Palang Sudah Tertutup, Motor Tetap Terobos! Berujung Tabrakan dengan Kereta
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 47
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Situasi mencekam terjadi di wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun. Dalam waktu berdekatan, dua insiden tertemper melibatkan orang tak dikenal dan kendaraan bermotor terjadi pada Kamis (19/3/2026). Hal ini memicu keprihatinan sekaligus peringatan keras dari pihak KAI.
Peristiwa pertama terjadi di petak jalan Kediri–Ngadiluwih sekitar pukul 18.54 WIB. Kereta Api Dhoho (KA 408) dilaporkan menabrak seorang orang tidak dikenal (OTK) di Km 184+800. Meski masinis telah berulang kali membunyikan semboyan 35 sebagai tanda bahaya, korban tidak mengindahkan peringatan tersebut. Insiden pun tak terelakkan.
Tak lama berselang, insiden kedua terjadi di perlintasan sebidang JPL 90 emplasemen Baron pada pukul 19.34 WIB. Kereta Api Mutiara Selatan (KA 71) tertemper sepeda motor yang nekat menerobos palang pintu yang sudah tertutup. Akibatnya, perjalanan kereta mengalami keterlambatan hingga 11 menit.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa kedua kejadian tersebut terjadi bukan karena kelalaian petugas, melainkan karena kurangnya disiplin masyarakat dalam mematuhi aturan keselamatan di jalur kereta api.
“Masinis sudah menjalankan prosedur keselamatan dengan memberikan peringatan melalui semboyan 35. Namun, karena tidak diindahkan, insiden tidak dapat dihindari,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa jalur rel kereta api merupakan area steril yang tidak boleh digunakan untuk aktivitas selain operasional kereta. Pelanggaran terhadap aturan ini berpotensi fatal dan mengancam keselamatan jiwa.
Sebagai langkah pencegahan, KAI kembali mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel kereta api. Selain itu mendahulukan perjalanan kereta saat melintas di perlintasan sebidang.
“Juga jangan menerobos palang pintu yang sudah mulai tertutup. Itu sangat membahayakan,” tegas Tohari.
Terlebih pada masa Angkutan Lebaran 2026, KAI mengingatkan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Disiplin dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah kecelakaan serupa terulang kembali.
“Keselamatan bukan hanya tugas kami, tetapi tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan,” tutup Tohari. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez






