Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Mencekam! 6 Jam Penyergapan Pemuda Bersenjata Golok di Ngawi, Polisi Gunakan Senjata Kejut

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 21
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
seorang pemuda mengamuk sambil membawa golok berhasil diamankan petugas. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Sebuah situasi mencekam terjadi di Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Senin (23/2/2026) siang, ketika seorang pemuda mengamuk sambil membawa golok dan merusak atap rumah warga. Peristiwa ini bukan hanya mengejutkan, namun juga mengundang ketegangan panjang hingga enam jam sebelum akhirnya aparat kepolisian berhasil mengakhiri aksi berbahaya tersebut.

Aksi itu bermula sekitar pukul 14.15 WIB. Warga setempat mendadak panik setelah melihat Joni Peter (35), pemuda yang dikenal memiliki perilaku tak stabil, berteriak-teriak sembari melempari atap rumah tetangga dengan batu. Di tangannya tergenggam sebilah golok, membuat warga tak berani mendekat. Ketakutan semakin meningkat ketika Joni kemudian masuk ke rumahnya sambil menyeret sang adik, Leo Kristoni (29), ikut masuk ke dalam kamar.

Petugas dari Polsek Geneng tiba usia menerima laporan warga. Namun lantaran kondisi semakin genting, bantuan tambahan dari Polres Ngawi dikerahkan.

Suwarno, salah satu warga, menyebut bahwa perilaku Joni sebenarnya sudah lama meresahkan. “Dia sudah sering dilaporkan. Sering mengamuk, sering bawa golok. Hari ini yang paling parah karena sampai merusak atap rumah orang. Warga takut kalau dibiarkan bisa terjadi amuk massa,” ujarnya.

Pihak kepolisian pun bergerak untuk mengamankan situasi. Akses rumah ditutup, warga diminta menjauh, sementara sejumlah personel menggunakan perlengkapan lengkap mencoba menembus bagian samping rumah dengan menjebol jendela. Dari luar, suara barang pecah dan teriakan pelaku terdengar jelas.

Upaya negosiasi sempat dilakukan. Polisi mencoba membujuk Joni agar menyerahkan diri. Namun setiap kali pintu mendekat, Joni justru mengacungkan golok sambil berteriak tidak jelas. Situasi ini sempat membuat petugas kesulitan karena di dalam rumah juga ada adik pelaku yang dikhawatirkan bisa menjadi sasaran amukan.

Image Not Found
seorang pemuda mengamuk sambil membawa golok berhasil diamankan petugas. Foto : Kusnanto-Sinergia

Polisi memutuskan mencongkel pintu depan untuk memperluas akses masuk. Tetapi lagi-lagi Joni menolak menyerah, malah semakin agresif dan terus mengancam keselamatan petugas.

Setelah upaya persuasif tak kunjung berhasil, aparat memutuskan untuk mengambil tindakan tegas dan terukur. Sebuah senjata kejut digunakan untuk melumpuhkan pelaku. Hal itu dipilih karena dianggap paling aman mengingat kondisi adiknya yang masih berada di ruangan yang sama.

Tindakan itu akhirnya membuahkan hasil. Setelah enam jam situasi menegangkan, Joni berhasil dilumpuhkan dan ditangkap. Polisi kemudian mengamankan Leo keluar rumah dalam kondisi selamat.

Kapolsek Geneng, AKP Haris Sunarto, menjelaskan bahwa proses penyergapan memakan waktu lama karena pihaknya harus memastikan keselamatan semua orang.

“Kami bertindak setelah menerima laporan masyarakat. Karena situasinya berisiko dan personel di awal terbatas, kami berkoordinasi dengan Polres Ngawi. Pelaku berhasil kami lumpuhkan dengan aman. Untuk kondisi kejiwaannya, nanti ditangani pihak medis,” terangnya.

Sementara itu, Selvia Ade, warga lainnya, mengaku akhirnya bisa bernapas lega setelah situasi berhasil dikendalikan. “Sejak pagi warga sudah tidak tenang. Dia memang sering marah-marah dan bawa golok. Setelah polisi mendobrak dan menahan pelaku, barulah suasana kampung lebih aman,” katanya.

Dari dalam rumah, polisi mengamankan dua bilah senjata tajam: sebilah golok dan sebilah pisau yang diduga digunakan pelaku selama mengamuk. Untuk mencegah kejadian serupa, petugas kemudian membawa Joni ke RSUD dr. Soeroto Ngawi guna menjalani pemeriksaan kejiwaan dan perawatan lebih lanjut.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa 2,8 Magnitudo Guncang Magetan! Berpusat di Darat

    Gempa 2,8 Magnitudo Guncang Magetan! Berpusat di Darat

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan, Jawa Timur, diguncang gempa bumi pada Minggu (21/9/2025) dini hari sekitar pukul 01.32 WIB. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, gempa bermagnitudo 2,8 tersebut berpusat 17 kilometer barat daya Magetan, tepatnya di koordinat 7,71 LS dan 111,19 BT dengan kedalaman 10 kilometer. Meski episodenya terdeteksi cukup dekat, […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Tambah Armada untuk Layanan Balik Gratis Tujuan Jakarta

    Pemkab Madiun Tambah Armada untuk Layanan Balik Gratis Tujuan Jakarta

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun mendapat tambahan armada untuk layanan balik gratis dengan tujuan Jakarta. Tambahan satu unit bus ini berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) salah satu BUMD perbankan Jawa Timur. Kepala Dishub Kabupaten Madiun, Supriyadi, mengungkapkan bahwa tambahan armada ini merupakan bagian dari upaya […]

    Bagikan
  • Bus Indorent Tabrak Truk Boks di Tol Ngawi, 34 Orang Luka, Satu Pramugari Tewas

    Bus Indorent Tabrak Truk Boks di Tol Ngawi, 34 Orang Luka, Satu Pramugari Tewas

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan tragis melibatkan Bus Indorent dan sebuah truk boks terjadi di ruas Jalan Tol Solo–Ngawi KM 566 A, tepatnya di Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Insiden ini mengakibatkan satu pramugari bus meninggal dunia dan puluhan penumpang lainnya luka-luka. Kasatlantas Polres Ngawi, AKP Yuliana […]

    Bagikan
  • Menjelang Idul Adha, Harga Sapi Kurban di Magetan Justru Turun

    Menjelang Idul Adha, Harga Sapi Kurban di Magetan Justru Turun

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang Hari Raya Idul Adha, tren harga dan permintaan hewan kurban justru menunjukkan penurunan di Pasar Hewan Kliwonan, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Fenomena ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yang biasanya ditandai dengan lonjakan harga dan membludaknya pembeli. Pantauan di lapangan, para pedagang hewan kurban mengeluhkan sepinya pembeli, bahkan hanya sepekan jelang […]

    Bagikan
  • Tradisi Ngalap Berkah, Warga Munggut Berebut Gunungan Saat Peringati Malam Maulid Nabi

    Tradisi Ngalap Berkah, Warga Munggut Berebut Gunungan Saat Peringati Malam Maulid Nabi

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Tradisi “Ngalap Berkah” digelar warga Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis malam (04/09/2025). Warga dari berbagai usia tampak bersemangat berebut gunungan setinggi dua meter berisi jajanan pasar hingga perlengkapan rumah tangga. Teriakan riuh kemudian terdengar usai gunungan didoakan. Anak-anak langsung bergegas lari mengincar […]

    Bagikan
  • Produsen Tempe Tertekan Harga Kedelai, Permintaan Menurun hingga Ukuran Tempe Dikecilkan

    Produsen Tempe Tertekan Harga Kedelai, Permintaan Menurun hingga Ukuran Tempe Dikecilkan

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo — Kenaikan harga kedelai impor yang kini menembus Rp10.500 per kilogram membuat para produsen tempe di Ponorogo, kelimpungan. Tak hanya dibayangi kerugian karena biaya produksi melonjak, mereka juga harus menghadapi turunnya permintaan pasar. Di Dusun Krajan, Desa Wotan, Kecamatan Pulung, para perajin tempe terpaksa mencari cara agar tetap bisa bertahan. Salah […]

    Bagikan
expand_less