Kemarau di Madiun Mulai Mengganas, Dinkes Waspadai Lonjakan Pneumonia dan ISPA
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 69
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Musim kemarau yang mulai melanda Kabupaten Madiun dengan suhu udara mencapai 34 derajat Celsius memicu kewaspadaan terhadap meningkatnya risiko penyakit saluran pernapasan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit seperti Influenza, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Pneumonia, hingga diare.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujiyanto, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kesehatan selama musim kemarau.
“Kami sudah mengantisipasi penyakit-penyakit yang berpotensi muncul akibat musim kemarau. Surat edaran telah kami kirimkan kepada seluruh puskesmas untuk mewaspadai Influenza, ISPA, Pneumonia, diare, bahkan DBD apabila sewaktu-waktu terjadi hujan,” ujar Agung, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, Dinkes juga meminta seluruh fasilitas kesehatan memastikan ketersediaan obat-obatan, kesiapan ruang perawatan bagi puskesmas rawat inap, serta memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui petugas promosi kesehatan (Promkes).
Selain itu, sistem surveilans penyakit juga diperketat. Petugas kesehatan di puskesmas, pustu, dan polindes diminta aktif memantau kemungkinan peningkatan kasus penyakit yang berkaitan dengan musim kemarau.
“Jika ditemukan lonjakan kasus, petugas akan segera melakukan investigasi dan edukasi kepada masyarakat bersama tim promosi kesehatan,” katanya.
Dinkes Kabupaten Madiun juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna mengurangi risiko terkena penyakit saluran pernapasan.
Warga yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker untuk menghindari paparan debu serta memperbanyak konsumsi air putih agar tidak mengalami dehidrasi akibat cuaca panas.
“Kami mengimbau masyarakat tetap memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan memperbanyak minum air putih. Jika mengalami gejala penyakit, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan karena kami siap memberikan pelayanan,” tambahnya.
Data Dinkes Kabupaten Madiun menunjukkan kasus Pneumonia pada balita masih ditemukan sepanjang tiga bulan terakhir. Pada Maret 2026 tercatat 119 kasus, April 101 kasus, dan Mei 21 kasus.
Sementara itu, kasus ISPA pada balita tercatat lebih tinggi, yakni 800 kasus pada Maret, meningkat menjadi 897 kasus pada April, dan 271 kasus pada Mei 2026.
Meski tren kasus pada Mei mengalami penurunan, Dinkes tetap meminta masyarakat tidak lengah karena cuaca panas dan kondisi lingkungan yang berdebu selama musim kemarau berpotensi memicu gangguan kesehatan, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan lansia. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





