Harga Sapi Kurban di Ngawi Berangsur Naik Jelang Idul Adha 2026
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 62
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Menjelang Idul Adha 2026, harga sapi kurban di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mulai mengalami kenaikan. Tren ini muncul seiring membaiknya kondisi kesehatan ternak setelah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kini semakin terkendali. Dalam beberapa tahun terakhir, PMK sempat memukul pasar hewan kurban, khususnya sapi.
Kekhawatiran masyarakat terhadap penularan penyakit membuat sebagian besar calon pembeli beralih ke kambing dan domba yang dianggap lebih aman dan ekonomis. Dampaknya, harga sapi di tingkat peternak sempat turun drastis dan penjualan tidak maksimal saat musim kurban.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (DPP) Ngawi, Indah Alasta Dewi, menyebut kondisi tersebut kini mulai berbalik. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sapi kurban perlahan pulih seiring menurunnya kasus PMK dan konsistensi program vaksinasi yang dijalankan pemerintah daerah.
“Dulu sempat ada peralihan ke kambing karena PMK. Tapi sekarang pelan-pelan mulai kembali ke sapi,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat PMK merebak, banyak peternak di Ngawi memilih mengurangi populasi sapi dan beralih ke ternak kambing sebagai langkah bertahan secara ekonomi. Namun pada tahun ini, permintaan terhadap sapi kembali meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Data DPP Ngawi tahun 2026 mencatat populasi ternak terdiri dari 4.173 ekor sapi, 20.468 ekor kambing, serta 10.163 ekor domba. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan kurban masyarakat, baik di Ngawi maupun wilayah sekitarnya.
Adapun kebutuhan hewan kurban tahun ini diperkirakan mencapai 2.453 ekor sapi, 14.571 ekor kambing, dan 729 ekor domba. Dengan ketersediaan yang ada, pemerintah memastikan stok ternak dalam kondisi aman hingga pelaksanaan Iduladha.
Meski stok mencukupi, pengawasan tetap diperketat, terutama pada distribusi ternak dari luar daerah. Pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi PMK terus digencarkan guna mengantisipasi munculnya kembali kasus saat permintaan meningkat.
“Vaksinasi terus dilakukan. Peternak juga dibina mulai perawatan ternak sampai pengaturan pakan supaya kondisi hewan tetap sehat,” jelasnya.
Kondisi yang semakin stabil turut mendorong kenaikan harga sapi kurban. Saat ini, sapi siap kurban dengan ukuran besar dijual sekitar Rp30 juta per ekor, bergantung pada bobot dan kualitasnya.
Sementara itu, harga kambing yang sebelumnya sempat melemah kini mulai bergerak naik, meski peningkatannya belum terlalu signifikan.
“Kalau dibanding sebelumnya sudah mulai naik, tapi belum terlalu tinggi,” pungkasnya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





