Berita Terkini
Trending Tags

Disdikpora Magetan Klarifikasi Siswa Belajar di Teras, Janji Perbaikan Bertahap

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 286
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kepala Disdikpora Magetan, Suhardi mengungkapkan secara umum jumlah ruang kelas di SDN Sumbersawit 3 tidak mencukupi. (12/5/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Magetan akhirnya angkat bicara terkait kondisi siswa SD Negeri Sumbersawit 3 yang sempat viral karena belajar di teras dan tanpa alas memadai. Pemerintah memastikan situasi tersebut dipicu keterbatasan ruang saat pelaksanaan ujian, sekaligus menegaskan komitmen untuk melakukan perbaikan secara bertahap.

Kepala Disdikpora Magetan, Suhardi, menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi bertepatan dengan pelaksanaan tes sumatif siswa kelas 6 yang berlangsung beberapa waktu lalu. Dalam pelaksanaannya, setiap siswa harus menempati satu bangku, sehingga membutuhkan tambahan ruang.

“Karena ruang kelas terbatas, sebagian ruang diprioritaskan untuk ujian. Kami tidak ingin mengurangi hak siswa lain untuk tetap belajar, sehingga mereka tetap masuk dan diarahkan belajar di lokasi alternatif,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Menurut Suhardi, sebagian siswa sebenarnya telah difasilitasi belajar di balai pertemuan dusun setempat. Namun, ia mengakui masih ada beberapa siswa yang saat itu belajar di lantai tanpa alas, yang kemudian memicu perhatian publik.

“Kami sudah turun langsung ke lapangan untuk mengecek. Memang ada sebagian kecil siswa yang belajar di lantai tanpa alas. Itu sudah kami tegur, dan kami minta sekolah memastikan ke depan harus menggunakan alas,” tegasnya.

Lebih jauh, Suhardi mengungkapkan bahwa secara umum jumlah ruang kelas di SDN Sumbersawit 3 memang tidak mencukupi. Di sisi lain, pembangunan ruang kelas baru juga menghadapi kendala, baik dari sisi jumlah siswa maupun keterbatasan lahan.

“Jumlah siswa di sekolah itu sekitar 30-an anak. Secara aturan, belum memenuhi syarat untuk penambahan ruang kelas baru. Selain itu, lahan juga terbatas, karena di bagian belakang sudah berupa jurang,” jelasnya.

Sebagai solusi sementara, pihak sekolah melakukan penyekatan ruang kelas agar dapat digunakan secara lebih efisien. Satu ruang kelas dibagi menjadi dua ruang belajar dengan sekat permanen hingga ke bagian atas.

Meski demikian, Disdikpora tetap mengakui adanya kerusakan bangunan, seperti plafon yang berlubang. Perbaikan ringan, kata Suhardi, akan segera dilakukan melalui gotong royong, sementara perbaikan skala besar akan diusulkan melalui mekanisme anggaran.

“Untuk kerusakan ringan seperti plafon bisa segera ditangani. Tapi untuk perbaikan besar, akan kami ajukan dalam anggaran, baik melalui APBD maupun program dari pemerintah pusat,” imbuhnya.

Ia juga memastikan bahwa SDN Sumbersawit 3 tidak memungkinkan untuk dilakukan penggabungan (regrouping) dengan sekolah lain, mengingat lokasi geografis yang sulit dan menjadi satu-satunya sekolah yang melayani satu dusun.

“Kalau diregrouping harus turun ke desa lain dengan medan yang naik turun, itu tidak memungkinkan. Jadi sekolah ini tetap dipertahankan,” katanya.

Disdikpora mencatat, saat ini terdapat sekitar 90 hingga hampir 100 ruang kelas di Kabupaten Magetan yang mengalami kerusakan berat dan menjadi prioritas penanganan. Selain itu, masih banyak ruang kelas dengan kategori rusak ringan yang juga membutuhkan perhatian.

“Data ini terus kami perbarui melalui Dapodik. Ini penting agar penanganan bisa tepat sasaran dan sesuai prioritas,” jelas Suhardi.

Terkait penanganan ke depan, pihaknya tengah memetakan sekolah-sekolah yang dapat segera diintervensi melalui perubahan anggaran (PAK) maupun program bantuan dari pemerintah pusat, seperti revitalisasi sekolah.

