Berita Terkini
Trending Tags

38 SPPG Telah Berdiri, Pemkab Madiun Tekankan SOP ketat Pada Mitra

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
  • visibility 229
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Launching dan Running SPPG ke 38 Kabupaten Madiun, Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menegaskan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga saat ini, tercatat sudah ada 38 SPPG berdiri di Kabupaten Madiun, sementara kebutuhan ideal mencapai sekitar 53 hingga 54 unit.

Penegasan tersebut disampaikan dalam agenda grand launching SPPG Anak Sejahtera Wonoasri yang dikelola Yayasan Inovasi Pemuda Wonoasri, di Desa Wonoasri, Kecamatan Wonoasri, Jumat (10/4/2026).

Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Madiun, Achmad Romadhon, mengatakan seluruh mitra SPPG wajib mematuhi protap yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) agar program berjalan optimal dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Alhamdulillah, 38 SPPG di Madiun itu kita tekankan untuk tetap memenuhi protap yang sudah dijelaskan oleh BGN. Jangan sampai menghindari protap, sehingga ke depan SPPG di Kabupaten Madiun benar-benar bisa berjalan maksimal,” ujar Romadhon.

Ia menegaskan, kepatuhan terhadap SOP menjadi kunci utama keberhasilan program pemenuhan gizi, khususnya bagi pelajar. Selain itu, SPPG juga diharapkan tidak dijalankan secara asal-asalan karena berpotensi menimbulkan kerugian, baik dari sisi kualitas layanan maupun dampak program.

Menurutnya, keberadaan SPPG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga memiliki efek berantai terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Pemkab Madiun mendorong agar pelaku UMKM lokal dilibatkan sebagai pemasok bahan baku.

“Kita berharap selain pemenuhan gizi anak terpenuhi, SPPG ini juga bisa memutar roda ekonomi, minimal di kecamatan masing-masing. Mereka bisa menjadi pemasok bahan baku untuk SPPG yang ada,” jelasnya.

Berdasarkan pemetaan awal yang dilakukan BGN, Kabupaten Madiun membutuhkan sedikitnya 54 SPPG. Setiap unit SPPG dirancang untuk melayani sekitar 3.000 pelajar, mulai dari jenjang pendidikan usia dini hingga menengah.

Sementara itu, Mitra SPPG Wonoasri, Ma’arifatul Muslimin, menyebut unit yang dikelolanya akan menyasar pelajar di wilayah Kecamatan Wonoasri.

“Nantinya SPPG kami akan mensuplai pelajar di sekitar Kecamatan Wonoasri mulai dari RA, TK, SD, SMP, hingga SMA,” ujarnya singkat.

SPPG Wonoasri sendiri menjadi unit ke-38 di Kabupaten Madiun dan yang kedua di Kecamatan Wonoasri. Pemerintah daerah berharap keberadaannya dapat menjadi percontohan dalam pengelolaan SPPG yang sesuai standar, sekaligus mempercepat pemerataan layanan pemenuhan gizi bagi pelajar. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Miniatur Sound Horeg Laris Manis di Tengah Polemik Fatwa Haram, Pengrajin Kebanjiran Pesanan

    Miniatur Sound Horeg Laris Manis di Tengah Polemik Fatwa Haram, Pengrajin Kebanjiran Pesanan

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Di tengah polemik fatwa haram terkait sound horeg yang dikeluarkan sejumlah pesantren di Jawa Timur, fenomena tersebut justru membawa berkah bagi Rafli Eko Nurcahyo (25), warga Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Ia tetap kebanjiran pesanan miniatur sound horeg yang ia produksi secara mandiri. Rafli yang juga pemilik RQ […]

    Bagikan
  • Kapolres dan Satgas Pangan Lakukan Sidak MinyaKita di Pasar Besar Ngawi

    Kapolres dan Satgas Pangan Lakukan Sidak MinyaKita di Pasar Besar Ngawi

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Polres Ngawi bersama Satgas Pangan Kabupaten Ngawi melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Besar Ngawi guna memastikan ketersediaan bahan pokok serta meninjau peredaran minyak goreng subsidi merek MinyaKita. Sidak ini dilakukan untuk mengecek ketersediaan bahan pokok penting (bapokting). Selain itu, juga memastikan volume minyak goreng kemasan MinyaKita sesuai dengan takaran […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Bakal Jadikan PSC Kawasan Bebas Asap Rokok

    Pemkot Madiun Bakal Jadikan PSC Kawasan Bebas Asap Rokok

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun berencana menjadikan Pahlawan Street Center (PSC) sebagai kawasan tanpa asap rokok pada 2026 mendatang. Kebijakan ini digagas untuk menjaga kebersihan, kesehatan, sekaligus kenyamanan pengunjung di pusat wisata kota tersebut. Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan bahwa kebebasan merokok tetap dihormati, namun harus dilakukan di lokasi khusus. “Silakan merokok, […]

    Bagikan
  • Kejari Kota Madiun Gelar Lelang Barang Rampasan, Hasilkan Rp. 18 Juta untuk Negara

    Kejari Kota Madiun Gelar Lelang Barang Rampasan, Hasilkan Rp. 18 Juta untuk Negara

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun melaksanakan kegiatan pelelangan barang rampasan dari berbagai tindak pidana di wilayah hukumnya. Lelang terbuka ini digelar langsung di kantor Kejari Kota Madiun dan diikuti oleh masyarakat, Senin (29/07/2025). Sebanyak 36 barang rampasan yang terdiri dari 34 unit handphone, 1 unit komputer, dan 1 unit printer […]

    Bagikan
  • Bau Sampah dan Lalat Berterbangan Dikeluhkan Puluhan Pedagang Pasar Burung Caruban Madiun

    Bau Sampah dan Lalat Berterbangan Dikeluhkan Puluhan Pedagang Pasar Burung Caruban Madiun

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Puluhan pedagang pasar burung di Caruban Kabupaten Madiun mengeluhkan munculnya lalat disertai bau kurang sedap dari timbunan sampah. Sejak dua minggu ini, lokasi TPS di pasar burung tidak boleh dipakai membuang sampah. Larangan ditandai memakai bambu dan baner yang dipasang pada tembok TPS. Joko Harianto, salah satu pedagang burung mengaku sejak […]

    Bagikan
  • Pemuda Magetan Sulap Sampah Plastik Jadi BBM, Solusi Lingkungan Bernilai Ekonomi

    Pemuda Magetan Sulap Sampah Plastik Jadi BBM, Solusi Lingkungan Bernilai Ekonomi

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kepedulian terhadap lingkungan mendorong Doni Eko Hardianto, warga Desa Manjung, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, menciptakan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Lewat alat buatannya sendiri, Doni mampu mengubah tumpukan plastik tak terpakai menjadi solar, minyak tanah, hingga bensin. Berawal dari keprihatinan melihat sampah plastik yang menumpuk di sekitar […]

    Bagikan
expand_less