Rabu, 28 Okt 2026
Trending Tags

Soal Penyegelan TPS Parang, DLH Magetan : Penutupan Bukan Solusi, Pengelolaan Sampah Harus Dibenahi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
  • visibility 229
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DLH Dorong Perbaikan Pengelolaan Sampah di TPS Parang. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan angkat bicara terkait penyegelan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kelurahan Parang, Kecamatan Parang, oleh puluhan warga beberapa waktu lalu. DLH menilai keberadaan TPS tetap dibutuhkan sebagai bagian dari solusi pengelolaan sampah, namun pelaksanaan standar operasional pengelolaannya perlu dievaluasi dan diperbaiki.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Magetan, Eny Purwanti, mengatakan persoalan yang terjadi di TPS Parang tidak bisa diselesaikan hanya dengan menutup fasilitas tersebut. Menurutnya, masyarakat juga perlu memikirkan alternatif pengelolaan sampah apabila TPS tidak lagi beroperasi.

“TPS itu salah satu solusi pengelolaan sampah. Kalau ditutup, lalu sampah yang dihasilkan masyarakat akan dikelola ke mana. Itu juga harus menjadi bahan pertimbangan bersama,” ujarnya.

Eny menduga munculnya keluhan warga berkaitan dengan penerapan standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan sampah yang belum berjalan sesuai harapan. Namun ia menegaskan, tanggung jawab pengelolaan sampah tidak hanya berada di tangan petugas kebersihan atau pemerintah semata, melainkan juga seluruh masyarakat sebagai penghasil sampah.

Menurutnya, aturan mengenai pengelolaan sampah sebenarnya sudah diatur secara jelas melalui Peraturan Daerah Kabupaten Magetan Nomor 6 Tahun 2013 dan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2016. Kedua regulasi tersebut mengatur kewajiban masyarakat dalam mengelola sampah, termasuk tata cara dan larangan yang harus dipatuhi.

Menanggapi keluhan warga terkait pembakaran sampah, Eny menegaskan bahwa pembakaran terbuka memang dilarang. Meski demikian, pengolahan sampah menggunakan metode pembakaran masih diperbolehkan apabila dilakukan dengan teknologi dan standar teknis yang sesuai ketentuan.

“Yang dilarang adalah pembakaran terbuka. Kalau pengolahan secara termal menggunakan teknologi yang memenuhi standar, seperti insinerator atau teknologi lainnya, itu diperbolehkan. Tetapi pembakaran sampah secara terbuka jelas tidak diperkenankan,” tegasnya.

DLH Magetan mengakui praktik pembakaran terbuka masih ditemukan di sejumlah wilayah. Karena itu, pihaknya secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pengelolaan sampah di tingkat desa maupun kelurahan. Hasil pengawasan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui pembinaan, pendampingan teknis, rekomendasi, hingga teguran apabila ditemukan pelanggaran.

Eny menegaskan penyelesaian persoalan sampah harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, kelompok swadaya masyarakat (KSM), pemerintah desa atau kelurahan, serta masyarakat sebagai penghasil sampah.

Ia juga menyoroti pentingnya pemilahan sampah dari sumber sebagai kunci utama penyelesaian persoalan persampahan. Menurutnya, apabila masyarakat mampu memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga, maka setidaknya separuh persoalan sampah dapat diselesaikan lebih awal.

“Masalah terbesar dalam pengelolaan sampah sebenarnya ada pada pemilahan. Jika sampah dipilah sejak sumbernya, minimal 50 persen persoalan sampah sudah selesai. Sampah organik bisa dikomposkan, sedangkan sampah anorganik dapat disalurkan ke bank sampah atau didaur ulang,” jelasnya.

DLH berharap polemik TPS Parang dapat diselesaikan melalui dialog dan perbaikan sistem pengelolaan sampah. Selain evaluasi terhadap operasional TPS, peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah dari sumber dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah persoalan serupa terulang di masa mendatang. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mayat Pria Ditemukan di Bawah Jembatan Ring Road Kota Madiun, Diduga Meninggal Lebih dari 24 Jam

    Mayat Pria Ditemukan di Bawah Jembatan Ring Road Kota Madiun, Diduga Meninggal Lebih dari 24 Jam

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 604
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sesosok mayat ditemukan di semak belukar di bawah jembatan Jalan Ring Road Kota Madiun di Kelurahan Sogaten Kecamatan Manguharjo pada Selasa (11/8/2026) malam. Mayat berjenis kelamin laki-laki itu sudah mengeluarkan bau tidak sedap. Kondisi korban terlentang dengan mengenakan kaos dan celana pendek.  Kejadian ini pun menarik perhatian warga maupun pengguna […]

    Bagikan
  • Dinkes Madiun Targetkan SPPG yang Beroperasi Bersertifikat SLHS Dalam 2 Pekan Kedepan

    Dinkes Madiun Targetkan SPPG yang Beroperasi Bersertifikat SLHS Dalam 2 Pekan Kedepan

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun— Pemerintah Kabupaten Madiun tengah mempercepat proses penerbitan Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Proses pendampingan hingga penerbitan SLHS ditarget rampung dalam 2 pekan mendatang. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas instruksi pemerintah pusat untuk memastikan pelayanan makanan bagi masyarakat memenuhi standar […]

    Bagikan
  • Seorang Peserta Seleksi PPPK Meninggal Sehari Sebelum Hari Ujian

    Seorang Peserta Seleksi PPPK Meninggal Sehari Sebelum Hari Ujian

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Seorang peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2024 di Kabupaten Madiun dilaporkan meninggal dunia sehari sebelum pelaksanaan ujian kompetensi dimulai. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Madiun, Heru Kuncoro, mengatakan bahwa total peserta yang terdaftar mengikuti seleksi tahap dua ini mencapai 1.067 orang, dengan […]

    Bagikan
  • Sungai Bengawan Solo Meluap, Banjir Rendam Wilayah Kec. Pitu Ngawi

    Sungai Bengawan Solo Meluap, Banjir Rendam Wilayah Kec. Pitu Ngawi

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia  | Kab. Ngawi – Hujan deras yang mengguyur wilayah Ngawi pada Senin (20/1/2025) malam menyebabkan Sungai Bengawan Solo meluap di wilayah Kecamatan Pitu pada Selasa (21/1/2025). Hal itu mengakibatkan banjir merendam akses jalan utama di Desa Ngasinan, Kecamatan Pitu, yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Kota Ngawi. Ketinggian air yang mencapai lebih dari satu meter […]

    Bagikan
  • DPRD – Pemerintah Kota Madiun  Godok Tiga Raperda Inisiatif

    DPRD – Pemerintah Kota Madiun  Godok Tiga Raperda Inisiatif

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – DPRD Kota Madiun tengah mempersiapkan langkah strategis melalui pembahasan 3 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif. Tiga raperda yang akan dibahas yaitu tentang Kota Cerdas, Keterbukaan Informasi Publik (KIP), dan Keprotokolan. Hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Madiun dalam Nota Penjelasan 3 Raperda Inisiatif tahap I tahun 2025 di […]

    Bagikan
  • Sidang Tipikor, Pengajuan Siteplan ke BPN Tidak Dari Pemkot Madiun

    Sidang Tipikor, Pengajuan Siteplan ke BPN Tidak Dari Pemkot Madiun

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Sidang kasus dugaan korupsi penyalahgunaan prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) Perumahan Puri Asri Lestari (PAL) terus bergulir di Pengadilan Tipikor Surabaya. Kali ini, terdakwa mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Madiun, Sudarmadi kembali duduk dikursi pesakitan pada Rabu (16/04/2025). Delapan saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Kota […]

    Bagikan
expand_less