Konsolidasi Perdana PKB Magetan Pasca Eks-Ketua Suratno Terjerat Kasus Pokir Dewan
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 79
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Magetan memanfaatkan momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah untuk memperkuat soliditas organisasi melalui agenda silaturahmi, konsolidasi, dan koordinasi internal yang digelar di Kantor DPC PKB Magetan, Sabtu (30/5/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri jajaran pengurus partai, anggota fraksi, badan otonom, serta kader dari berbagai tingkatan. Selain menjadi ajang mempererat hubungan antarstruktur partai, kegiatan ini juga menandai konsolidasi perdana PKB Magetan setelah sempat terjadi kekosongan pimpinan yang menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua DPC PKB Magetan, Denny Mahmud Fauzi, mengatakan konsolidasi dilakukan sebagai langkah awal untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan memastikan seluruh elemen partai tetap bergerak dalam satu garis perjuangan yang sama.
Menurutnya, kekompakan menjadi modal utama yang harus terus dijaga agar partai mampu menghadapi berbagai tantangan politik yang semakin dinamis di masa mendatang.
“Ini merupakan konsolidasi awal setelah adanya kekosongan pimpinan. Tujuannya menyatukan langkah seluruh kader dan memastikan organisasi tetap berjalan dengan baik serta semakin solid,” ujar Denny.
Ia menilai tantangan politik ke depan tidak akan semakin ringan. Oleh karena itu, komunikasi yang intensif dan koordinasi yang berkelanjutan harus terus dibangun agar seluruh kader memiliki pemahaman dan tujuan yang sama dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“PKB harus terus melakukan konsolidasi. Tantangan ke depan pasti lebih berat, sehingga seluruh kader harus tetap kompak dan menjaga semangat perjuangan partai,” katanya.
Dalam arahannya, Denny juga menyinggung berbagai dinamika politik maupun persoalan hukum yang belakangan menjadi sorotan publik. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak akan memengaruhi fokus PKB dalam menjalankan fungsi politik dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, kader PKB harus tetap bekerja secara profesional dan menjaga kepercayaan publik yang selama ini telah diberikan kepada partai.
“Kami tetap fokus bekerja dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Yang terpenting sekarang adalah menjaga soliditas partai,” tegasnya.
Sebagai salah satu partai dengan basis massa terbesar di Magetan, PKB memiliki tanggung jawab besar untuk terus hadir di tengah masyarakat. Denny menekankan bahwa kepercayaan yang telah diberikan pemilih harus dijawab melalui kerja nyata, baik dalam pemerintahan maupun melalui fungsi legislasi di DPRD.

“PKB akan terus hadir untuk masyarakat dan pemerintahan. Kepercayaan yang sudah diberikan masyarakat harus dijaga dengan kerja nyata,” imbuhnya.
Selain membahas penguatan organisasi, forum konsolidasi tersebut juga menyoroti proses pengisian kursi pimpinan DPRD Magetan dari unsur PKB yang hingga kini masih belum terisi. Denny mengungkapkan bahwa partai telah menjalankan mekanisme internal untuk menentukan calon yang akan diajukan.
Saat ini, kata dia, terdapat tiga nama kader yang telah diusulkan dan sedang berproses sesuai ketentuan organisasi sebelum nantinya diputuskan oleh struktur partai di tingkat yang lebih tinggi.
“Sudah ada tiga nama yang diusulkan. Saat ini prosesnya berjalan sesuai mekanisme partai dan akan diteruskan ke tingkat yang lebih tinggi untuk mendapatkan keputusan,” jelasnya.
Meski belum mengungkap siapa saja kandidat yang masuk dalam daftar usulan, Denny memastikan seluruh kader PKB akan menghormati keputusan partai dan memberikan dukungan penuh kepada siapa pun yang nantinya dipercaya mengemban amanah tersebut.
“Siapa pun yang nantinya dipilih, semua harus siap mendukung. Yang utama adalah menjaga kekompakan dan kebersamaan PKB,” tandasnya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





