Berita Terkini
Trending Tags

Nasib Guru Non-ASN Kian Menggantung, Kota Madiun Masih Kekurangan 158 Guru

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 93
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Guru non-ASN di Kota Madiun masih dibayangi ketidakpastian status. Foto : Istimewa

Sinergia | Madiun — Nasib guru non-ASN di Kota Madiun diliputi ketidakpastian menyusul kebijakan pemerintah pusat yang melarang sekolah menggunakan tenaga honorer di luar skema ASN mulai 2027. Di tengah kebijakan tersebut, Kota Madiun justru masih menghadapi kekurangan sekitar 158 guru untuk jenjang SD dan SMP.

Kondisi itu memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah negeri, terutama jika tidak diiringi penambahan formasi guru baru dari pemerintah pusat.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, mengatakan pemerintah daerah masih melakukan evaluasi terkait kebutuhan riil tenaga pendidik di Kota Madiun.

“Ini masih kita komunikasikan sama pusat, karena semua keputusan ada di pusat. Kita harus melihat realnya antara kebutuhan dan keinginan,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati, mengatakan pemerintah daerah masih menunggu arah kebijakan pusat terkait keberadaan guru non-ASN di sekolah.

Menurut dia, saat ini masih terdapat guru non-ASN yang mengajar di sekolah-sekolah Kota Madiun. Sebagian besar dari mereka telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan mengantongi sertifikat pendidik.

“Guru non-ASN itu semuanya sudah lulus PPG, sehingga mereka sudah mengantongi sertifikat pendidik menjadi guru profesional,” ujar Jumat (21/5/2026).

Lismawati menjelaskan, para guru tersebut telah menerima tunjangan sertifikasi langsung dari kementerian. Karena itu, pemerintah daerah tidak lagi memberikan honor kepada mereka.

Meski demikian, keberlanjutan status mereka setelah 2027 masih belum jelas. Dinas Pendidikan masih menunggu kemungkinan relaksasi kebijakan dari pemerintah pusat, mengingat kebutuhan tenaga pengajar di sekolah masih tinggi.

“Kalau pendidikan dasar tanpa ada gurunya, tentu proses pembelajaran tidak akan berjalan optimal,” katanya.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kota Madiun mencatat kekurangan sekitar 158 guru SD dan SMP, baik guru kelas maupun guru mata pelajaran.

Untuk mengatasi kekurangan guru kelas, pemerintah daerah sementara mengandalkan guru DPK (diperbantukan) yang selama ini ditempatkan di TK swasta.

“Karena kita punya guru kelas di jenjang TK yang selama ini diperbantukan sebagai guru DPK, maka ini menjadi solusi untuk mengisi kebutuhan guru kelas yang kosong,” kata Lismawati.

Ia menyebut, guru-guru tersebut sebelumnya diperbantukan di TK swasta karena kebutuhan di sekolah negeri masih tercukupi. Namun, seiring meningkatnya kekurangan guru di SD dan SMP negeri, pemerintah daerah mulai menarik kembali guru-guru tersebut.

Langkah itu dinilai menjadi solusi jangka pendek agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal di sekolah negeri.

Sementara untuk kekurangan guru mata pelajaran, Dinas Pendidikan berencana mengusulkan tambahan formasi pada rekrutmen CPNS 2026.

“Untuk guru mata pelajaran memang masih menjadi kebutuhan, dan nanti akan kami ajukan pada formasi CPNS 2026,” tutup Lismawati. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menikmati Wisata Air Sorbendo Magetan, Ramai Pengunjung di Libur Nataru

    Menikmati Wisata Air Sorbendo Magetan, Ramai Pengunjung di Libur Nataru

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 membawa suasana berbeda di berbagai destinasi wisata di Kabupaten Magetan. Salah satu yang banyak dibicarakan dan ramai dikunjungi adalah Wisata Sorbendo, Desa Sumberdodol, Kecamatan Panekan. Bukan tanpa alasan, tempat ini menawarkan daya tarik yang tak dimiliki banyak destinasi lain. Air alami yang mengalir langsung […]

    Bagikan
  • Harga Telur Melonjak, Warga Pilih Beli di Kandang Peternak

    Harga Telur Melonjak, Warga Pilih Beli di Kandang Peternak

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Menjelang bulan suci Ramadhan, harga telur ayam terus mengalami kenaikan. Kondisi ini mendorong warga untuk membeli telur langsung dari peternak, seperti yang terjadi di kandang milik Miftakhus Surur di Desa Mojomati, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. Miftakhus mengungkapkan, kenaikan harga telur sudah berlangsung sejak dua pekan terakhir. Semula, harga telur masih di […]

    Bagikan
  • Praktik Penahanan Ijazah oleh Perusahaan Menuai Kritik Keras 

    Praktik Penahanan Ijazah oleh Perusahaan Menuai Kritik Keras 

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Pasopati Madiun melayangkan kritik tegas terhadap praktik penahanan ijazah karyawan yang diduga dilakukan oleh CV Sukses Jaya Abadi. Sorotan ini mencuat setelah keluhan para korban viral di media sosial. Koordinator LPKSM Pasopati Madiun, Sudjatmiko, menegaskan bahwa penahanan ijazah oleh perusahaan merupakan tindakan yang melanggar hukum, […]

    Bagikan
  • Diduga Korban Perdagangan Manusia di Afrika, 7 PMI Madiun dan Magetan Dipulangkan

    Diduga Korban Perdagangan Manusia di Afrika, 7 PMI Madiun dan Magetan Dipulangkan

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak tujuh Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Madiun dan Magetan diduga menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking) di Guinea Ekuatorial, Afrika. Mereka tiba kembali di Indonesia pada Rabu (03/09/2025) dan diterima Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Mejayan. Salah satu korban asal Desa Sugihwaras, […]

    Bagikan
  • Menilik Kesiapsiagaan Tim ‘Drogba’ Polres Magetan di Tanjakan Ekstrem Sarangan

    Menilik Kesiapsiagaan Tim ‘Drogba’ Polres Magetan di Tanjakan Ekstrem Sarangan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Arus wisatawan di kawasan Telaga Sarangan masih menunjukkan kepadatan menjelang berakhirnya masa liburan. Di tengah derasnya mobilitas masyarakat, Tim Drogba (Dorong Ganjal Ban) Polres Magetan tetap siap siaga menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan pengendara di tanjakan ekstrem pertigaan depan Omah Jowo, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan. Ini menjadi salah satu titik […]

    Bagikan
  • Efek Domino KA Madiun Jaya: Mobilitas Naik, Ekonomi Daerah Ikut Bergerak

    Efek Domino KA Madiun Jaya: Mobilitas Naik, Ekonomi Daerah Ikut Bergerak

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kehadiran KA Madiun Jaya tak hanya memperkuat konektivitas Madiun dengan Jakarta, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi regional. Dalam satu tahun operasionalnya, kereta api relasi Madiun–Pasarsenen (PP) ini telah melayani 43.387 penumpang, sekaligus menjadi katalisator mobilitas masyarakat, perdagangan, dan sektor jasa di wilayah Madiun dan sekitarnya. Diluncurkan pada […]

    Bagikan
expand_less