Jembatan Ambrol di Madiun Akhirnya Ditangani, Target 3 Pekan Bisa Dilalui
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 40
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mulai melakukan penanganan darurat terhadap jembatan ambrol di Desa Glonggong, Dusun Plumpung, Kecamatan Balerejo. Infrastruktur vital yang sempat memutus akses warga itu ditargetkan bisa kembali difungsikan dalam waktu dekat, meski dengan keterbatasan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, mengatakan perbaikan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara guna memulihkan mobilitas warga.
“Dalam dua sampai tiga minggu ke depan, jembatan ditargetkan sudah bisa dilewati. Namun sementara hanya untuk kendaraan roda dua,” ujar Boby.
Perbaikan darurat dilakukan dengan memanfaatkan struktur jembatan yang masih kokoh. Bagian tersebut akan disambung menggunakan baja jenis wide flange (WF), sementara permukaan lantai jembatan dilapisi bordes atau pelat baja anti-selip agar aman dilintasi.
Menurut Boby, langkah ini diambil sebagai solusi cepat agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh terlalu lama. Terlebih, jembatan tersebut merupakan jalur penting bagi warga, khususnya petani, serta menjadi akses alternatif menuju Kabupaten Ngawi.
Di sisi lain, bagian jembatan yang mengalami penurunan akan dipotong untuk mencegah kerusakan lebih luas. Diketahui, salah satu pilar jembatan mengalami penurunan struktur yang berpotensi menyeret bagian lain jika tidak segera ditangani.
“Ada satu pilar yang turun, itu akan kami potong. Kalau tidak, bagian yang masih kuat bisa ikut terdampak,” jelasnya.
Meski penanganan darurat segera dilakukan, Pemkab Madiun tetap mendorong pembangunan jembatan permanen. Rencana tersebut sudah masuk tahap perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED) dengan estimasi anggaran mencapai Rp 26 miliar.
Namun, realisasi pembangunan permanen masih menunggu kepastian anggaran. Pemkab Madiun saat ini membuka peluang pembiayaan dari pemerintah pusat.
“DED sudah kami susun dan disampaikan ke pimpinan. Tapi untuk realisasi masih tergantung kondisi anggaran. Kami akan coba ajukan ke pemerintah pusat,” pungkas Boby. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





