Terisolasi Bertahun-Tahun, Warga 4 RT di Sidoharjo Menanti Pembangunan Jembatan Perintis Garuda
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 22
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Harapan baru muncul bagi warga di empat RT di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, yang selama bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan akses. Rencana pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah tersebut diharapkan menjadi solusi bagi mobilitas masyarakat yang selama ini harus menyeberangi sungai setiap hari.
Kepala Desa Sidoharjo, Sarmin, mengatakan kondisi keterbatasan akses tersebut sudah lama dirasakan warganya. Selama ini, warga harus menyeberangi sungai untuk menuju berbagai pusat aktivitas seperti pasar, sawah, sekolah, maupun tempat kerja.
“Selama ini warga kami di empat RT ini jika ingin beraktivitas keluar dari lingkungan biasanya harus menyeberangi sungai, baik berjalan kaki maupun menggunakan sepeda dan motor,” ujar Sarmin.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi semakin berisiko saat musim hujan tiba. Debit air yang meningkat dan arus sungai yang deras membuat penyeberangan menjadi berbahaya bagi warga.
Dalam situasi tersebut, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih aman. Namun, jalur tersebut mengharuskan mereka memutar dengan jarak lebih dari lima kilometer.
Sarmin berharap pembangunan Jembatan Perintis Garuda dapat segera direalisasikan agar akses masyarakat menjadi lebih mudah dan aman.

“Harapan kami tentu jembatan ini bisa segera dibangun agar warga lebih mudah beraktivitas dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” katanya.
Sementara itu, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengatakan jembatan yang direncanakan akan dibangun merupakan jembatan permanen dengan panjang sekitar 20 meter.
“Nanti yang akan dibangun kita rencanakan jembatan permanen dengan panjang sekitar 20 meter,” ujar Untoro saat meninjau lokasi.
Ia menambahkan, keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu mempermudah aktivitas masyarakat, baik dalam sektor ekonomi, pertanian, pendidikan, maupun kegiatan sosial lainnya.
Selain itu, pembangunan jembatan juga diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Jika akses semakin baik, tentu akan memudahkan warga menjalankan berbagai aktivitas. Dampaknya akan dirasakan di berbagai sektor yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Danrem Untoro juga meninjau dua titik rencana pembangunan Jembatan Armco di Kabupaten Ponorogo, masing-masing di Desa Baosan, Kecamatan Ngrayun, dan Desa Slahung, Kecamatan Slahung.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, kedua lokasi tersebut dinilai layak dan memenuhi persyaratan untuk dilanjutkan ke tahap pembangunan. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez







