Berita Terkini
Trending Tags

Soal Penyegelan TPS Parang, DLH Magetan : Penutupan Bukan Solusi, Pengelolaan Sampah Harus Dibenahi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
  • visibility 171
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DLH Dorong Perbaikan Pengelolaan Sampah di TPS Parang. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan angkat bicara terkait penyegelan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kelurahan Parang, Kecamatan Parang, oleh puluhan warga beberapa waktu lalu. DLH menilai keberadaan TPS tetap dibutuhkan sebagai bagian dari solusi pengelolaan sampah, namun pelaksanaan standar operasional pengelolaannya perlu dievaluasi dan diperbaiki.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Magetan, Eny Purwanti, mengatakan persoalan yang terjadi di TPS Parang tidak bisa diselesaikan hanya dengan menutup fasilitas tersebut. Menurutnya, masyarakat juga perlu memikirkan alternatif pengelolaan sampah apabila TPS tidak lagi beroperasi.

“TPS itu salah satu solusi pengelolaan sampah. Kalau ditutup, lalu sampah yang dihasilkan masyarakat akan dikelola ke mana. Itu juga harus menjadi bahan pertimbangan bersama,” ujarnya.

Eny menduga munculnya keluhan warga berkaitan dengan penerapan standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan sampah yang belum berjalan sesuai harapan. Namun ia menegaskan, tanggung jawab pengelolaan sampah tidak hanya berada di tangan petugas kebersihan atau pemerintah semata, melainkan juga seluruh masyarakat sebagai penghasil sampah.

Menurutnya, aturan mengenai pengelolaan sampah sebenarnya sudah diatur secara jelas melalui Peraturan Daerah Kabupaten Magetan Nomor 6 Tahun 2013 dan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2016. Kedua regulasi tersebut mengatur kewajiban masyarakat dalam mengelola sampah, termasuk tata cara dan larangan yang harus dipatuhi.

Menanggapi keluhan warga terkait pembakaran sampah, Eny menegaskan bahwa pembakaran terbuka memang dilarang. Meski demikian, pengolahan sampah menggunakan metode pembakaran masih diperbolehkan apabila dilakukan dengan teknologi dan standar teknis yang sesuai ketentuan.

“Yang dilarang adalah pembakaran terbuka. Kalau pengolahan secara termal menggunakan teknologi yang memenuhi standar, seperti insinerator atau teknologi lainnya, itu diperbolehkan. Tetapi pembakaran sampah secara terbuka jelas tidak diperkenankan,” tegasnya.

DLH Magetan mengakui praktik pembakaran terbuka masih ditemukan di sejumlah wilayah. Karena itu, pihaknya secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pengelolaan sampah di tingkat desa maupun kelurahan. Hasil pengawasan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui pembinaan, pendampingan teknis, rekomendasi, hingga teguran apabila ditemukan pelanggaran.

Eny menegaskan penyelesaian persoalan sampah harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, kelompok swadaya masyarakat (KSM), pemerintah desa atau kelurahan, serta masyarakat sebagai penghasil sampah.

Ia juga menyoroti pentingnya pemilahan sampah dari sumber sebagai kunci utama penyelesaian persoalan persampahan. Menurutnya, apabila masyarakat mampu memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga, maka setidaknya separuh persoalan sampah dapat diselesaikan lebih awal.

“Masalah terbesar dalam pengelolaan sampah sebenarnya ada pada pemilahan. Jika sampah dipilah sejak sumbernya, minimal 50 persen persoalan sampah sudah selesai. Sampah organik bisa dikomposkan, sedangkan sampah anorganik dapat disalurkan ke bank sampah atau didaur ulang,” jelasnya.

