Berita Terkini
Trending Tags

Hujan Ekstrem Picu 26 Bencana di Ponorogo, 25 Longsor Terjadi dalam 5 Hari

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • visibility 236
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kalaksa BPBD Ponorogo, Masun, mencatat sebanyak 26 laporan bencana masuk dalam 5 hari. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Ponorogo sejak awal April 2026 memicu puluhan kejadian bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo mencatat, sebanyak 26 laporan bencana masuk dalam kurun waktu 1 hingga 5 April 2026.

Kalaksa BPBD Ponorogo, Masun, menyampaikan dari total kejadian tersebut, sebanyak 25 merupakan tanah longsor dan satu kejadian lainnya berupa banjir yang terjadi di Desa Caluk, Kecamatan Slahung.

“Dalam lima hari ada 26 laporan, 25 di antaranya longsor. Puncaknya terjadi pada 5 April dengan 20 laporan dalam satu hari,” ujarnya.

Sebaran longsor terjadi di sejumlah wilayah perbukitan. Kecamatan Pulung menjadi daerah paling terdampak dengan total 13 kejadian. Desa Banaran menjadi titik terparah dengan sembilan kejadian, disusul Desa Wagir Kidul tiga kejadian, serta Desa Bekiring satu kejadian.

Selain itu, Kecamatan Ngebel tercatat mengalami enam kejadian longsor, Kecamatan Ngrayun empat kejadian, dan Kecamatan Pudak dua kejadian.

Masun menjelaskan, meningkatnya kejadian longsor ini sejalan dengan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG untuk wilayah Ponorogo pada periode 1 hingga 7 April 2026. Curah hujan tinggi dalam durasi lama menjadi pemicu utama pergerakan tanah di kawasan rawan.

BPBD memberikan perhatian khusus pada Desa Banaran, Kecamatan Pulung, yang dinilai sebagai zona rawan longsor. Di lokasi tersebut, sedikitnya tiga rumah warga dilaporkan terisolasi akibat akses jalan yang terputus oleh material longsor.

“Kondisi ini sudah sering terjadi sejak beberapa tahun lalu. Titik ini memang rawan dan sering terjadi pergerakan tanah,” jelasnya.

Berdasarkan hasil kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada 2021, terdapat sekitar 17 rumah warga yang berada di zona berbahaya dan direkomendasikan untuk direlokasi. Rumah-rumah tersebut tersebar di bagian atas, tengah, hingga bawah lereng.

BPBD bersama pemerintah desa telah memberikan imbauan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung lebih dari dua jam. Warga juga diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman guna menghindari risiko longsor susulan.

“Lokasi longsor yang terjadi saat ini tidak sepenuhnya pada titik retakan besar yang teridentifikasi pada 2021. Ada juga retakan lama yang berada di bagian atas lereng dengan jarak sekitar 200 meter dari titik longsor saat ini, dengan panjang retakan mencapai sekitar 500 meter,” tegas Masun.

BPBD Ponorogo terus melakukan pemantauan intensif di wilayah terdampak serta berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mengantisipasi potensi bencana lanjutan, mengingat kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • BTPN Syariah dan UNIPMA Gelar Aksi Semarak Daya, Mahasiswa Dampingi UMKM Tingkatkan Akses Pasar

    BTPN Syariah dan UNIPMA Gelar Aksi Semarak Daya, Mahasiswa Dampingi UMKM Tingkatkan Akses Pasar

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – BTPN Syariah bersama Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) menggelar Aksi Semarak Daya di Graha Cendekia, Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi antara BTPN Syariah dan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UNIPMA dalam mengimplementasikan pembelajaran kewirausahaan secara langsung melalui pendampingan kepada pelaku usaha mikro.Acara dibuka oleh Rektor UNIPMA, Supri Wahyudi Utomo, […]

    Bagikan
  • Pemasungan ODGJ Masih Terjadi, Dinkes Magetan Lakukan Pendekatan Keluarga

    Pemasungan ODGJ Masih Terjadi, Dinkes Magetan Lakukan Pendekatan Keluarga

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Praktik pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih terjadi di Kabupaten Magetan. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat, hingga Juli 2025 terdapat sepuluh ODGJ yang dipasung oleh keluarganya karena dianggap membahayakan lingkungan sekitar. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan, Suwantiyo, menjelaskan sepuluh ODGJ tersebut berada di enam kecamatan, […]

    Bagikan
  • Pasar Murah Polres Magetan Diserbu Warga, Harga Sembako Lebih Murah dari Pasar photo_camera 2

    Pasar Murah Polres Magetan Diserbu Warga, Harga Sembako Lebih Murah dari Pasar

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gelaran pasar murah oleh Polres Magetan mendapat sambutan meriah dari masyarakat. Sejak pagi, ratusan warga, didominasi ibu rumah tangga, langsung menyerbu stand sembako yang dibanderol lebih rendah dibanding harga pasar. Sudarwati, salah satu warga yang ikut berbelanja, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia menyebut selisih harga cukup signifikan dibanding […]

    Bagikan
  • Dapur MBG Belum Kantongi Sertifikat, Pemkab Magetan Tegaskan Program Tetap Aman

    Dapur MBG Belum Kantongi Sertifikat, Pemkab Magetan Tegaskan Program Tetap Aman

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan terus berjalan, meski belum seluruh dapur pelaksana memenuhi standar administrasi. Dari target 45 dapur yang direncanakan, saat ini baru terbentuk 16, dengan 15 di antaranya sudah beroperasi. Namun, belum ada satu pun yang mengantongi Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). Koordinator Wilayah BGN […]

    Bagikan
  • Pamit Menyusul Ibunya, Gadis 15 Tahun Hilang di Hutan Jati

    Pamit Menyusul Ibunya, Gadis 15 Tahun Hilang di Hutan Jati

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Seorang remaja perempuan bernama Ilut Apriliani (15) dilaporkan hilang di kawasan hutan jati Desa Lembeyan Wetan, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sejak Jumat sore (09/05/2025). Hingga Sabtu siang (10/05/2025), proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Ilut, warga Dusun Tegal Rejo RT 02 RW 04, terakhir terlihat berjalan […]

    Bagikan
  • PDIP Magetan Dapat “Alarm Keras” dari DPP, Diana Sasa Tegaskan Evaluasi Total

    PDIP Magetan Dapat “Alarm Keras” dari DPP, Diana Sasa Tegaskan Evaluasi Total

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – PDI Perjuangan Magetan memasuki fase evaluasi besar setelah mengalami rangkaian hasil kurang memuaskan pada Pemilu 2024 serta dua Pilkada beruntun. Ketua DPC PDIP Magetan terpilih, Diana Sasa, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut membuat DPP memberikan perhatian serius pada Magetan. Menurut Diana, kekalahan beruntun di tingkat legislatif dan eksekutif merupakan penanda bahwa PDIP […]

    Bagikan
expand_less