Warga Ponorogo Digegerkan Penemuan Mortir di Pinggir Sungai
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 57
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Warga Kelurahan Pinggirsari, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, digegerkan dengan temuan sebuah mortir di pinggir sungai pada Senin (9/3/2026) pagi. Benda yang awalnya dikira besi tua itu ternyata merupakan senjata artileri militer yang masih utuh.
Mortir tersebut ditemukan oleh Edi Kusdianto saat hendak memancing di sungai dekat rumahnya. Saat itu, Edi melihat benda berbentuk tabung cukup besar yang tersangkut di pinggir aliran sungai.
Awalnya ia mengira benda tersebut hanyalah potongan besi bekas yang terbawa arus. Karena penasaran, Edi kemudian membawa benda tersebut pulang ke rumahnya.
“Saya kira besi tua biasa, terus saya bawa pulang saja. Beratnya sekitar lima kiloan paling,” ujarnya.
Namun setelah diperhatikan lebih dekat, bentuk benda tersebut terlihat tidak biasa. Beberapa warga yang melihatnya kemudian menyarankan agar temuan itu segera dilaporkan kepada aparat.
Tidak lama berselang, Babinsa setempat datang ke rumah Edi untuk melakukan pengecekan. Setelah melihat langsung benda tersebut, Babinsa memastikan bahwa benda itu merupakan mortir atau senjata artileri militer.
Mendapat laporan tersebut, aparat kepolisian dari Polres Ponorogo langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal sekaligus mengamankan tempat kejadian.
Kepala SPKT Polres Ponorogo, Ipda Irwan Prastianto, mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara diketahui mortir tersebut masih dalam kondisi utuh.
“Setelah dilakukan pemeriksaan awal ditemukan mortir dengan panjang sekitar 47 sentimeter dan diameter kurang lebih 17,5 sentimeter,” kata Irwan.

Menurutnya, kondisi mortir tersebut masih lengkap dari bagian atas hingga bawah, termasuk bagian hulu ledaknya. Karena itu, petugas tidak berani melakukan penanganan lebih lanjut sebelum tim khusus datang.
Polisi kemudian menetapkan status quo di lokasi penemuan mortir untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Area sekitar juga dijaga agar warga tidak mendekat atau mencoba memindahkan benda tersebut.
Polisi juga telah berkoordinasi dengan tim penjinak bahan peledak (Jibom) dari Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur untuk melakukan penanganan lebih lanjut.
Irwan menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan asal-usul mortir tersebut. Namun kuat dugaan benda itu merupakan sisa persenjataan dari masa perang di masa lalu.
“Kita belum tahu pasti itu dari zaman apa, kemungkinan dari masa lampau. Untuk sementara kita amankan dulu sambil menunggu tim Gegana datang melakukan pemeriksaan dan penanganan,” jelasnya.
Hingga kini, mortir tersebut masih diamankan dengan pengawasan petugas kepolisian. Warga di sekitar lokasi juga diminta tetap tenang dan tidak mendekati area sampai proses penanganan selesai. (ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez


