Berita Terkini
Trending Tags

Menyusuri Jalur Moksa Prabu Brawijaya V di Gunung Lawu, Rute Klasik yang Kian Diminati Saat Bulan Suro

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 389
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gerbang Pendakian Lawu melalui Jalur klasik Singolangu.

Sinergia | Magetan – Menjelang datangnya bulan Muharram atau yang lebih dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, suasana sakral di kawasan Gunung Lawu mulai terasa semakin kuat. Gunung yang menjulang setinggi 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl) di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah itu tidak hanya menjadi tujuan favorit para pendaki, tetapi juga dikenal sebagai kawasan yang sarat nilai sejarah, spiritualitas, dan legenda.

Salah satu kisah yang paling melekat adalah perjalanan moksa Prabu Brawijaya V, raja terakhir Kerajaan Majapahit, yang diyakini menempuh perjalanan menuju puncak Gunung Lawu sebelum menghilang secara spiritual. Jejak kisah tersebut hingga kini masih dipercaya masyarakat dan dikaitkan dengan Jalur Klasik Singolangu di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Di antara lima jalur pendakian resmi menuju puncak Lawu, Singolangu dikenal sebagai jalur tertua yang masih bertahan hingga saat ini. Jalur sepanjang sekitar 8,2 kilometer tersebut memiliki karakter berbeda dibandingkan jalur pendakian lainnya karena menyimpan sejumlah situs yang dipercaya berkaitan dengan perjalanan spiritual Prabu Brawijaya V.

Pengelola Jalur Pendakian Gunung Lawu via Singolangu, Dedi Renaldi, menjelaskan bahwa jalur tersebut telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan diyakini lebih dahulu ada dibandingkan jalur-jalur pendakian yang kini lebih populer.

Menurutnya, keberadaan jalur lama itu terungkap setelah dirinya bersama puluhan pegiat alam bebas menggali informasi dari para sesepuh Dusun Singolangu mengenai akses kuno menuju puncak Gunung Lawu.

“Awalnya kami hanya berkumpul dengan teman-teman yang memang hobi mendaki gunung. Dari obrolan dengan para sesepuh, kami mendapat informasi bahwa sebelum jalur Cemoro Sewu dibuka, sebenarnya sudah ada jalur lama menuju puncak Lawu, yakni melalui Singolangu,” kata Dedi.

Image Not Found
Gerbang Pendakian Lawu melalui Jalur klasik Singolangu.

Berbekal informasi tersebut, komunitas pendaki kemudian melakukan penelusuran dan membuka kembali jalur yang sempat lama tertutup dan jarang digunakan. Jalur itu akhirnya resmi diaktifkan kembali pada 2019 dan diberi nama Jalur Klasik Singolangu.

Tidak hanya mengandalkan cerita tutur masyarakat, jalur ini juga menyimpan sejumlah titik yang dipercaya sebagai petilasan bersejarah. Beberapa lokasi yang masih dapat ditemukan antara lain Sendang Sanggar di area basecamp, Watu Lapak yang berbentuk menyerupai pelana kuda di jalur menuju Pos 2, serta Sendang Banyu Urip yang menjadi sumber mata air alami bagi para pendaki.

“Jalur ini menurut cerita sesepuh merupakan jalur pendakian Prabu Brawijaya V dalam perjalanan menuju puncak. Untuk petilasan masih banyak lagi sebenarnya, tetapi yang paling dikenal itu Watu Lapak, Sendang Banyu Urip, dan Sendang Sanggar,” ujarnya.

Selain memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat, jalur ini juga menawarkan pengalaman pendakian yang berbeda. Pendaki akan melintasi hutan pinus dan cemara yang masih terjaga kealamiannya, dengan suasana yang relatif lebih tenang dibandingkan jalur lain seperti Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, Candi Cetho, maupun Jogorogo.

Perjalanan dimulai dari basecamp di ketinggian sekitar 1.314 mdpl. Selanjutnya pendaki akan melewati Pos 1 Kerun-Kerun, Pos 2 Banyu Urip yang memiliki sumber air alami, Pos 3 Cemoro Lawang yang dipercaya sebagai tempat beristirahat Prabu Brawijaya V, hingga Pos 4 Sendang Drajat atau kawasan candi yang menyimpan sejumlah petilasan. Dari titik tersebut, pendaki melanjutkan perjalanan menuju puncak tertinggi Gunung Lawu, Hargo Dumilah.

Keunikan lainnya terdapat di kawasan Pos 4 yang dikenal sebagai Taman Edelweis. Pada musim tertentu, hamparan bunga edelweis tumbuh subur dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki yang melintasi jalur tersebut.

Image Not Found
Salah satu yang dipercaya sebagai petilasan bersejarah Prabu Brawijaya V dijalur klasik singolangu.

