Bikin Panik ! Belasan Siswa Pingsan di Muhipo, Ternyata Simulasi Keracunan Massal
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 91
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Suasana panik sempat menyelimuti kegiatan belajar mengajar di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo (Muhipo), Selasa (5/5/2026) pagi. Belasan siswa kelas XI tiba-tiba pingsan, sebagian lainnya mengalami muntah hingga kejang usai menyantap kue ulang tahun milik salah satu teman sekelas.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB itu membuat guru dan siswa lainnya kebingungan. Sejumlah siswa tampak merintih kesakitan, sementara pihak sekolah berupaya memberikan pertolongan awal.
Tak berselang lama, empat unit ambulans dari Public Safety Center (PSC) 119 Ponorogo datang ke lokasi. Para siswa kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Ponorogo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Namun, kejadian tersebut ternyata bukan peristiwa nyata. Insiden itu merupakan bagian dari simulasi penanganan keracunan massal yang digelar oleh RSU Aisyiyah Ponorogo. Bahkan, pihak sekolah mengaku tidak mengetahui secara detail rencana kegiatan tersebut sebelumnya.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo, Sugeng Riyadi, mengatakan simulasi ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan seluruh pihak terhadap situasi darurat.
“Simulasi ini guna meningkatkan kewaspadaan. Selain untuk tim medis, ini juga sangat bermanfaat bagi siswa maupun guru di SMA Muhipo. Persiapannya pun cukup singkat, hanya sekitar satu hari,” ujarnya.
Salah satu siswi, Icha Auliya Zahrani, mengaku sempat terkejut dengan kejadian tersebut. Ia mengira insiden itu benar-benar terjadi.

“Tadi kaget saat teman-teman merayakan ulang tahun, tiba-tiba ada yang pingsan dan merintih kesakitan. Kira-kira ada 15 siswa. Ternyata hanya simulasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Humas RSU Aisyiyah Ponorogo, Arbain, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya evaluasi kesiapsiagaan tenaga medis dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya kasus keracunan massal.
“Ini untuk mengecek kesiapsiagaan tenaga medis dalam menangani peristiwa darurat. Selain itu, masyarakat umum juga diharapkan lebih sigap apabila menemukan kasus serupa,” jelasnya.
Dengan adanya simulasi ini, diharapkan kesiapsiagaan tenaga medis dan pihak sekolah dalam menangani kejadian darurat semakin meningkat. Selain itu, masyarakat juga diharapkan mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi kasus keracunan makanan maupun kondisi gawat darurat lainnya. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





