Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

Polemik Impor Pick up 4×4 Mengemuka, Pengurus Koperasi Daerah Pertanyakan Kesesuaian Unit

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • visibility 475
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
pick up jenis 4×4 dari produsen asal India, Mahindra dan Tata Motors. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kebijakan impor kendaraan pick up jenis 4×4 dari India oleh pemerintah pusat kembali menjadi sorotan. Pengadaan yang dilakukan melalui PT Agrinas Pangan Nusantara mencapai 105.000 unit dengan kontrak bernilai Rp24,66 triliun. Dua produsen asal India, Mahindra dan Tata Motors, terlibat dalam penyediaan kendaraan tersebut.

Unit-unit itu direncanakan sebagai armada operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Namun, di tingkat daerah, sejumlah pengurus menilai kebijakan ini masih menyisakan tanda tanya, terutama terkait kesesuaian kendaraan dengan kondisi lapangan.

Ketua Koperasi Merah Putih Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Arissandi, mengaku kendaraan yang datang nantinya tidak seperti yang ia bayangkan. Selama ini, ia memperkirakan jenis kendaraan operasional yang disiapkan pemerintah adalah pick up niaga yang umum digunakan, seperti Mitsubishi L300 atau Isuzu Traga.

Image Not Found
Koperasi Merah Putih Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Foto : Kusnanto-Sinergia

Ia mengatakan telah mencoba mencari referensi kendaraan 4×4 produksi India melalui internet. Menurutnya, ukuran bak kendaraan impor itu terlihat lebih kecil dan kurang memadai untuk kebutuhan operasional.

“Dari yang saya lihat, baknya cenderung kecil. Kalau digunakan untuk kegiatan operasional koperasi, rasanya kurang ideal,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Arissandi juga menilai spesifikasi kendaraan 4×4 tidak sepenuhnya relevan dengan karakter wilayah Magetan. Meskipun berada di kawasan pegunungan, menurutnya kondisi tanah dan kontur wilayah tidak menuntut penggunaan kendaraan off-road seperti di daerah tambang atau perkebunan besar.

“Kita di Magetan tidak punya kondisi ekstrem seperti area tambang atau kebun sawit. Selama ini kami juga belum pernah memakai kendaraan 4×4,” terangnya.

Selama ini, Koperasi Merah Putih Desa Mategal masih bergantung pada jasa sewa kendaraan untuk menunjang aktivitas, mulai dari pengadaan pupuk hingga distribusi beras SPHP. Koperasi tersebut memiliki 24 anggota dan 9 pengurus.

Arissandi menyebut keberadaan unit kendaraan operasional sebenarnya sangat dibutuhkan. Fasilitas penyimpanan pun masih bisa menumpang di kantor desa jika kendaraan impor benar-benar dikirim.

“Kalau soal tempat, kami bisa gunakan fasilitas kantor desa dulu. Yang jelas, kendaraan operasional memang kami butuhkan,” imbuhnya.

Selain kesesuaian unit, Arissandi menilai ketersediaan layanan servis dan suku cadang harus menjadi perhatian serius pemerintah. Ia menilai, meski ada bengkel umum, kebutuhan kendaraan impor tidak bisa mengandalkan layanan seadanya.

“Yang penting pemerintah memikirkan akses perawatan. Setidaknya di tiap daerah ada pusat layanan agar kami tidak kesulitan saat ada kerusakan,” tegasnya.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Audiensi Dengan Mahasiswa. Sampaikan 7 Tuntutan ke Forkopimda Ponorogo

    DPRD Audiensi Dengan Mahasiswa. Sampaikan 7 Tuntutan ke Forkopimda Ponorogo

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Puluhan mahasiswa dari 2 organisasi Mahasiswa mendatangi gedung DPRD Ponorogo, Kamis (04/09/2025). Tidak dengan aksi turun jalan, mereka memilih berdialog langsung dengan pimpinan DPRD dan Bupati Ponorogo. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat paripurna, mahasiswa menyodorkan tujuh poin aspirasi. Di antaranya, penghentian tindakan represif aparat, evaluasi oknum pelanggar HAM, serta […]

    Bagikan
  • Gedung Bekas Disbudpar Magetan Bakal Disulap Jadi Kantor PMD

    Gedung Bekas Disbudpar Magetan Bakal Disulap Jadi Kantor PMD

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gedung lama milik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) di Jalan Tripandita, Kelurahan Sukowinangun segera alih fungsi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan memastikan bangunan tersebut tidak lagi dipakai sebagai gudang penyimpanan barang, melainkan akan dialihfungsikan untuk mendukung pelayanan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Magetan, Muhtar Wakid, mengatakan […]

    Bagikan
  • Longsor Putus Irigasi di Desa Talun, DPRD Ponorogo Desak Penanganan Cepat

    Longsor Putus Irigasi di Desa Talun, DPRD Ponorogo Desak Penanganan Cepat

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Longsor menerjang area persawahan di Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Ponorogo, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Senin (17/2/2025) mendapatkan perhatian dari DPRD Ponorogo. Akibatnya, saluran irigasi yang mengairi lahan pertanian seluas 10 hektar terputus, dan dikhawatirkan berpengaruh pada pasokan air ke Telaga Ngebel. Wakil Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, […]

    Bagikan
  • Muscab PKB Kota Madiun Digelar April 2026, PAC Diminta Usulkan Minimal 5 Nama Calon Ketua DPC

    Muscab PKB Kota Madiun Digelar April 2026, PAC Diminta Usulkan Minimal 5 Nama Calon Ketua DPC

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Madiun mulai mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026 mendatang. Saat ini, proses penjaringan calon ketua DPC tengah berjalan di tingkat internal partai. Ketua DPC PKB Kota Madiun, Ngedi Trisno Yhusianto, mengatakan tahapan penjaringan calon dimulai dari Pengurus […]

    Bagikan
  • PKH Tak Lagi Cair, Lansia Sebatang Kara di Magetan Kebingungan

    PKH Tak Lagi Cair, Lansia Sebatang Kara di Magetan Kebingungan

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di usia 70 tahun, Cikrak hanya bisa berharap ada pihak yang membantu menjelaskan mengapa bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang selama ini diterimanya tiba-tiba tidak lagi cair. Warga Dusun Grumbul Malang, RT/RW 03/11, Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, itu mengaku sudah dua kali tidak menerima pencairan PKH. Padahal, […]

    Bagikan
  • Ancaman Longsor Mengintai Ngebel, Tiga Rumah Masuk Zona Bahaya

    Ancaman Longsor Mengintai Ngebel, Tiga Rumah Masuk Zona Bahaya

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Tiga rumah warga di Dukuh Sedayu, Desa Talun, Kecamatan Ngebel, masuk dalam kategori rawan bahaya akibat berada tepat di bawah titik longsoran. Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa kondisi tanah di wilayah tersebut didominasi material batuan besar, dengan persentase mencapai sekitar tiga puluh persen. Saat hujan deras, material dari atas […]

    Bagikan
expand_less