Pembangunan Jembatan Garuda Ponorogo Masuk Tahap Pondasi, 3.500 Warga Akan Rasakan Manfaat
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 55
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Mojomati, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, terus berprogres dan kini memasuki tahap penggalian pondasi untuk pemasangan tiang pancang, Rabu (10/6/2026). Infrastruktur yang akan menghubungkan Kecamatan Jetis dan Kecamatan Sambit itu diproyeksikan memberikan manfaat bagi sekitar 3.500 warga.
Kepala Desa Mojomati, Aang Budiantoro, mengatakan keberadaan jembatan tersebut akan memangkas jarak tempuh warga yang selama ini harus memutar hingga sekitar 4 kilometer untuk mencapai wilayah seberang.
“Karena tidak adanya jembatan, selama ini warga harus memutar hingga sekitar 4 kilometer untuk menuju wilayah seberang. Dengan adanya jembatan ini, akses warga tentunya akan menjadi jauh lebih cepat dan mudah,” ujarnya di lokasi pembangunan.
Jembatan Garuda dirancang memiliki panjang 70 meter dan lebar 1,2 meter. Selain memperlancar mobilitas masyarakat, jembatan tersebut juga diharapkan mendukung akses pendidikan dan aktivitas ekonomi warga di kedua kecamatan.
“Selain memperlancar mobilitas warga untuk aktivitas sehari-hari, jembatan ini juga akan menjadi sarana vital bagi akses pendidikan anak-anak,” tambah Aang.
Komandan Korem (Danrem) 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ), Kolonel Arm Untoro Hariyanto, saat meninjau lokasi pembangunan menjelaskan bahwa jembatan tersebut akan menjadi akses penghubung strategis antarwilayah.
“Karena ini nanti sebagai akses penghubung antar kecamatan, maka diperkirakan sebanyak 1.192 kepala keluarga atau sekitar 3.500 jiwa akan merasakan langsung dampak positif dari pembangunan jembatan,” katanya.

Selain meninjau progres pekerjaan, Untoro juga menyoroti aspek administrasi lahan yang digunakan untuk pembangunan. Salah satu warga, Imam Bashori, yang juga Ketua RT di Dusun Mojomati I, telah menghibahkan sebagian tanahnya untuk mendukung proyek tersebut.
“Saya tekankan agar proses hibah dan administrasi lahan diselesaikan secara resmi dan tertulis. Itu untuk memberikan kepastian hukum serta mencegah potensi persoalan di kemudian hari. Pemerintah desa mengawal seluruh proses administrasi hingga tuntas,” tegas Danrem.
Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan dapat memperkuat konektivitas antara Kecamatan Jetis dan Sambit sekaligus meningkatkan akses layanan pendidikan, ekonomi, dan sosial bagi masyarakat setempat. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





