Keterlambatan KA di Daop 7 Madiun Lebih dari 10 Jam Imbas Insiden Bekasi Timur
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 42
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh mengalami keterlambatan tinggi hingga lebih dari 10 jam akibat gangguan operasional di lintas Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026). Dampak insiden tersebut merembet ke berbagai daerah operasi, termasuk wilayah Daop 7 Madiun. Gangguan operasional KA itu juga menyebabkan pembatalan sejumlah perjalanan kereta.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan gangguan operasional di wilayah Daop 1 Jakarta yang memengaruhi sirkulasi perjalanan kereta api di lintas Jawa.
“Kami memohon maaf atas kendala operasional di lintas Bekasi Timur. Petugas saat ini terus melakukan percepatan normalisasi jalur serta rekayasa pola operasi agar perjalanan kereta dapat kembali sesuai jadwal,” ujar Tohari.
Berdasarkan pembaruan pukul 06.30 WIB, sejumlah kereta api tercatat mengalami keterlambatan tinggi, di antaranya KA Bangunkarta relasi Pasarsenen–Jombang yang terlambat hingga 630 menit, serta KA Brantas relasi Pasarsenen–Blitar dengan keterlambatan mencapai 657 menit. Selain itu, KA Matarmaja, Majapahit, Jayakarta, Gajayana, hingga Singasari juga mengalami keterlambatan antara 261 hingga 573 menit.
KAI menyebut keterlambatan ini berdampak pada perjalanan kereta dari dan menuju wilayah Jawa Timur. Termasuk penumpang yang akan tiba di stasiun-stasiun di bawah Daop 7 Madiun seperti Jombang dan Blitar.
“Kami memberikan memberikan kompensasi berupa service recovery kepada penumpang terdampak, baik di stasiun maupun di dalam kereta. Seperti pemberian minuman hingga makanan berat sesuai durasi keterlambatan,” jelasnya.
Selain itu, pelanggan yang memilih membatalkan perjalanan juga diberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan.
KAI memastikan upaya pemulihan terus dilakukan agar perjalanan kereta api kembali normal secepatnya. Evaluasi menyeluruh juga akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





