Jumat, 23 Okt 2026
Trending Tags

Sidak Takjil di Bantaran Madiun, Dinkes Jatim Uji 10 Sampel Makanan dan Temukan Penjualan Ciki Bull

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 399
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Dinkes Jatim sidak takjil di Bantaran Madiun, (9/3/2026), Foto : Kriswanto

Sinergia | Kota Madiun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur bersama Dinkes PPKB Kota Madiun melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap makanan dan minuman takjil di kawasan Taman Bantaran, Kota Madiun, Minggu (9/3/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat selama Ramadan.

Sanitarian Dinkes Provinsi Jawa Timur, Yenni Dwi Kurniawati, mengatakan sidak tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran Kementerian Kesehatan terkait pengawasan makanan takjil. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahan pangan yang dijual aman dikonsumsi masyarakat.

“Pemeriksaan takjil ini sebenarnya rutin dilakukan setiap tahun. Hari ini kami melakukan pemeriksaan pada titik sampling karena sebelumnya Dinkes PPKB Kota Madiun juga sudah melakukan pemeriksaan di kawasan Bunderan Taman,” ujarnya.

Dalam sidak tersebut, petugas mengambil sampel dari 10 jenis makanan dan minuman yang dijual pedagang. Beberapa di antaranya seperti jelly, es buah, pentol, risol mayo, cilok, hingga minuman dalam kemasan.

Dari jumlah tersebut, enam sampel langsung diperiksa secara kimia menggunakan metode uji cepat di lokasi. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif dari kandungan bahan berbahaya.

Image Not Found
Dinkes Jatim uji 10 sampel makanan dan hasilnya negatif bahan berbahaya, Foto : Kriswanto

“Sampel yang diuji secara kimia di tempat hasilnya negatif semua,” jelas Yenni.

Sementara itu, sisa sampel lainnya akan menjalani pemeriksaan mikrobiologi di laboratorium. Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua hari karena harus melalui tahap pengembangbiakan bakteri.

“Kami berharap seluruh hasil pemeriksaan sampel takjil yang diambil hari ini juga menunjukkan hasil negatif,” imbuhnya.

Selain pemeriksaan makanan, petugas juga menemukan pedagang yang menjual Ciki bull yang menggunakan dry ice di kawasan Bantaran. Menurut Yenni, temuan tersebut menjadi perhatian karena penggunaan nitrogen cair atau dry ice sempat menjadi sorotan pada 2024. Saat itu, pemerintah telah mengeluarkan surat edaran dari Kementerian Kesehatan, BPOM, dan Pemprov Jatim yang melarang konsumsi makanan dengan efek “ciki ngebul”.

“Ciki ngebul dikhawatirkan mengandung nitrogen cair yang tidak diperuntukkan untuk dikonsumsi langsung oleh manusia,” tegasnya.

Ia menjelaskan, nitrogen cair dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan berpotensi membahayakan organ pencernaan jika tertelan.

Karena itu, temuan penjualan dry ice akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pembinaan bagi pelaku usaha. Pihaknya juga akan berkoordinasi lintas daerah karena produk tersebut diketahui diproduksi di luar Kota Madiun.

“Penjualannya di sini, tetapi produksinya di kabupaten lain. Jadi perlu koordinasi lintas daerah,” katanya.

Sementara itu, Dinkes PPKB Kota Madiun akan menindaklanjuti hasil sidak kali ini. Termasuk temuan soal ciki bull. Namun, dari pendataan ternyata penjual merupakan warga dari luar Kota Madiun.

“Kebanyakan yang jual disini memang dari luar kota. Tetapi tetap kami lakukan pengambilan sampel, itu termasuk nanti sekaligus pembinaan ke pelaku usahanya. Biasanya kalau sudah dibina akan diberikan label stiker,” jelas Retno Dwi Wahyuni, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kesehatan Lingkungan Kerja dan Olahraga, Dinkes PPKB Kota Madiun.

Lebih lanjut, terkait temuan ciki bull yang menggunakan dry ice akan menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah. Termasuk berkoordinasi dengan OPD terkait.

​”Temuan ini merupakan masukan yang sangat berharga. Kami telah mencatat data pedagang dan akan segera berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang memiliki kewenangan penindakan,” imbuhnya.

Retno menekankan pentingnya rantai keamanan pangan yang menyeluruh. Masyarakat diminta tidak hanya tergiur oleh tampilan makanan yang menarik atau warna yang mencolok.

