Berita Terkini
Trending Tags

Skema Murur Disiapkan, Kloter SUB 22 Fokus Nafar Awal dan Kesiapan Jemaah Capai 95 Persen

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 62
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Madiun memberikan arahan dalam Rakor Murur dan Tanazul Haji 1447 H/2026. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun — Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Madiun menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Murur dan Tanazul haji tahun 1447 H/2026. Rakor bersama ketua kloter, ketua rombongan (karom), dan ketua regu (karu) berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kota Madiun pada Senin (30/3/2026). Rakor ini membahas kesiapan pelaksanaan ibadah haji, khususnya skema Murur, Tanazul, dan Nafar bagi 223 calon jemaah haji Kota Madiun yang tergabung dalam Kloter SUB 22 bersama Ngawi dan Surabaya.

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Madiun, Datik Ardiyah, menyampaikan bahwa pembahasan utama dalam rakor adalah mekanisme Murur sebagai bagian dari mitigasi bagi jemaah dengan kondisi tertentu. Berdasarkan data sementara, terdapat 19 jemaah asal Kota Madiun yang masuk dalam kategori Murur.

“Murur ini untuk data sementara baru ada 19 orang dari Kota Madiun. Untuk daerah lain seperti Ngawi dan Surabaya masih dalam proses pendataan,” ujarnya.

Murur sendiri merupakan skema pergerakan jemaah dari Arafah melintasi Muzdalifah tanpa turun, yang diperuntukkan bagi jemaah risiko tinggi seperti lansia, disabilitas, dan mereka yang membutuhkan pendampingan khusus.

Selain Murur, rakor juga memutuskan bahwa Kloter SUB 22 tidak akan mengikuti skema Tanazul meskipun sebelumnya terdapat arahan dari pusat. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil kesepakatan bersama dalam rapat, artinya jemaah kota Madiun akan tetap melaksanakan mabit di Mina.

Lebih lanjut, karena Kloter SUB 22 merupakan kloter awal, jemaah diarahkan untuk mengambil Nafar Awal, bukan Nafar Sani. Hal ini mempertimbangkan jadwal kepulangan yang relatif cepat setelah rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Kloter awal ini setelah Armuzna harus segera bersiap untuk pemulangan, sehingga kami arahkan untuk mengambil Nafar Awal,” kata Datik.

Terkait kesiapan jemaah, Datik menyebutkan bahwa secara umum telah mencapai 95 persen. Ia memastikan bahwa tidak ada perubahan signifikan dalam skema keberangkatan meskipun terdapat dinamika global.

“Insyaallah kesiapan sudah 95 persen. Keberangkatan tetap sesuai rencana, hanya kemungkinan ada penyesuaian waktu penerbangan dari pukul 03.00 menjadi pukul 06.00,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kloter SUB 22, Zainal Arifin, menjelaskan bahwa pendataan Murur menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan teknis di lapangan, termasuk akomodasi dan transportasi.

“Pendataan ini penting untuk mitigasi. Kita harus memilah mana jemaah yang mengikuti Murur dan yang tidak, berdasarkan hasil medical check-up (MCU), terutama untuk kategori risiko tinggi,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh jemaah yang masuk skema Murur wajib memenuhi syarat, termasuk memiliki pendamping. Validasi akhir tetap mengacu pada hasil pemeriksaan kesehatan jemaah.

Zainal Arifin menambahkan bahwa pembinaan jemaah telah dilakukan secara intensif sejak jauh hari. Struktur kelompok seperti karu dan karom juga sudah terbentuk untuk memudahkan koordinasi di lapangan.

“Administrasi sudah berjalan baik, pembinaan juga terus dilakukan. Dengan dukungan KBIHU, insyaallah jemaah siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan,” katanya.

