Rabu, 28 Okt 2026
Trending Tags

Minat Sekolah Rakyat Jenjang SD di Ponorogo Masih Rendah, DPRD Soroti Sosialisasi

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 268
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD evaluasi rendahnya minat Sekolah Rakyat SD. (10/6/2026), Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Ponorogo masih menghadapi kendala dalam pemenuhan kuota peserta didik jenjang sekolah dasar (SD). Hingga awal Juni 2026, jumlah pendaftar SD baru mencapai 14 siswa dari target 30 siswa. Sementara itu, jumlah pendaftar pada jenjang SMP mencapai 38 siswa dan SMA sebanyak 45 siswa.

Ketua DPRD Ponorogo, Dwi agus Prayitno, menilai rendahnya minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat kemungkinan disebabkan masih kurangnya informasi yang diterima masyarakat mengenai program tersebut.

Menurutnya, program Sekolah Rakyat saat ini masih dalam tahap berproses dan belum memiliki bangunan permanen. Pada tahap awal, penjaringan calon peserta didik telah dilakukan melalui pemerintah desa dengan sasaran anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Ini Sekolah Rakyat yang ada kemarin masih berproses dan sementara belum ada bangunan permanen. Pada proses awal, pendataan calon peserta didik sudah dikonsentrasikan melalui pihak desa, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan dukungan pendidikan,” ujarnya rabu (10/6/2026).

Dwi mengatakan, apabila animo masyarakat masih rendah, kemungkinan masih banyak masyarakat yang belum memperoleh informasi secara lengkap terkait konsep dan mekanisme Sekolah Rakyat.

“Kalau memang animonya berkurang, kemungkinan masyarakat masih belum mendapatkan informasi secara detail. Karena itu perlu penyampaian yang lebih masif dari Dinas Pendidikan,” katanya.

Selain faktor sosialisasi, rendahnya jumlah pendaftar SD juga diduga dipengaruhi keraguan sebagian orang tua untuk melepas anak usia sekolah dasar mengikuti sistem pendidikan berasrama yang diterapkan dalam program tersebut.

DPRD Ponorogo, lanjut Dwi, akan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat guna mengetahui perkembangan program sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

“Nanti tentunya kami akan melihat langsung ke sana, melakukan pemantauan bagaimana perjalanannya, apa kelemahannya, dan kenapa peminatnya masih sepi. Itu akan menjadi bahan evaluasi ke depan,” pungkasnya. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Serangan Hama Potong Leher, Petani Magetan Panen Dini dan Merugi

    Serangan Hama Potong Leher, Petani Magetan Panen Dini dan Merugi

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Serangan penyakit padi “potong leher” menghantam lahan pertanian di Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Akibatnya, para petani terpaksa melakukan panen dini dengan hasil yang sangat minim. Dari puluhan karung gabah yang biasa mereka panen, kini hanya tersisa satu hingga dua karung per petak lahan. Petani mengaku rugi besar akibat serangan jamur […]

    Bagikan
  • 85.000 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan Serentak di Wilayah Korem 081/DSJ

    85.000 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan Serentak di Wilayah Korem 081/DSJ

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Puluhan ribu liter air bersih didistribusikan secara serentak ke berbagai wilayah jajaran Korem 081/DSJ, Selasa (29/9/2026). Kapenrem 081/DSJ Mayor Inf Ismail menyebut, kegiatan tersebut difokuskan di sejumlah wilayah yang masyarakatnya mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. “Total ada 85.000 liter air bersih yang kita salurkan secara serentak di seluruh wilayah kami. Sasarannya […]

    Bagikan
  • Viral! 2 Remaja di Kota Madiun Kepergok Curi Kotak Amal Mushola Al Munawar

    Viral! 2 Remaja di Kota Madiun Kepergok Curi Kotak Amal Mushola Al Munawar

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang remaja tertangkap basah mencuri kota aman di salah satu mushola di Kota Madiun. Usut punya usut, kejadian tersebut terjadi di Musholla Al Munawar di Gang Ndolanan Jalan Jatisiwur Kelurahan Demangan Kecamatan Taman pada Jumat (14/2/2025). Sementara menurut informasi, 1 rekan pelaku berhasil […]

    Bagikan
  • Sungai di Magetan Jadi Tempat Sampah, DLHP : Mohon Masukannya

    Sungai di Magetan Jadi Tempat Sampah, DLHP : Mohon Masukannya

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 370
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan kini justru berubah fungsi menjadi “tempat sampah” di Kabupaten Magetan. Di perbatasan Desa Krowe dan Desa Tapen, Kecamatan Lembeyan, aliran sungai tampak dipenuhi plastik, botol bekas, popok bayi, hingga sisa makanan. Tumpukan itu menimbulkan bau menyengat, air keruh, serta gundukan sampah bercampur tanaman liar. Kondisi […]

    Bagikan
  • Pelaku Penusukan Ibu dan Anak di Munggut Madiun Dijerat Pasal Berlapis, Terancam Bui 10 Tahun

    Pelaku Penusukan Ibu dan Anak di Munggut Madiun Dijerat Pasal Berlapis, Terancam Bui 10 Tahun

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Polisi menetapkan pelaku penusukan anak dibawah umur Totok Hari Subagijo (57) sebagai tersangka kasus penusukan terhadap anaknya sendiri di Perumnas Mojopurno, Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Dalam perkembangan terbaru, penyidik menjerat tersangka dengan pasal berlapis, mulai dari percobaan pembunuhan hingga kekerasan terhadap anak. Korban berinisial N (13), pelajar SMP, mengalami […]

    Bagikan
  • Pemkot – DPRD Kota Madiun Bahas 4 Raperda Tahap II 2026, Santunan Kematian Diusulkan Naik Jadi Rp1,5 Juta

    Pemkot – DPRD Kota Madiun Bahas 4 Raperda Tahap II 2026, Santunan Kematian Diusulkan Naik Jadi Rp1,5 Juta

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Nota Penjelasan Wali Kota Madiun atas empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tahap II Tahun 2026. Keempat Raperda tersebut mencakup Sistem Kesehatan Daerah, perubahan aturan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), perubahan Perda tentang Santunan Kematian, serta perubahan kedua […]

    Bagikan
expand_less