DLH berharap polemik TPS Parang dapat diselesaikan melalui dialog dan perbaikan sistem pengelolaan sampah. Selain evaluasi terhadap operasional TPS, peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah dari sumber dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah persoalan serupa terulang di masa mendatang. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laka Beruntun, Pejalan Kaki Tewas Usai Tertabrak Sepeda Motor dan Bus Sugeng Rahayu

    Laka Beruntun, Pejalan Kaki Tewas Usai Tertabrak Sepeda Motor dan Bus Sugeng Rahayu

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Raya Maospati–Ngawi, tepatnya di sebelah selatan SPBU Karangrejo, Desa Prampelan, Kecamatan Karangrejo, Magetan Sabtu Pagi (31/5/2025). Insiden bermula saat D-W (27), pengendara Honda Vario AE-4045-HS, melaju dari arah selatan kearah Ngawi. Diduga kurang hati-hati, DW menabrak K (73), warga Kecamatan Karangrejo yang tengah jalan kaki. “Diduga […]

    Bagikan
  • Adakah Solusi Untuk Keberlangsungan Pendidikan bagi 151 Siswa TK Islam Masyitoh ?

    Adakah Solusi Untuk Keberlangsungan Pendidikan bagi 151 Siswa TK Islam Masyitoh ?

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Keberadaan KB-TK Islam Masyitoh di Jalan Alun-Alun Barat Kota Madiun kian diujung tanduk. Di tengah ancaman eksekusi lahan, pihak Yayasan Dewi Masyitoh ternyata sempat menawarkan untuk pengelolaan sekolah kepada PCNU Kota Madiun. Namun tidak ada kesepakatan kedua pihak yang terjadi. Ketua Komite KB-TK Islam Masyitoh, Yunita Aliya Wijayani, mengungkapkan bahwa […]

    Bagikan
  • Sopir Mengantuk, Mobil Expander Tabrak Truk Box

    Sopir Mengantuk, Mobil Expander Tabrak Truk Box

    • calendar_month Rabu, 25 Des 2024
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Kab. Ponorogo – Insiden kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil Mitsubishi Expander dengan nomor polisi AB 1026 SP terjadi di Desa Ngampel, Kecamatan Balong, Ponorogo, pada Rabu pagi (25/12/2024) sekitar pukul 10.00 WIB. Mobil yang dikendarai Joan Wahyu Baswara (35), warga Kelurahan Pucangsewu, Pacitan, bersama istrinya, Yuliana Sis Indrasari (30), bertabrakan dengan truk boks ekspedisi di […]

    Bagikan
  • Satpol PP Madiun Amankan PSK Jaringan Online, Satu Waria Diduga Positif HIV

    Satpol PP Madiun Amankan PSK Jaringan Online, Satu Waria Diduga Positif HIV

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Madiun mengamankan sejumlah pekerja seks komersial (PSK) dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar pada Rabu malam (09/04/2025). Operasi dilakukan di dua lokasi, yakni kawasan Pasar Muneng, Kecamatan Pilangkenceng, dan sebuah hotel di Kecamatan Mejayan. Dari hasil razia, petugas mengamankan […]

    Bagikan
  • Masih Banyak SPPG di Madiun Belum Kantongi Sertifikasi Kebakaran dan SLF

    Masih Banyak SPPG di Madiun Belum Kantongi Sertifikasi Kebakaran dan SLF

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Madiun mengungkap masih banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum mengantongi sertifikasi mitigasi kebakaran dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Padahal, dua dokumen tersebut menjadi syarat wajib dalam kelengkapan administrasi operasional dapur program makan bergizi gratis (MBG). Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Damkar Kabupaten Madiun, […]

    Bagikan
  • Miniatur Sound Horeg Laris Manis di Tengah Polemik Fatwa Haram, Pengrajin Kebanjiran Pesanan

    Miniatur Sound Horeg Laris Manis di Tengah Polemik Fatwa Haram, Pengrajin Kebanjiran Pesanan

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Di tengah polemik fatwa haram terkait sound horeg yang dikeluarkan sejumlah pesantren di Jawa Timur, fenomena tersebut justru membawa berkah bagi Rafli Eko Nurcahyo (25), warga Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Ia tetap kebanjiran pesanan miniatur sound horeg yang ia produksi secara mandiri. Rafli yang juga pemilik RQ […]

    Bagikan
expand_less