Kejar Tahun Ajaran Baru, Wamen PU Perintahkan Percepatan Proyek Sekolah Rakyat di Madiun
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 95
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Nglames, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Rabu (1/4/2026) Siang.
Dalam kunjungan tersebut, ia meminta kontraktor menambah jumlah tenaga kerja guna mempercepat penyelesaian proyek agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru 2026–2027.
Saat ini, progres pembangunan sekolah yang awalnya ditargetkan rampung pada Agustus 2026 telah mencapai sekitar 18 persen, dengan deviasi positif dari rencana kerja.
Meski demikian, Kementerian PUPR menargetkan percepatan penyelesaian hingga Juni 2026, sehingga fasilitas pendidikan tersebut sudah siap digunakan saat siswa mulai masuk pada Juli mendatang.
“Progres pembangunan untuk Sekolah Rakyat di Madiun sudah mencapai 18 persen dan deviasinya positif. Namun saya harapkan proyek ini bisa selesai pada bulan Juni, karena bulan Juli sudah ada siswa yang masuk,” ujar Diana usai meninjau lokasi.
Ia menegaskan, percepatan proyek tidak boleh mengabaikan aspek kualitas bangunan. Menurutnya, penyedia jasa harus tetap menjaga mutu konstruksi, estetika bangunan, serta keberlanjutan lingkungan agar hasil pembangunan tidak hanya cepat, tetapi juga layak dan tahan lama.
“Yang paling utama adalah kualitas. Selain itu, estetika dan keberlanjutan lingkungan juga harus diperhatikan agar bangunan ini benar-benar memberi manfaat jangka panjang,” katanya.
Untuk mengejar target tersebut, Diana meminta penambahan tenaga kerja secara bertahap. Pada April ini, jumlah pekerja ditargetkan meningkat menjadi sekitar 500 orang dari saat ini sekitar 300 orang. Selanjutnya pada Mei, tenaga kerja diproyeksikan kembali bertambah hingga 700–800 orang, terutama untuk pekerjaan arsitektural yang membutuhkan percepatan.
Pemerintah daerah juga diminta ikut mendukung penyediaan tenaga kerja lokal agar kebutuhan proyek dapat terpenuhi tanpa menghambat jadwal pembangunan. Selain itu, Wamen PUPR mendorong penggunaan elemen kearifan lokal, seperti tanaman endemik Madiun, dalam penataan kawasan sekolah.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun mencakup fasilitas ruang kelas untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, serta pekerjaan pendukung seperti pengurukan lahan dan pembangunan infrastruktur dasar. Sekolah ini dirancang untuk menampung ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez






