Berita Terkini
Trending Tags

Disdikpora Magetan Klarifikasi Siswa Belajar di Teras, Janji Perbaikan Bertahap

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 237
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kepala Disdikpora Magetan, Suhardi mengungkapkan secara umum jumlah ruang kelas di SDN Sumbersawit 3 tidak mencukupi. (12/5/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Magetan akhirnya angkat bicara terkait kondisi siswa SD Negeri Sumbersawit 3 yang sempat viral karena belajar di teras dan tanpa alas memadai. Pemerintah memastikan situasi tersebut dipicu keterbatasan ruang saat pelaksanaan ujian, sekaligus menegaskan komitmen untuk melakukan perbaikan secara bertahap.

Kepala Disdikpora Magetan, Suhardi, menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi bertepatan dengan pelaksanaan tes sumatif siswa kelas 6 yang berlangsung beberapa waktu lalu. Dalam pelaksanaannya, setiap siswa harus menempati satu bangku, sehingga membutuhkan tambahan ruang.

“Karena ruang kelas terbatas, sebagian ruang diprioritaskan untuk ujian. Kami tidak ingin mengurangi hak siswa lain untuk tetap belajar, sehingga mereka tetap masuk dan diarahkan belajar di lokasi alternatif,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Menurut Suhardi, sebagian siswa sebenarnya telah difasilitasi belajar di balai pertemuan dusun setempat. Namun, ia mengakui masih ada beberapa siswa yang saat itu belajar di lantai tanpa alas, yang kemudian memicu perhatian publik.

“Kami sudah turun langsung ke lapangan untuk mengecek. Memang ada sebagian kecil siswa yang belajar di lantai tanpa alas. Itu sudah kami tegur, dan kami minta sekolah memastikan ke depan harus menggunakan alas,” tegasnya.

Lebih jauh, Suhardi mengungkapkan bahwa secara umum jumlah ruang kelas di SDN Sumbersawit 3 memang tidak mencukupi. Di sisi lain, pembangunan ruang kelas baru juga menghadapi kendala, baik dari sisi jumlah siswa maupun keterbatasan lahan.

“Jumlah siswa di sekolah itu sekitar 30-an anak. Secara aturan, belum memenuhi syarat untuk penambahan ruang kelas baru. Selain itu, lahan juga terbatas, karena di bagian belakang sudah berupa jurang,” jelasnya.

Sebagai solusi sementara, pihak sekolah melakukan penyekatan ruang kelas agar dapat digunakan secara lebih efisien. Satu ruang kelas dibagi menjadi dua ruang belajar dengan sekat permanen hingga ke bagian atas.

Meski demikian, Disdikpora tetap mengakui adanya kerusakan bangunan, seperti plafon yang berlubang. Perbaikan ringan, kata Suhardi, akan segera dilakukan melalui gotong royong, sementara perbaikan skala besar akan diusulkan melalui mekanisme anggaran.

“Untuk kerusakan ringan seperti plafon bisa segera ditangani. Tapi untuk perbaikan besar, akan kami ajukan dalam anggaran, baik melalui APBD maupun program dari pemerintah pusat,” imbuhnya.

Ia juga memastikan bahwa SDN Sumbersawit 3 tidak memungkinkan untuk dilakukan penggabungan (regrouping) dengan sekolah lain, mengingat lokasi geografis yang sulit dan menjadi satu-satunya sekolah yang melayani satu dusun.

“Kalau diregrouping harus turun ke desa lain dengan medan yang naik turun, itu tidak memungkinkan. Jadi sekolah ini tetap dipertahankan,” katanya.

Disdikpora mencatat, saat ini terdapat sekitar 90 hingga hampir 100 ruang kelas di Kabupaten Magetan yang mengalami kerusakan berat dan menjadi prioritas penanganan. Selain itu, masih banyak ruang kelas dengan kategori rusak ringan yang juga membutuhkan perhatian.

“Data ini terus kami perbarui melalui Dapodik. Ini penting agar penanganan bisa tepat sasaran dan sesuai prioritas,” jelas Suhardi.

Terkait penanganan ke depan, pihaknya tengah memetakan sekolah-sekolah yang dapat segera diintervensi melalui perubahan anggaran (PAK) maupun program bantuan dari pemerintah pusat, seperti revitalisasi sekolah.

“Kami tidak bisa langsung menyelesaikan semua sekaligus karena keterbatasan anggaran. Tapi ini sudah masuk prioritas dan akan kami upayakan secara bertahap,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Madiun Maidi Dinobatkan Jadi Warga Kehormatan Muda Korps Brimob

    Wali Kota Madiun Maidi Dinobatkan Jadi Warga Kehormatan Muda Korps Brimob

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Sidoarjo – Jika biasanya Wali Kota Madiun, Maidi memakai Pakaian Dinas Harian (PDH) Kheki atau baju Korpri, namun berbeda kali ini. Seragam korps Brigadir Mobil (Brimob) melekat saat menghadiri HUT ke-80 di Mako Kompi 3 Batalyon A Pelopor Satuan Brigade Mobil Polda Jatim, Jumat (14/11). Bukan tanpa alasan, Walikota Maidi mendapatkan penghargaan sebagai Warga […]

    Bagikan
  • Kebakaran Hanguskan Satu Rumah di Madiun, Lima Penghuni Selamat

    Kebakaran Hanguskan Satu Rumah di Madiun, Lima Penghuni Selamat

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Sebuah rumah di Desa Kajang, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, hangus terbakar pada Sabtu pagi (15/03/2025). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB ini menghanguskan seluruh bagian rumah, meski lima penghuni berhasil menyelamatkan diri. Menurut warga setempat, Iswati selaku Ketua RT, api pertama kali muncul dari bagian belakang rumah […]

    Bagikan
  • Puluhan Hektar Padi Rusak Diserang Wereng, Petani Panen Lebih Awal

    Puluhan Hektar Padi Rusak Diserang Wereng, Petani Panen Lebih Awal

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Puluhan hektar lahan pertanian padi di Desa Winong, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, rusak parah akibat serangan hama wereng. Serangan hama tersebut menyebabkan bulir padi kosong dan banyak tanaman mati. Akibatnya, petani terpaksa melakukan panen lebih awal demi menghindari kerugian yang lebih besar. Wereng tak hanya merusak bulir padi, tapi juga […]

    Bagikan
  • Jalan Jembatan Mojorayung Ambles Terdampak Banjir

    Jalan Jembatan Mojorayung Ambles Terdampak Banjir

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Warga Desa Mojorayung merasakan dampak banjir yang melanda wilayah setempat. Badan jembatan di Dusun Blodro Desa Mojorayung Kecamatan Wungu Ambles lantaran tergerus aliran banjir pada Sabtu malam (15/3/2025). Terpantau pada Minggu (16/3/2025) akses jembatan desa setempat hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Namun, warga yang melintas di jalan tersebut […]

    Bagikan
  • Dua Motor Tabrakan di Maospati Magetan, Dua Pengendara Alami Luka Serius

    Dua Motor Tabrakan di Maospati Magetan, Dua Pengendara Alami Luka Serius

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Jalan Raya Maospati–Magetan, tepatnya di depan Kantor Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Kamis (31/07/2025) sekitar pukul 07.30 WIB. Dua sepeda motor bertabrakan hingga mengakibatkan dua orang pengendara mengalami luka cukup serius. Kejadian ini melibatkan sepeda motor Yamaha Vixion AE 5866 OW yang dikendarai […]

    Bagikan
  • Bus Mila Tabrak Truk Tronton di Tol Ngawi–Kertosono, Begini Penjelasan PT JNK

    Bus Mila Tabrak Truk Tronton di Tol Ngawi–Kertosono, Begini Penjelasan PT JNK

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus Mila dan truk tronton terjadi di KM 594/B Ruas Jalan Tol Ngawi–Kertosono, Jawa Timur, pada Sabtu (31/1/2026) dini hari. Insiden tersebut mengakibatkan sekitar 20 orang menjadi korban luka, baik ringan maupun berat. Peristiwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.11 WIB saat kedua kendaraan melaju dari arah […]

    Bagikan
expand_less