HUT ke-22 RSUD Kota Madiun, Pelayanan Meningkat, Inovasi Layanan Jadi Fokus ke Depan
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 40
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Suasana hangat terasa di RSUD Kota Madiun, Jumat (24/4/2026). Di tengah momentum tasyakuran hari ulang tahun ke-22, perhatian tidak hanya tertuju pada seremoni, tetapi juga pada denyut pelayanan yang terus bergerak melayani ratusan pasien setiap hari.
Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, meninjau langsung pelayanan rumah sakit. Ia menyusuri area poli, menyapa pasien yang tengah mengantre, serta berbincang dengan keluarga mereka. Di sela kunjungan, ia juga menyerahkan suvenir sebagai bentuk perhatian sekaligus memberi semangat bagi pasien agar lekas pulih.
Bagi Bagus, rumah sakit bukan sekadar fasilitas layanan kesehatan, tetapi juga ruang harapan. Ia menilai, tren pelayanan di RSUD Kota Madiun menunjukkan peningkatan signifikan, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Karena itu, ia mendorong agar pengembangan layanan terus dilakukan.
“Pelayanan di RSUD ini naik dari target dan harus terus ditingkatkan. Kami juga minta ada diferensiasi layanan agar masyarakat semakin percaya dan memilih berobat ke sini,” ujarnya.
Menurutnya, meskipun berstatus rumah sakit milik pemerintah daerah, kualitas layanan harus mampu bersaing dengan rumah sakit swasta ternama. Ia mengaku telah mengikuti perkembangan RSUD Kota Madiun selama tujuh tahun terakhir, sejak masih di DPRD dan melihat percepatan peningkatan terutama dalam empat tahun terakhir, baik dari sisi pelayanan maupun pembangunan.
“Saya berharap rumah sakit walaupun ini rumah sakit milik pemerintah daerah, ini seluruh pelayannya standar semuanya rumah sakit swasta yang sudah punya nama. Dalam 4 tahun terakhir ini peningkatannya cepat gitu dalam sisi pelayanan pembangunan dan semuanya itu cepat,” tutup Bagus.
Di sisi lain, Direktur RSUD Kota Madiun, dr. Muhammad Nur, menyebut pihaknya tengah menyiapkan langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut. Salah satunya dengan mengkaji layanan unggulan yang bisa menjadi pembeda dibanding rumah sakit lain.
“Ke depan kami ingin punya layanan yang berbeda. Tapi tentu kami lihat dulu kesiapan SDM dan sarana prasarana. Bisa dari layanan obgyn, jantung, atau saraf, ini masih kami telaah,” jelasnya.
Di tengah upaya pengembangan, lonjakan jumlah pasien menjadi indikator kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh. Saat ini, kunjungan rawat jalan mencapai 600 hingga 800 pasien per hari, meningkat dari sebelumnya yang berkisar 500–600 pasien. Bahkan, setelah libur panjang, jumlah pasien bisa menyentuh angka 1.000 per hari.
Untuk mengantisipasi kepadatan, manajemen rumah sakit menerapkan sejumlah strategi. Di antaranya menambah jumlah dokter yang praktik secara bersamaan di jam pagi serta memangkas antrean di bagian pendaftaran dengan mengarahkan pasien langsung ke poli tujuan.
“Mengantisipasi peningkatan, pertama memang kita menurunkan misal poli ada 3 dokternya kita turunkan. Untuk mengurangi antrean di pendaftaran sebagian besar poli itu kita langsung arahkan pasien ke polinya, jadi tidak numpuk di pendaftaran,” jelas dr. Nur.

Namun, bagi manajemen RSUD, peningkatan layanan tidak hanya soal kecepatan dan jumlah pasien yang terlayani. Lebih dari itu, kenyamanan dan rasa aman menjadi bagian penting dalam pengalaman pasien.
“Harapan kami, pasien datang ke rumah sakit sudah merasa nyaman dan aman. Bahkan sebelum minum obat pun sudah merasa lebih baik,” ujar dr. Nur.
Memasuki usia ke-22, RSUD Kota Madiun terus berbenah. Tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memperluas ragam pelayanan dengan merekrut tenaga spesialis baru. Semangat untuk keluar dari zona nyaman menjadi pijakan, agar rumah sakit daerah ini mampu menjadi pilihan utama masyarakat.
Plt Wali Kota Bagus Panuntun dalam kesempatan ini juga melakukan potong tumbeng yang langsung diberikan kepada pasien. Menurutnya, pelayanan yang terutama adalah untuk masyarakat.
“Jadi pelayanan kepada masyarakat ini harus yang diutamakan. Kepercayaan masyarakat harus dijaga dan terus ditingkatkan,” tegasnya.
Di tengah langkah inovasi yang terus dirancang, RSUD Kota Madiun berupaya memastikan bahwa setiap pasien tidak sekadar dilayani, tetapi juga dihargai sebagai manusia yang membutuhkan harapan. (Kus)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