“Harus tetap mewaspadai seperti makanan atau minuman dengan warna mencolok. Jadi jangan rasa enak, menarik, itu belum tentu aman untuk dikonsumsi,” jelas Retno.

Dinas Kesehatan berkomitmen untuk terus memantau peredaran pangan selama Ramadan guna memastikan warga Kota Madiun mengonsumsi takjil yang aman dan sehat. (krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Mobil Dinas Instansi Vertikal di Magetan Belum Kembali ke Gudang Aset

    Tiga Mobil Dinas Instansi Vertikal di Magetan Belum Kembali ke Gudang Aset

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Keberadaan tiga unit mobil dinas lama milik instansi vertikal di Kabupaten Magetan kembali menjadi sorotan. Meskipun pengadaan kendaraan baru berupa Kijang Innova Zenith untuk sejumlah OPD telah tuntas, namun mobil lama jenis Mitsubishi Pajero digunakan beberapa institusi belum tampak kembali ke gudang aset daerah. Saat dilakukan pemantauan pada Rabu (19/11/2025), gudang […]

    Bagikan
  • Ramadhan Harga Kebutuhan Pokok Naik, Pemkab Madiun Gencar Operasi Pasar

    Ramadhan Harga Kebutuhan Pokok Naik, Pemkab Madiun Gencar Operasi Pasar

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Pusat meminta ketersediaan pangan dan laju harga jualnya agar tetap stabil selama bulan ramadhan. Melalui rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) secara virtual Pemkab Madiun mengikuti arahan dari Pemerintah Pusat.  Momen ramadhan dan jelang hari raya lebaran ketersediaan bahan pangan sangatlah penting. Pasalnya kebutuhan masyarakat disaat hari besar keagamaan […]

    Bagikan
  • Angkat Topi Buat Ikatan Waria Madiun, Demo Potong Rambut Dalam Rangka HDI

    Angkat Topi Buat Ikatan Waria Madiun, Demo Potong Rambut Dalam Rangka HDI

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Keterbatasan fisik bukanlah penghalang bagi seseorang untuk berkarya dan berguna. Puluhan penyandang disabilitas di Kab Madiun memamerkan kreatifitasnya dalam berbagai hal, termasuk Ikatan Waria Madiun (IWAMA) di acara Hari Disabilitas Internasional (HDI), Rabu (18/12/2024). Para tuna netra ini, meski tak mampu melihat para disabilitas ini mampu menggunakan kedua tanganya untuk […]

    Bagikan
  • Puluhan SMP Negeri di Ponorogo Kekurangan Siswa, Dindik Buka Pendaftaran hingga Akhir Juli

    Puluhan SMP Negeri di Ponorogo Kekurangan Siswa, Dindik Buka Pendaftaran hingga Akhir Juli

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di sejumlah SMP Negeri. Hasil evaluasi menunjukkan proses penerimaan siswa baru berjalan sesuai ketentuan. Namun, masih terdapat 24 dari total 56 SMP Negeri di Kabupaten Ponorogo yang belum memenuhi pagu penerimaan peserta didik baru. […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Terapkan Ekonomi Sirkular MBG, Sisa Makanan Dimanfaatkan untuk Pakan Ternak

    Pemkot Madiun Terapkan Ekonomi Sirkular MBG, Sisa Makanan Dimanfaatkan untuk Pakan Ternak

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi memiliki cara untuk memanfaatkan sisa makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal tersebut diungkapkan saat Maidi melakukan uji coba pemanfaatan sisa makanan MBG untuk pakan hewan ternak di kawasan Ngrowo Bening, Selasa (16/12/2025). Hal ini mengusung konsep ekonomi sirkular, di mana sisa makanan dari program […]

    Bagikan
  • Motor Curian Dikembalikan dengan Surat Minta Maaf, Polisi Tetap Buru Pelaku

    Motor Curian Dikembalikan dengan Surat Minta Maaf, Polisi Tetap Buru Pelaku

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kasus pencurian sepeda motor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berakhir tak biasa. Dua hari setelah membawa kabur motor milik warga, pelaku justru mengembalikan kendaraan tersebut di kawasan Pasar Sumoroto dengan meninggalkan sepucuk surat berisi permintaan maaf. Peristiwa pencurian terjadi pada Kamis (16/7/2026) saat putra Sutris, warga Desa Bandaralim, Kecamatan Badegan, memarkir […]

    Bagikan
expand_less