Mudik Lebaran 2026 Lebih Mudah! Jasa Marga Kenalkan Aplikasi Travoy untuk Pantau Lalu Lintas Tol Real-Time
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 55
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Menghadapi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026, PT Jasa Marga melalui anak usahanya, Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), mulai mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk membantu para pengguna jalan tol. Salah satu inovasi yang disosialisasikan adalah penggunaan aplikasi Travoy sebagai panduan perjalanan selama musim mudik maupun balik lebaran.
Direktur Utama JNK, Arie Irianto, mengatakan bahwa tahun ini pihaknya mulai memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk memberikan informasi lalu lintas secara real-time kepada masyarakat.
“Tidak seperti biasanya, tahun ini kita memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan informasi real-time kepada pengguna jalan,” ujar Arie usai kegiatan Gelar Pasukan Siaga Operasional Libur Idul Fitri 2026 di halaman kantor JNK, Rabu (11/3/2026).
Berdasarkan proyeksi perusahaan, jumlah kendaraan yang akan melintas saat arus mudik diperkirakan mencapai sekitar 336 ribu kendaraan atau meningkat sekitar 3 persen dibandingkan tahun 2025. Sementara itu, arus balik diperkirakan mencapai sekitar 300 ribu kendaraan atau naik 2,8 persen.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan tersebut, JNK turut mensosialisasikan penggunaan aplikasi Travoy kepada masyarakat. Aplikasi ini berfungsi sebagai navigasi digital yang membantu pengguna jalan tol merencanakan perjalanan dari titik keberangkatan hingga tujuan.
“Kita menggunakan AI dan juga mulai mensosialisasikan Travoy. Aplikasi ini menjadi semacam navigasi bagi pengguna jalan untuk memandu perjalanan dari asal sampai ke tempat tujuan,” jelasnya.
Arie menambahkan, aplikasi Travoy dapat diunduh secara gratis melalui App Store maupun Play Store sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi perjalanan tol. Baik dari kondisi lalu lintas, tarif tol, hingga lokasi fasilitas rest area.
Selain pemanfaatan teknologi digital, JNK juga menambah dukungan personel operasional selama periode libur Lebaran.

“Ada tambahan sekitar 33 personel. Selain itu, kami juga menambah gardu Oblique Approach Booth (OAB) serta mobile reader untuk mempercepat transaksi di gerbang tol,” katanya.
Tak hanya itu, perusahaan juga melakukan pembaruan layanan informasi darurat. Call center Jasa Marga yang sebelumnya menggunakan nomor 14080 kini berubah menjadi 133, sehingga lebih mudah diingat oleh pengguna jalan.
Dalam menghadapi potensi kepadatan lalu lintas, manajemen menekankan tiga hal utama, salah satunya memastikan rasio volume kendaraan terhadap kapasitas jalan (V/C ratio) tetap di bawah 0,7.
“Saat ini yang tertinggi di sekitar Gerbang Tol Madiun masih sekitar 0,63, jadi masih dalam batas aman,” ungkap Arie.
Meski demikian, JNK tetap menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas jika terjadi lonjakan kendaraan, termasuk penambahan gardu tol, pengalihan arus kendaraan ke gerbang tol terdekat di wilayah timur maupun barat, hingga penerapan rekayasa lalu lintas apabila dibutuhkan.
Dengan pemanfaatan aplikasi digital seperti Travoy serta dukungan personel dan infrastruktur tambahan, diharapkan perjalanan masyarakat selama mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman. (krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez







