan kapasitas produksi, para pengrajin genteng di Kabupaten Magetan mendapat suntikan optimisme dari imbauan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai program gentengisasi. Wacana penggantian atap seng dengan genteng tersebut disambut hangat pelaku usaha rumahan. Kebijakan itu segera terealisasi dan mampu mengangkat harga jual sekaligus volume pesanan.

Di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, para perajin mengaku beberapa bulan terakhir produksi melambat akibat cuaca. Namun, rencana gentengisasi dinilai membuka peluang baru.

Tugiyo, salah seorang pengrajin setempat, berharap program tersebut benar-benar berlanjut. Menurutnya, jika pemerintah konsisten mendorong penggunaan genteng, dampaknya bisa langsung terasa bagi pengrajin kecil.

“Kalau programnya diteruskan, saya mendukung sekali. Harapannya harga bisa naik dan pesanan juga tambah banyak,” ujarnya.

Nada serupa disampaikan Karni, pengrajin di desa yang sama. Ia menilai gentengisasi berpotensi membuat perputaran usaha lebih lancar.

“Alhamdulillah kalau begitu, jualan bisa lebih lancar. Pesanan juga bisa tambah banyak,” katanya.

Meski demikian, Karni mengungkapkan hingga kini para pengrajin belum menerima sosialisasi resmi dari pemerintah terkait rencana tersebut. Ia berharap program itu tidak hanya berhenti sebagai wacana.

“Belum ada sosialisasi. Kalau bisa, cepat dilaksanakan lebih bagus,” ucapnya.

Meski menjual ke tingkat pengepul, Karni mengaku genteng miliknya serta perajin di desanya mampu tersalurkan tidak hanya di pasar wilayah Magetan tetapi juga ke luar kota. Menurutnya, jika permintaan meningkat seiring kebijakan nasional, jaringan distribusi sudah relatif siap.

Image Not Found
Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, Foto : Kusnanto-Sinergia

Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menilai imbauan Presiden pada prinsipnya positif dan bisa menjadi pemicu kebangkitan industri genteng berbasis masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa persoalan di lapangan tidak sesederhana soal pasar.

Ia mengungkapkan, Magetan memiliki sentra produksi genteng rakyat, dan selama ini pengrajin relatif tidak kesulitan menjual produk mereka. Sedikitnya Industri Kecil Menengah (IKM) genteng di Magetan sebanyak 1.034 pengrajin, dengan  jumlah produksi sekitar 144.517.450 per tahun. Namun tantangan terbesar justru berada pada sisi hulu, yakni ketersediaan bahan baku tanah berlempung.

“Yang jadi masalah adalah sumber bahan bakunya. Ada regulasi yang masih berbenturan, terutama soal penggalian tanah. Selama ini ditafsirkan harus manual pakai cangkul, tidak boleh alat berat,” jelasnya.

Menurut Suyatni, pembatasan tersebut berpotensi menghambat produksi skala besar. Jika tidak dicarikan solusi, mata pencaharian warga bisa terancam.

“Kalau tidak ada jalan keluar, masyarakat bisa kehilangan sumber pendapatan. Mayoritas akhirnya hanya bisa beralih jadi buruh tani,” tambahnya.

Ia menilai gentengisasi dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kebijakan yang ada, sekaligus menyelaraskan aspek ekonomi, lingkungan, dan regulasi.

“Tidak bisa langsung memerintahkan semua orang mengganti seng dengan genteng. Kita juga harus lihat, apakah secara ekonomi mereka mampu. Tapi sebenarnya, kalau mampu, kesadaran memakai genteng itu sudah ada. Ini harus dipelajari secara seksama,” katanya.

Bagi para pengrajin, gentengisasi bukan sekadar isu nasional, melainkan peluang nyata untuk menghidupkan kembali usaha yang sempat tersendat akibat cuaca dan keterbatasan produksi. Mereka berharap pemerintah pusat dan daerah segera menindaklanjuti imbauan Presiden dengan kebijakan konkret—mulai dari sosialisasi, dukungan produksi, hingga penataan regulasi bahan baku.

Jika terealisasi dengan perencanaan matang, program tersebut dinilai bukan hanya mempercantik permukiman, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal di sentra-sentra genteng seperti Magetan.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelaku Pembunuhan Pemilik Warung di Madiun Ditangkap Saat Diduga Hendak Bobol Masjid

    Pelaku Pembunuhan Pemilik Warung di Madiun Ditangkap Saat Diduga Hendak Bobol Masjid

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Setelah buron selama berbulan-bulan, pelaku pembunuhan terhadap Sundari alias Mak Santi akhirnya ditangkap Satreskrim Polres Madiun. Tersangka berinisial PRJ alias SRT (46) diamankan di Sukoharjo, Jawa Tengah, saat diduga hendak melakukan aksi pencurian di sebuah masjid. Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara mengatakan kasus ini bermula dari penemuan jasad korban di […]

    Bagikan
  • Satu Perusahaan Garmen di Magetan Pailit, Disnaker Pastikan Masih Ada 229 Perusahaan Aktif

    Satu Perusahaan Garmen di Magetan Pailit, Disnaker Pastikan Masih Ada 229 Perusahaan Aktif

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Dunia industri di Kabupaten Magetan menghadapi dinamika baru. Salah satu perusahaan garmen, PT KSS Indo Apparel yang berlokasi di Desa Karangsono, Kecamatan Barat, resmi dinyatakan pailit dan telah berhenti beroperasi sejak 13 Februari 2025. Perusahaan yang berdiri sejak 2021 ini gulung tikar setelah mengalami penurunan jumlah pesanan secara drastis, yang […]

    Bagikan
  • Budidaya Jamur Merang, Peluang Bisnis Menjanjikan di Madiun

    Budidaya Jamur Merang, Peluang Bisnis Menjanjikan di Madiun

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Budidaya jamur merang menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan di Madiun. Ahmad Fauzani, 44 tahun, seorang pembudidaya jamur merang dari Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, telah menekuni usaha ini sejak tahun 2016. Berkat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BKP Kabupaten Madiun, ia berhasil mengembangkan usahanya hingga […]

    Bagikan
  • Overstay, Imigrasi Ponorogo Deportasi WNA asal Malaysia

    Overstay, Imigrasi Ponorogo Deportasi WNA asal Malaysia

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Ponorogo mendeportasi seorang warga negara Malaysia berinisial RBH (59). Ia dipulangkan ke negaranya karena terbukti tinggal di Indonesia melebihi izin kunjungan yang berlaku. Plt Kepala Kantor Imigrasi Ponorogo, Anggoro Widi Utomo, menjelaskan RBH masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Juanda pada 12 November 2024. Saat […]

    Bagikan
  • Ramadan Penuh Berkah, PWI Madiun Raya Gelar Bagi Takjil hingga Buka Puasa Bersama

    Ramadan Penuh Berkah, PWI Madiun Raya Gelar Bagi Takjil hingga Buka Puasa Bersama

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Madiun Raya berkolaborasi dengan Sinergia Mediatama menggelar kegiatan sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat. Pun dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama di Sekretariat PWI Madiun Raya pada Rabu (18/3/2026). Kegiatan tersebut disambut antusias warga yang melintas di sekitar lokasi. Para pengurus dan anggota PWI Madiun Raya […]

    Bagikan
  • Pengendara Motor Tewas usai Terjatuh dan Terlindas Truk Dump

    Pengendara Motor Tewas usai Terjatuh dan Terlindas Truk Dump

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Seorang pengendara sepeda motor Mu’alim (66) tewas usai terlindas truk di Jalan Raya Madiun – Ponorogo, tepatya masuk Kelurahan Demangan Kecamatan Taman Kota Madiun pada Kamis (24/7/2025). Korban mengalami luka parah di bagian kepala. Sementara, Sumilan warga Desa Sendangrejo Kecamatan/Kabupaten Madiun turut diamankan beserta truk nopol AE 9215 J. Ardiansyah, […]

    Bagikan
expand_less