Berita Terkini
Trending Tags

Sempat Tak Bisa Dihubungi, Anak Hilang di Madiun Ditemukan Polisi Kurang 24 Jam

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
  • visibility 176
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Polsek Kartoharjo berhasil menemukan anak yang hilang dengan kondisi selamat. Foto : Kris

Sinergia | Kota Madiun –  Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kartoharjo Polres Madiun Kota menerima pengaduan laporan anak hilang pada Jum’at (26/12/2025) malam. Korban FHA meninggalkan rumah sejak Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 20.00 WIB. Gadis 13 tahun itu selama ini tinggal bersama Asri Sukmajati (36) bibinya dan Sri Darwati (68) sang nenek di Jalan Mandalasari 21 Rejomulyo, Kartoharjo Kota Madiun.

“Jum at malam kami menerima pengaduan adanya anak yang hilang dari bibi dan nenek korban. Yang bersangkutan tidak pulang ke rumah sudah 1 hari. Kalau dari keterangan keluarga memang kondisi emosionalnya yang tidak stabil,” terang Kapolsek Kartoharjo, Kompol Mujo Prajoko saat dikonfirmasi Minggu (28/12/2025).

Usai menerima laporan, personel Unit Reskrim Polsek Kartoharjo melakukan serangkaian penyelidikan dan meminta sejumlah keterangan saksi. Dari penelusuran, FHA sempat mendatangi rumah temannya di Jalan Sidomakmur Kelurahan Manguharjo Kecamatan Manguharjo pada hari Jum’at pukul 22.00 WIB. Namun, setelah itu, anak tersebut pamit keluar dengan alasan mencari kost-kostan di daerah Alun-Alun Kota Madiun, namun rupanya tak kunjung kembali ke rumah dan tidak bisa dihubungi.

“Setelah melalui proses penyelidikan pemeriksaan saksi-saksi dan penelusuran kepada temannya serta kita cek posisi handphonenya yang kadang on kadang off, akhirnya bisa kita temukan pada Sabtu malam di daerah Kelurahan Kanigoro,” ujar Kompol Mujo.

Saat ditemukan, FHA dalam kondisi fisik sehat dan berpenampilan masih rapi. Namun, petugas sempat kesulitan untuk berkomunikasi dengan anak perempuan tersebut. “Komunikasi dengan yang bersangkutan agak kesulitan. Untuk itu kami melibatkan psikolog dari Dinas Sosial maupun rekan polwan yang biasa menangani perempuan dan anak. Pelan-pelan akhirnya bisa lebih terbuka anaknya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, secara persuasif petugas mengajak FHA ke Polsek Kartoharjo untuk dipertemukan dengan keluarganya. Polsek Kartoharjo melalui Bhabinkamtibmas Rejomulyo akan terus melakukan pemantauan perkembangan terhadap anak tersebut. “Komunikasi dalam keluarga itu sangat penting. Jadi harus lebih diperhatikan kebutuhan anak-anak. Akan kami pantau perkembangannya,” pungkas Kompol Mujo.(Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambut Bulan Suci Ramadan, Plt Wali Kota : Mari Saling Menghormati dan Jangan Main Petasan

    Sambut Bulan Suci Ramadan, Plt Wali Kota : Mari Saling Menghormati dan Jangan Main Petasan

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Seluruh umat muslim kini tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Tak terkecuali bagi umat Islam di Kota Madiun. Menyambut awal bulan Ramadan, masyarakat menjalankan ibadah Sholat Tarawih di Masjid Agung Baitul Hakim Kota Madiun pada Rabu (18/02/2026) malam. Dalam sholat Tarawih ini pun juga dihadiri oleh […]

    Bagikan
  • Harga Beras Terus Naik, Warga Keluhkan Beras SPHP Tak Kunjung Turun ke Pasaran

    Harga Beras Terus Naik, Warga Keluhkan Beras SPHP Tak Kunjung Turun ke Pasaran

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Harga beras di Kabupaten Madiun terus mengalami kenaikan meski saat ini telah memasuki masa panen. Kondisi ini dikeluhkan warga yang terpaksa mengorbankan kebutuhan lainnya demi memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Pantauan di Pasar Tradisional Pagotan, Sabtu (26/07/2025), harga beras lokal tembus Rp14.000 per kilogram. Sementara, beras kualitas medium dijual Rp15.000 dan […]

    Bagikan
  • Populasi Ikan Dewa di Telaga Sarangan Merosot Tajam, Pemkab Magetan Tunda Penebaran Benih Baru

    Populasi Ikan Dewa di Telaga Sarangan Merosot Tajam, Pemkab Magetan Tunda Penebaran Benih Baru

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya konservasi ikan dewa (Tor soro) di Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, menghadapi tantangan serius. Populasi ikan endemik yang dikenal memiliki nilai ekonomi tinggi itu terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Dari sekitar 10 ribu benih yang ditebar pada 2019, kini diperkirakan hanya tersisa sekitar 20 persen. Penurunan populasi tersebut menjadi perhatian […]

    Bagikan
  • Kejari Magetan Musnahkan Barang Bukti 45 Perkara Inkrah, Didominasi Perkara Narkotika

    Kejari Magetan Musnahkan Barang Bukti 45 Perkara Inkrah, Didominasi Perkara Narkotika

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kejaksaan Negeri Magetan melaksanakan pemusnahan barang bukti dari puluhan perkara yang telah berkekuatan hukum tetap. Kegiatan dihadiri Wakapolres Magetan serta sejumlah perwakilan instansi terkait. Dalam pemusnahan periode kedua tahun 2025 yang mencakup putusan sejak Mei hingga November, Kejari memusnahkan barang bukti dari 45 perkara. Perkara tersebut meliputi 7 kasus Kamnegtibum, 11 […]

    Bagikan
  • Produksi Susu Magetan Merosot, Populasi Sapi Perah Turun Akibat PMK

    Produksi Susu Magetan Merosot, Populasi Sapi Perah Turun Akibat PMK

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Produksi susu sapi perah di Kabupaten Magetan terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan ini berkaitan erat dengan berkurangnya populasi ternak akibat serangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih muncul hingga awal 2026. Selain jumlah ternak yang menyusut, sapi yang pernah terpapar PMK pun belum pulih sepenuhnya sehingga produktivitas susu […]

    Bagikan
  • KAI Daop 7 Madiun Mohon Maaf, Sejumlah Perjalanan Terganggu Akibat Cuaca Ekstrem di Semarang

    KAI Daop 7 Madiun Mohon Maaf, Sejumlah Perjalanan Terganggu Akibat Cuaca Ekstrem di Semarang

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 (Daop 7) Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan perjalanan yang terjadi akibat cuaca ekstrem di wilayah Daop 4 Semarang. Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa pagi (28/10/2025) menyebabkan luapan air di jalur hulu dan hilir kilometer 2+3 hingga 3+0, […]

    Bagikan
expand_less