Pemkot Madiun Siapkan Konsep Baru HUT ke-108, Ada Festival Drumband Militer hingga Video Mapping
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 32
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Jadi Kota Madiun ke-108 melalui audiensi antara Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) bersama Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, Jumat (27/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, berbagai konsep kegiatan disiapkan dengan menyesuaikan kebijakan efisiensi anggaran yang diimbau pemerintah pusat.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, sejumlah agenda yang diajukan Disbudparpora diarahkan agar berdampak langsung bagi masyarakat. Kegiatan tidak hanya berupa perayaan seremonial, tetapi juga melibatkan pembinaan serta ruang kreativitas bagi komunitas lokal.
“Kami mencoba agar anggaran yang sudah direncanakan itu benar-benar berdampak ke masyarakat. Jadi tidak sekadar pesta, tapi ada pembinaan dan melibatkan kreativitas masyarakat sehingga manfaatnya kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Madiun juga berupaya menyelaraskan rangkaian kegiatan HUT dengan imbauan Presiden terkait penghematan anggaran. Salah satu langkahnya dengan memaksimalkan keterlibatan komunitas dan talenta dari Kota Madiun sendiri. Sementara partisipasi dari luar daerah dibatasi hanya pada kegiatan tertentu yang berskala nasional.
“Komunitas yang kami undang hampir semuanya dari Madiun, kecuali beberapa yang memang sifatnya nasional. Misalnya festival drumband militer yang pesertanya dari sekolah atau perguruan yang memiliki kedisiplinan tinggi,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah tetap membuka peluang hadirnya artis nasional dalam rangkaian acara HUT Kota Madiun. Namun konsepnya berbeda, yakni melalui kerja sama dengan pihak swasta.
“Kalau ada swasta yang ingin membuat event dengan menghadirkan artis nasional, pajak hiburannya akan kami gratiskan. Harapannya mereka bisa menghadirkan event di Kota Madiun,” tambah Bagus.
Ia menjelaskan, Disbudparpora telah menyiapkan sejumlah agenda dari tiga bidang utama, yakni kebudayaan, pariwisata, dan olahraga. Seluruh kegiatan tersebut masih akan dikaji sebelum ditetapkan sebagai rangkaian resmi peringatan hari jadi kota.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah kompetisi video mapping sebagai bagian dari pengembangan sektor pariwisata. Selain itu, berbagai perguruan pencak silat di Kota Madiun juga akan diajak berkolaborasi dalam satu event besar.
Di bidang olahraga, Pemkot Madiun berencana menampilkan berbagai cabang bela diri seperti pencak silat, tinju, hingga MMA dalam pertunjukan terbuka di Alun-Alun Kota Madiun. Langkah ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi masyarakat untuk mengenal beragam seni bela diri di Indonesia.
“Kalau biasanya di GOR, nanti kita ingin tampil di ruang terbuka seperti alun-alun. Tujuannya agar masyarakat bisa lebih mengenal berbagai seni bela diri,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bagus juga menegaskan bahwa kawasan Pahlawan Street Center (PSC) tetap menjadi pemicu utama pengembangan cerita dan identitas Kota Madiun. Konsep peringatan HUT ke-108 tahun ini pun akan mengusung tema besar “Transformasi Kota Madiun”.
Menurutnya, transformasi tersebut tidak hanya terjadi di pusat kota, tetapi juga mulai digerakkan dari tingkat kelurahan hingga nantinya terhubung dengan kawasan PSC sebagai ikon kota.
“PSC ini tetap menjadi trigger. Kita ingin membangun cerita tentang Kota Madiun, dimulai dari kelurahan-kelurahan yang nanti transformasinya menuju PSC. Makanya temanya adalah Transformasi Kota Madiun,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez







