Berita Terkini
Trending Tags

Penataan Kampung Jepang Madiun Dimatangkan, Disiapkan Jadi Wisata Edukasi dan Pusat Bahasa

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • visibility 386
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kawasan Kampung Jepang di Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus mematangkan rencana penataan kawasan Kampung Jepang di Kelurahan Banjarejo Kecamatan Taman dengan fokus pada pemanfaatan yang lebih jelas dan berkelanjutan. Proyek ini diarahkan tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan pengembangan potensi lokal.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, menegaskan pentingnya penyamaan persepsi antar organisasi perangkat daerah (OPD) sebelum proyek dilanjutkan. Hal ini karena terdapat beberapa dinas yang terlibat langsung dalam pengelolaan kawasan tersebut.

“Harus ada satu persepsi dulu, Kampung Jepang ini ke depan akan dimanfaatkan untuk apa. Siapa yang bertanggung jawab, siapa yang menangani, dan siapa yang merawat harus jelas sebelum proyek dijalankan,” ujar Jumat (16/4/2026).

Menurutnya, konsep penataan saat ini masih dalam tahap pembenahan. Ia memberikan tenggat waktu hingga akhir bulan kepada tim OPD terkait untuk merumuskan konsep final yang nantinya akan dilaporkan secara langsung kepadanya.

Dalam rencana pengembangannya, Kampung Jepang tetap akan difokuskan sebagai kawasan wisata. Namun, Pemkot Madiun juga membuka peluang pengembangan fungsi lain, terutama di bidang edukasi.

Salah satu konsep yakni pengembangan edukasi berbasis pertanian dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di kawasan tersebut. Selain itu, juga direncanakan pembangunan laboratorium bahasa yang akan melibatkan kerja sama dengan perguruan tinggi di Kota Madiun.

“Selain wisata, ada peluang ke arah edukasi. Bisa tentang tanaman pertanian, kemudian ada juga rencana lab bahasa yang nanti dikolaborasikan dengan kampus,” jelasnya.

Dari sisi infrastruktur, pemerintah belum merencanakan perubahan fisik secara signifikan dalam waktu dekat. Namun, akan ada penyesuaian fungsi dari fasilitas yang sudah ada agar lebih optimal dan sesuai dengan konsep baru yang disusun.

Tak hanya Kampung Jepang, penataan serupa juga akan dilakukan di kawasan Kampung Korea sebagai bagian dari pengembangan destinasi tematik di Kota Madiun.

Pemkot Madiun berharap, dengan konsep yang matang dan pengelolaan yang jelas, kawasan Kampung Jepang dapat segera dimanfaatkan secara maksimal dan memberikan dampak ekonomi serta edukatif bagi masyarakat. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi: Unjuk Rasa DPRD Madiun Tak Sesuai Prosedur Hukum

    Polisi: Unjuk Rasa DPRD Madiun Tak Sesuai Prosedur Hukum

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Aksi demonstrasi di Gedung DPRD Kota Madiun pada Sabtu (30/08/2025) lalu ternyata tidak memenuhi prosedur sebagaimana diatur dalam undang-undang. Polisi menyebut, aksi yang berakhir ricuh hingga terjadi penjarahan tersebut digelar tanpa surat pemberitahuan resmi. Kasi Humas Polres Madiun Kota, Iptu Ubaidillah, menegaskan bahwa pihaknya hanya menerima satu pemberitahuan yang disampaikan […]

    Bagikan
  • Libatkan Ojol, Pemkot Madiun Perkuat Pengawasan Peredaran Rokok Ilegal

    Libatkan Ojol, Pemkot Madiun Perkuat Pengawasan Peredaran Rokok Ilegal

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar sosialisasi barang kena cukai pada Selasa (18/11/2025). Kegiatan ini melibatkan para pengemudi ojek online (ojol) se-Madiun Raya sebagai langkah memperluas pemahaman tentang peredaran barang ilegal, terutama rokok tanpa cukai. Acara tersebut dihadiri Wali Kota Madiun Maidi, Wakil Wali Kota, Sekda Kota Madiun, serta narasumber dari Bea […]

    Bagikan
  • Ancaman Longsor Mengintai Ngebel, Tiga Rumah Masuk Zona Bahaya

    Ancaman Longsor Mengintai Ngebel, Tiga Rumah Masuk Zona Bahaya

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Tiga rumah warga di Dukuh Sedayu, Desa Talun, Kecamatan Ngebel, masuk dalam kategori rawan bahaya akibat berada tepat di bawah titik longsoran. Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa kondisi tanah di wilayah tersebut didominasi material batuan besar, dengan persentase mencapai sekitar tiga puluh persen. Saat hujan deras, material dari atas […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Kaji Perampingan OPD, Antisipasi Batas Belanja Pegawai 30 Persen Mulai 2027

    Pemkab Magetan Kaji Perampingan OPD, Antisipasi Batas Belanja Pegawai 30 Persen Mulai 2027

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mulai menyiapkan langkah strategis untuk menyesuaikan struktur birokrasi menjelang penerapan penuh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD). Salah satu opsi yang kini dikaji adalah penggabungan atau perampingan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bagian dari upaya efisiensi […]

    Bagikan
  • DPRD Ngawi Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Pemkab Dorong Penguatan Riset dan Inovasi Daerah

    DPRD Ngawi Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Pemkab Dorong Penguatan Riset dan Inovasi Daerah

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ngawi menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Ngawi Tahun Anggaran 2025, sekaligus pembahasan tiga rancangan peraturan daerah (ranperda) inisiatif DPRD dan satu ranperda dari pihak eksekutif. Dalam forum tersebut, DPRD juga mendengarkan jawaban Bupati Ngawi atas pandangan umum […]

    Bagikan
  • Serangga Masuk Telinga, Dokter: Terlalu Sering Membersihkan Telinga Justru Berisiko

    Serangga Masuk Telinga, Dokter: Terlalu Sering Membersihkan Telinga Justru Berisiko

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus serangga masuk ke dalam telinga mungkin terdengar sepele, namun masih sering terjadi dan tak jarang membuat panik. Menariknya, kebiasaan masyarakat yang terlalu rajin membersihkan telinga justru bisa memperbesar risiko tersebut. Fenomena ini diungkapkan oleh dr. Rosa Falerina, Sp.THT-BKL Subsp.N.O (K), dokter spesialis THT dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, saat memberikan […]

    Bagikan
expand_less