“Kami tidak bisa langsung menyelesaikan semua sekaligus karena keterbatasan anggaran. Tapi ini sudah masuk prioritas dan akan kami upayakan secara bertahap,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tragedi Anak 7 Tahun di RS Hermina Madiun, Ini Pernyataan Resmi Pihak Rumah Sakit

    Tragedi Anak 7 Tahun di RS Hermina Madiun, Ini Pernyataan Resmi Pihak Rumah Sakit

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Manajemen RS Hermina Madiun akhirnya menyampaikan pernyataan resmi melalui akun Instagram (IG) @rsuherminamadiun terkait insiden jatuhnya seorang anak dari lantai atas rumah sakit tersebut. Dalam pernyataan itu, pihak rumah sakit menyampaikan duka cita mendalam sekaligus menegaskan komitmen untuk bekerja sama dalam proses penyelidikan. “RS Hermina Madiun menyampaikan duka cita yang […]

    Bagikan
  • PSI Jatim Panaskan Mesin Menuju Pemilu 2029, Kaesang: Strukturnya Paling Solid

    PSI Jatim Panaskan Mesin Menuju Pemilu 2029, Kaesang: Strukturnya Paling Solid

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Konsolidasi besar-besaran dilakukan melalui Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW PSI Jawa Timur di Gedung Dyandra, Surabaya, Jumat (9/1/2026). Agenda ini tak sekadar seremonial. PSI menegaskan fokus penguatan struktur hingga tingkat DPC (kecamatan) se-Jawa Timur, sekaligus melantik kepengurusan DPW PSI Jatim […]

    Bagikan
  • Kemarau di Madiun Mulai Mengganas, Dinkes Waspadai Lonjakan Pneumonia dan ISPA

    Kemarau di Madiun Mulai Mengganas, Dinkes Waspadai Lonjakan Pneumonia dan ISPA

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Musim kemarau yang mulai melanda Kabupaten Madiun dengan suhu udara mencapai 34 derajat Celsius memicu kewaspadaan terhadap meningkatnya risiko penyakit saluran pernapasan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit seperti Influenza, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Pneumonia, hingga diare. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten […]

    Bagikan
  • Ratusan Ruang Kelas SD di Kabupaten Madiun Alami Kerusakan, Terbanyak pada Bagian Atap

    Ratusan Ruang Kelas SD di Kabupaten Madiun Alami Kerusakan, Terbanyak pada Bagian Atap

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 405 Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Madiun mengalami kerusakan, baik dalam kategori sedang maupun berat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun mencatat ada sekitar 385 ruang kelas rusak berat dan lebih dari 400 ruang kelas mengalami kerusakan sedang. “Memang banyak sekolah yang rusak, dan jumlahnya bisa bertambah seiring […]

    Bagikan
  • ‘Klinong-Klinong’ Keliling Caruban Meriahkan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, Kenalkan Ikon Kampung Pesilat

    ‘Klinong-Klinong’ Keliling Caruban Meriahkan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, Kenalkan Ikon Kampung Pesilat

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun tahun 2026 terus bergulir dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, komunitas, hingga insan media. Setelah menggelar Fun Bike pada Jumat (10/7/2026). Pemerintah Kabupaten Madiun melanjutkan perayaan melalui agenda “Klinong-Klinong” atau mini touring keliling Kota Caruban bersama komunitas motor tua Black Hawk dan awak media. […]

    Bagikan
  • Lutung Jawa Muncul di Permukiman Warga Tamanarum, Polisi Turun Tangan

    Lutung Jawa Muncul di Permukiman Warga Tamanarum, Polisi Turun Tangan

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kemunculan seekor primata yang diduga kuat merupakan lutung Jawa (Trachypithecus auratus) membuat warga Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, heboh pada Selasa (23/12/2025). Satwa yang termasuk kategori dilindungi itu terlihat berpindah-pindah di genting beberapa rumah warga, sehingga membuat masyarakat memilih melapor ke pihak kepolisian. Kapolsek Parang, AKP Sukarno, mengonfirmasi pihaknya menerima […]

    Bagikan
expand_less