Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Warga Segel TPS Kelurahan Parang, Tuntut Relokasi karena Bau, Asap dan Lalat

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
  • visibility 340
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Aksi protes warga terhadap TPS di Kelurahan Parang. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Puluhan warga melakukan aksi penyegelan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kelurahan Parang, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (6/6/2026) pagi. Aksi dilakukan dengan mengelas pintu gerbang TPS sebagai bentuk protes terhadap keberadaan fasilitas pengelolaan sampah yang dinilai menimbulkan gangguan lingkungan dan kesehatan.

Warga yang berasal dari Lingkungan Wadung, Kelurahan Parang, serta wilayah Desa Ngunut dan Desa Ngaglik mengaku sudah lama merasa terdampak oleh aktivitas TPS tersebut. Mereka menilai pengelolaan sampah di lokasi tidak berjalan optimal sehingga menimbulkan bau menyengat, banyak lalat, hingga asap pembakaran sampah yang mengganggu permukiman warga.

Salah seorang warga, Suprapto, mengatakan keberadaan TPS telah menjadi keluhan masyarakat selama bertahun-tahun. Menurutnya, sampah yang masuk ke lokasi hanya dipilah untuk diambil material yang masih memiliki nilai jual, sedangkan sisanya dibakar.

“Yang terdampak itu Desa Ngaglik, Desa Ngunut, dan lingkungan Wadung di Parang. Sampah hanya dipilah, yang bisa dijual diambil, sisanya dibakar. Dampaknya ke kesehatan warga,” ujarnya.

Prapto juga mengungkapkan bahwa sejak awal pembangunan TPS, masyarakat mengaku tidak pernah mendapatkan sosialisasi maupun persetujuan terkait keberadaan fasilitas tersebut. Berbagai upaya penyampaian aspirasi kepada pemerintah setempat disebut telah dilakukan, namun hingga kini belum menghasilkan solusi yang memuaskan warga.

“Dulu sudah sering ada pertemuan, tapi masyarakat tetap tidak mengizinkan TPS berada di sini. Awalnya disebut akan dikelola, tetapi kenyataannya tidak sesuai. Sampah datang ke lokasi, dipilah, lalu sisanya dibakar,” kata Prapto.

Persoalan semakin memuncak setelah beberapa kali terjadi pembakaran sampah yang menimbulkan asap pekat. Mereka bahkan mengklaim ada warga yang mengalami gangguan kesehatan hingga harus menjalani perawatan intensif.

Aksi penyegelan dilakukan sebagai bentuk tekanan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret. Warga mendesak agar TPS dipindahkan ke lokasi lain yang jauh dari kawasan permukiman.

Dalam aksi penyegelan tersebut, warga juga menyoroti kapasitas lahan TPS yang dinilai tidak memadai. Tempat yang semestinya hanya berfungsi sebagai lokasi penampungan sementara kini dipenuhi tumpukan sampah dalam jumlah besar hingga menyerupai Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Kelurahan Parang, Agustin Ambarwati, menyatakan pihaknya memahami keresahan masyarakat dan tetap membuka ruang dialog untuk mencari solusi bersama.

Agustin menjelaskan bahwa penolakan terhadap TPS sebenarnya sudah muncul sejak awal fasilitas tersebut berdiri sekitar tahun 2024. Saat itu pemerintah bersama instansi terkait telah melakukan mediasi dengan warga sehingga persoalan sempat mereda.

“Kami tetap menampung aspirasi masyarakat. Sejak awal berdiri memang sudah ada penolakan dari sebagian warga. Namun keberadaan TPS ini merupakan fasilitas milik Pemerintah Kabupaten Magetan dan berdiri di atas aset tanah pemerintah daerah,” jelasnya.

Menurut Agustin, pihak kelurahan tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan pemindahan TPS secara sepihak. Aspirasi warga akan diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Magetan dan Dinas Lingkungan Hidup sebagai pihak yang memiliki kewenangan terkait pengelolaan persampahan.

“Permintaan warga memang TPS dipindah. Tetapi saya tidak bisa memutuskan sendiri. Aspirasi masyarakat akan kami sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Magetan. Ke depan tetap perlu ada mediasi antara pemerintah daerah dan warga untuk mencari solusi bersama,” tambahnya.

Berdasarkan data pengelola, TPS Kelurahan Parang setiap hari menerima sekitar enam kali pengangkutan menggunakan kendaraan roda tiga. Sampah yang masuk berasal dari pasar, rumah tangga, puskesmas, dan klinik, dengan total volume diperkirakan mencapai sekitar 1,2 ton per hari.

TPS tersebut juga menjadi bagian penting dalam pelayanan persampahan di wilayah Parang. Selain melayani masyarakat umum, pengelolaan sampah di lokasi itu melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang beranggotakan sekitar 500 hingga 600 warga.

Pasca penyegelan, akses kendaraan pengangkut sampah menuju TPS tidak dapat digunakan. Pemerintah Kelurahan Parang telah melaporkan kejadian tersebut kepada Camat Parang dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Magetan Siagakan 800 Personel Gabungan, Waspadai Jalur Rawan untuk Arus Mudik Lebaran 2026

    Polres Magetan Siagakan 800 Personel Gabungan, Waspadai Jalur Rawan untuk Arus Mudik Lebaran 2026

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polres Magetan memperkuat pengamanan arus mudik Lebaran 1447 Hijriyah tahun 2026 dengan menurunkan 800 personel gabungan dari TNI–Polri, Dinas Perhubungan, BPBD, serta instansi pendukung lainnya. Seluruh personel tersebut akan ditempatkan di enam pos pengamanan, dua pos pelayanan, dan satu pos terpadu yang tersebar di sejumlah titik strategis jalur mudik. Kapolres Magetan […]

    Bagikan
  • Danrem Siap Dorong Pesilat Jadi Pelopor dalam Wujudkan Madiun yang Aman dan Kondusif

    Danrem Siap Dorong Pesilat Jadi Pelopor dalam Wujudkan Madiun yang Aman dan Kondusif

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Terkenal dengan pusatnya dari berbagai perguruan silat, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto berupaya membangun komunikasinya dengan berbagai perguruan silat di Madiun. Jika sebelumnya berkunjung ke padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHWTM), kini giliran ke padepokan Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) […]

    Bagikan
  • Usulan Perubahan Kuota Domisili SPMB 2026 Kota Madiun Menguat, DPRD Soroti Ketimpangan Wilayah Kartoharjo

    Usulan Perubahan Kuota Domisili SPMB 2026 Kota Madiun Menguat, DPRD Soroti Ketimpangan Wilayah Kartoharjo

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Usulan penyesuaian skema domisili dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kota Madiun bersama Dinas Pendidikan Kota Madiun, Dinas Kominfo Kota Madiun, dan Dispendukcapil Kota Madiun, Kamis (30/4/2026). Ketua Komisi I DPRD Kota Madiun, Didik Yulianto, menegaskan perlunya koreksi kebijakan zonasi […]

    Bagikan
  • Kebakaran Lereng Lawu Meluas, Seluruh Jalur Pendakian Kini Ditutup Sementara

    Kebakaran Lereng Lawu Meluas, Seluruh Jalur Pendakian Kini Ditutup Sementara

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu yang terjadi sejak Senin (14/9/2026) berdampak pada aktivitas pendakian. Seluruh jalur pendakian Gunung Lawu untuk sementara ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan, menyusul kebakaran yang membakar kawasan hutan di wilayah Magetan dan merambat ke arah Kabupaten Ngawi. Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga […]

    Bagikan
  • Miris! Ikon Alun-alun Ponorogo Malah Jadi Tempat Rongsokan Sampah

    Miris! Ikon Alun-alun Ponorogo Malah Jadi Tempat Rongsokan Sampah

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kondisi Alun-alun Ponorogo, Jawa Timur, kian memprihatinkan. Di sejumlah titik terlihat sampah berceceran. Bahkan, di belakang papan tulisan Alun-alun, terdapat tumpukan rongsok yang diduga dikumpulkan oleh pemulung. Tak hanya itu, sejumlah infrastruktur di kawasan tersebut juga tampak rusak. Ironisnya, beberapa tempat sampah justru tidak ditemukan di titik-titik tertentu, sehingga diduga turut […]

    Bagikan
  • Geliat Madiun Rock Community Hidupkan Semangat Band-Band Lokal

    Geliat Madiun Rock Community Hidupkan Semangat Band-Band Lokal

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Industri musik di Kota Madiun terus berkembang. Semangat itulah yang terus digiatkan oleh Madiun Rock Community (MRC) sejak berdiri 3 tahun lalu. Berbagai event skala lokal hingga nasional pun diwujudkan dengan menggandeng band-band lintas generasi. Gatot Limantoro, Founder MRC mengungkapkan Kota Madiun sudah didapuk memiliki event tahunan yakni RockGenerasi Fest. […]

    Bagikan
expand_less