Minat Sekolah Rakyat Jenjang SD di Ponorogo Masih Rendah, DPRD Soroti Sosialisasi
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 75
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Ponorogo masih menghadapi kendala dalam pemenuhan kuota peserta didik jenjang sekolah dasar (SD). Hingga awal Juni 2026, jumlah pendaftar SD baru mencapai 14 siswa dari target 30 siswa. Sementara itu, jumlah pendaftar pada jenjang SMP mencapai 38 siswa dan SMA sebanyak 45 siswa.
Ketua DPRD Ponorogo, Dwi agus Prayitno, menilai rendahnya minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat kemungkinan disebabkan masih kurangnya informasi yang diterima masyarakat mengenai program tersebut.
Menurutnya, program Sekolah Rakyat saat ini masih dalam tahap berproses dan belum memiliki bangunan permanen. Pada tahap awal, penjaringan calon peserta didik telah dilakukan melalui pemerintah desa dengan sasaran anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Ini Sekolah Rakyat yang ada kemarin masih berproses dan sementara belum ada bangunan permanen. Pada proses awal, pendataan calon peserta didik sudah dikonsentrasikan melalui pihak desa, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan dukungan pendidikan,” ujarnya rabu (10/6/2026).
Dwi mengatakan, apabila animo masyarakat masih rendah, kemungkinan masih banyak masyarakat yang belum memperoleh informasi secara lengkap terkait konsep dan mekanisme Sekolah Rakyat.
“Kalau memang animonya berkurang, kemungkinan masyarakat masih belum mendapatkan informasi secara detail. Karena itu perlu penyampaian yang lebih masif dari Dinas Pendidikan,” katanya.
Selain faktor sosialisasi, rendahnya jumlah pendaftar SD juga diduga dipengaruhi keraguan sebagian orang tua untuk melepas anak usia sekolah dasar mengikuti sistem pendidikan berasrama yang diterapkan dalam program tersebut.
DPRD Ponorogo, lanjut Dwi, akan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat guna mengetahui perkembangan program sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
“Nanti tentunya kami akan melihat langsung ke sana, melakukan pemantauan bagaimana perjalanannya, apa kelemahannya, dan kenapa peminatnya masih sepi. Itu akan menjadi bahan evaluasi ke depan,” pungkasnya. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