Untuk penyampaian teknis kepada jemaah, pihak Kemenhaj menyerahkan sepenuhnya kepada karu dan karom agar informasi dapat diterima secara lebih efektif dan tidak menimbulkan kebingungan. Dengan berbagai persiapan tersebut, jemaah Kloter SUB 22 diharapkan dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.(Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sungai di Magetan Jadi Tempat Sampah, DLHP : Mohon Masukannya

    Sungai di Magetan Jadi Tempat Sampah, DLHP : Mohon Masukannya

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan kini justru berubah fungsi menjadi “tempat sampah” di Kabupaten Magetan. Di perbatasan Desa Krowe dan Desa Tapen, Kecamatan Lembeyan, aliran sungai tampak dipenuhi plastik, botol bekas, popok bayi, hingga sisa makanan. Tumpukan itu menimbulkan bau menyengat, air keruh, serta gundukan sampah bercampur tanaman liar. Kondisi […]

    Bagikan
  • Puluhan Personel Korem 081/DSJ Jalani Tes Urine, Hasil Negatif Narkotika

    Puluhan Personel Korem 081/DSJ Jalani Tes Urine, Hasil Negatif Narkotika

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Puluhan personel Korem 081/DSJ menjalani tes urine. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya indikasi keterlibatan dalam penyalahgunaan Narkoba. Sebelumnya dalam sosialisasi tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Danrem 081/Kolonel Arm Untoro Hariyanto menegaskan bahwa peredaran Narkoba di Indonesia saat ini menjadi ancaman nyata dan telah masuk ke […]

    Bagikan
  • Graha Literasi Magetan Dipinjamkan Jadi Tempat Pembelajaran Sekolah Rakyat

    Graha Literasi Magetan Dipinjamkan Jadi Tempat Pembelajaran Sekolah Rakyat

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan terus mematangkan rencana pendirian Sekolah Rakyat Rintisan, sebuah program pendidikan berbasis literasi yang digagas untuk memperluas akses belajar bagi masyarakat. Salah satu lokasi yang disiapkan sebagai tempat pembelajaran sementara adalah Graha Pusat Literasi yang berada di Kecamatan Plaosan. Rencana tersebut telah melalui tahap koordinasi antara Dinas Sosial selaku […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Gencarkan Pengelolaan Sampah Berbasis Desa

    Pemkab Madiun Gencarkan Pengelolaan Sampah Berbasis Desa

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis lingkungan dengan menitikberatkan pengendalian sejak dari hulu, khususnya di wilayah pedesaan. Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) di Desa Sumbersari, Kecamatan Saradan Rabu (21/05/2025). Purnomo Hadi menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari tingkat desa […]

    Bagikan
  • Nurisha Kitana Tepati Janji Pulang Kampung, Siap Bangun Magetan Lewat Pendidikan dan Gerakan Sosial

    Nurisha Kitana Tepati Janji Pulang Kampung, Siap Bangun Magetan Lewat Pendidikan dan Gerakan Sosial

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Nama Nurisha “Risha” Kitana, mahasiswi Universitas Indonesia (UI) sekaligus aktivis muda asal Magetan, kembali menjadi sorotan publik. Kehadirannya di Magetan Campus Expo 2026 di GOR Ki Magetan, Sabtu (24/1/2026), menjadi bukti bahwa ia tak pernah lupa janji untuk kembali dan berkontribusi bagi daerah kelahirannya. Risha, putri asli Maospati, datang bukan sekadar […]

    Bagikan
  • Cerai Gugat Masih Mendominasi di Magetan di 2025, Banyak TKW Ajukan Perceraian

    Cerai Gugat Masih Mendominasi di Magetan di 2025, Banyak TKW Ajukan Perceraian

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perkara cerai gugat atau perceraian yang diajukan oleh pihak istri masih mendominasi angka perceraian di Kabupaten Magetan sepanjang 2025. Banyak di antaranya melibatkan istri yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri. Berdasarkan data laporan tahunan Pengadilan Agama (PA) Magetan, sepanjang 2025 tercatat 848 perkara cerai gugat dan 308 […]

    Bagikan
expand_less