Berita Terkini
Trending Tags

Produksi Beduk di Magetan Anjlok 90 Persen, Pengrajin Terpaksa Turunkan Harga

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 227
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Produksi beduk di Magetan anjlok jelang Ramadan, (2/3/2026), Foto : Kusnanto

Sinergia Magetan – Usaha pembuatan beduk di Kabupaten Magetan tengah menghadapi masa paling berat dalam hampir tiga dekade terakhir. Produksi beduk yang biasanya meningkat menjelang bulan Ramadan, justru anjlok hingga 90 persen dibanding tahun sebelumnya.

Seperti yang dialami Apung, pengrajin beduk asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, yang sudah menekuni kerajinan tersebut sejak 1997. Ia menyebut tahun ini sebagai periode terburuk sepanjang pengalamannya.

“Jauh berbeda dengan tahun kemarin. Jauh. Turun sampai sembilan puluh persen,” ujar Apung saat ditemui di bengkel kerajinannya.

Menurutnya, penurunan ini didorong oleh perputaran ekonomi masyarakat yang sedang lesu. Banyak calon pembeli yang kesulitan keuangan, termasuk sulitnya akses pinjaman untuk kebutuhan masjid atau mushola.

Image Not Found
Pengrajin terpaksa turunkan harga hingga 30 persen, (2/3/2026), Foto : Kusnanto

“Ekonominya tidak bagus. Uang pinjam tidak ada, gimana?” tambahnya.

Tak hanya volume produksi yang merosot. Apung juga terpaksa menurunkan harga hingga 30 persen agar kerajinannya tetap laku, meski belum mampu mendongkrak permintaan.

“Turun tiga puluh saja, enggak laku,” ungkapnya.

Beduk buatannya kini dijual mulai dari Rp5 juta hingga Rp30 juta, tergantung ukuran. Padahal sebelumnya harga termurah berada di kisaran Rp7 juta.

Meski kondisi pasar sedang sepi, beduk karya Apung sejatinya telah lama dikenal luas. Pesanan datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Banyuwangi, hingga Halmahera.

Dalam proses pembuatannya, Apung menggunakan bahan kayu nangka dan trembesi, sedangkan membran beduk memakai kulit kerbau. Selain beduk, ia juga menerima pesanan rebana, jidor barongsai, hingga kentongan.

Salah satu calon pembeli, Ramdhan Rio, yang datang untuk membeli perlengkapan mushola di desanya, menilai kualitas beduk Magetan masih cukup baik.

“Kalau dilihat-lihat tadi ya, sudah lumayan bagus lah. Untuk harga, masih bisa dikatakan lumayan. Masih bisa kalau buat di desa,” katanya.

Di tengah situasi sulit ini, para pengrajin berharap ekonomi masyarakat segera pulih sehingga permintaan beduk kembali meningkat, terutama memasuki Ramadan yang biasanya menjadi momen puncak penjualan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tunggu Hasil Audit BPKP, Kejari Magetan Kembali Perpanjang Penahanan Enam Tersangka Korupsi Pokir

    Tunggu Hasil Audit BPKP, Kejari Magetan Kembali Perpanjang Penahanan Enam Tersangka Korupsi Pokir

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Proses hukum dugaan korupsi anggaran Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Magetan Tahun Anggaran 2020–2024 senilai Rp242,98 miliar belum memasuki tahap pelimpahan ke pengadilan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan masih menunggu hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang hingga kini belum diterbitkan. Belum rampungnya audit tersebut […]

    Bagikan
  • PMI Asal Ngawi Klaim Dirugikan Rp357 Juta, Guru PPPK di Magetan Dituding Ingkar Janji Pernikahan

    PMI Asal Ngawi Klaim Dirugikan Rp357 Juta, Guru PPPK di Magetan Dituding Ingkar Janji Pernikahan

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 616
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Penantian enam tahun untuk membangun rumah tangga berujung kekecewaan bagi RW, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Ngawi, Jawa Timur. Ia mengaku menjadi korban dugaan penipuan dan kerugian finansial setelah pria yang selama ini disebut sebagai calon suaminya, NS, seorang guru PPPK yang mengajar agama di salah satu SMP Negeri di […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Genjot Pelatihan Kerja, Upaya Tekan Pengangguran 19 Ribu Warga

    Pemkab Madiun Genjot Pelatihan Kerja, Upaya Tekan Pengangguran 19 Ribu Warga

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mengambil langkah cepat dan terukur untuk menekan angka pengangguran yang masih tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mencatat tingkat pengangguran terbuka di Bumi Kampung Pesilat mencapai 4,34 persen atau setara 19.285 jiwa pada akhir 2024. Merespons kondisi ini, Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Purnomo […]

    Bagikan
  • Jembatan Sesek Dinilai Berhahaya, Danrem Untoro Prioritaskan Bangun Jembatan Garuda

    Jembatan Sesek Dinilai Berhahaya, Danrem Untoro Prioritaskan Bangun Jembatan Garuda

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Blitar – Besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat dari program Jembatan Garuda mendorong Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto terus bergerak hingga ke pelosok wilayah jajarannya untuk mencari lokasi yang membutuhkan kehadiran program tersebut. Kini, ia meninjau langsung kondisi jembatan sesek di Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Rabu (6/5/2026). Peninjauan dilakukan guna mengidentifikasi […]

    Bagikan
  • Menuju Kota Tanpa Sampah, Maidi Gagas “Laundry Sampah” dan Konversi TPA Jadi Tempat Wisata

    Menuju Kota Tanpa Sampah, Maidi Gagas “Laundry Sampah” dan Konversi TPA Jadi Tempat Wisata

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, mengungkapkan rencana ambisius untuk mengubah wajah pengelolaan sampah di wilayahnya. Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Madiun akan menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mengalihfungsikannya menjadi kawasan wisata. “Kita akan tutup TPA ini dan jadikan tempat wisata. Sebagai gantinya, akan kita siapkan sistem pengelolaan baru bernama laundry […]

    Bagikan
  • Seribu Guru Honorer Ponorogo Desak Pemkab Buka Akses Dapodik

    Seribu Guru Honorer Ponorogo Desak Pemkab Buka Akses Dapodik

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sekitar seribu guru honorer di Kabupaten Ponorogo menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (26/5/2026), menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo membuka kembali akses Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Massa aksi bergerak dari Gedung DPRD Ponorogo menuju Kantor Pemkab Ponorogo untuk menyampaikan aspirasi terkait nasib guru honorer non-Dapodik. Aksi tersebut diikuti guru honorer yang tergabung […]

    Bagikan
expand_less