Memasuki bulan Suro, jumlah pengunjung yang datang melalui Jalur Klasik Singolangu biasanya mengalami peningkatan. Tidak sedikit peziarah maupun pelaku tirakat yang memilih jalur ini karena dianggap memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Majapahit dan perjalanan spiritual Prabu Brawijaya V.

“Bahkan di luar bulan Suro tetap ada yang datang untuk laku tirakat atau berziarah. Namun saat bulan Suro jumlahnya memang meningkat,” ungkap Dedi.

Meski memiliki nuansa spiritual yang kuat, pengelola tetap mengedepankan aspek keselamatan pendakian. Seluruh pendaki diwajibkan melakukan registrasi dan mengikuti pengarahan sebelum memasuki kawasan gunung. Pendaki pemula juga disarankan tidak melakukan pendakian seorang diri.

“Kalau baru pertama kali naik Gunung Lawu, sebaiknya jangan sendirian. Kami selalu memberikan briefing terlebih dahulu agar pendaki memahami karakter jalur dan menjaga keselamatan selama pendakian,” pungkasnya.

Dengan perpaduan antara panorama alam yang masih alami, jejak sejarah Majapahit, serta tradisi spiritual yang terus hidup di tengah masyarakat, Jalur Klasik Singolangu menjadi salah satu wajah lain Gunung Lawu yang semakin menarik perhatian, khususnya menjelang datangnya bulan Suro.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mimpi Takraw Putri Magetan yang Gagal Mengudara, Kalah Sebelum Bertanding

    Mimpi Takraw Putri Magetan yang Gagal Mengudara, Kalah Sebelum Bertanding

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Semangat mereka sudah membuncah sejak Februari. Enam kali latihan dalam sepekan, tas sudah dikemas, hotel di Malang sudah dipesan. Namun semua itu sirna hanya karena satu surat keputusan. Tim sepak takraw putri Kabupaten Magetan batal berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025. Bukan karena gagal seleksi atau […]

    Bagikan
  • Bencana Hidrometeorologi, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Patihan Wetan Ponorogo

    Bencana Hidrometeorologi, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Patihan Wetan Ponorogo

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Ponorogo pada Minggu (09/02/2025) sore kemarin menyebabkan sebuah pohon tumbang dan menimpa rumah warga di Kelurahan Patihan Wetan, Kecamatan Babadan. Rumah milik Eko Pramono mengalami kerusakan cukup parah, terutama di bagian gudang, dapur, satu kamar, serta ruang keluarga. “Saat kejadian, kami semua […]

    Bagikan
  • Gerak Cepat! Dua Kasus Curanmor di Ngawi Terungkap Kurang dari 24 Jam

    Gerak Cepat! Dua Kasus Curanmor di Ngawi Terungkap Kurang dari 24 Jam

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Polres Ngawi menunjukkan respon cepat dalam penanganan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukumnya. Dua kasus berbeda yang terjadi di Kecamatan Ngawi dan Kecamatan Widodaren berhasil diungkap dalam kurun kurang dari 24 jam. Pengungkapan tersebut dipaparkan Wakapolres Ngawi Kompol Rizki Santoso dalam konferensi pers di depan Media Center Polres […]

    Bagikan
  • Pertina Kota Madiun Targetkan Medali Emas pada Porprov 2025

    Pertina Kota Madiun Targetkan Medali Emas pada Porprov 2025

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Kota Madiun terus menggenjot persiapan atlet-atletnya menjelang gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur yang akan berlangsung pada akhir Juni hingga awal Juli 2025 di Kota Batu, Malang. Pelatih PERTINA Kota Madiun, Ido Sahputra mengatakan bahwa latihan intensif telah dimulai sejak awal bulan Ramadhan lalu. […]

    Bagikan
  • Minat Sekolah Rakyat Jenjang SD di Ponorogo Masih Rendah, DPRD Soroti Sosialisasi

    Minat Sekolah Rakyat Jenjang SD di Ponorogo Masih Rendah, DPRD Soroti Sosialisasi

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Ponorogo masih menghadapi kendala dalam pemenuhan kuota peserta didik jenjang sekolah dasar (SD). Hingga awal Juni 2026, jumlah pendaftar SD baru mencapai 14 siswa dari target 30 siswa. Sementara itu, jumlah pendaftar pada jenjang SMP mencapai 38 siswa dan SMA sebanyak 45 siswa. Ketua DPRD […]

    Bagikan
  • Wamendag Tinjau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Besar Madiun, Pastikan Stabil Jelang Nataru

    Wamendag Tinjau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Besar Madiun, Pastikan Stabil Jelang Nataru

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri melakukan pemantauan langsung di Pasar Besar Kota Madiun, Senin (17/11/2025). Kunjungan ini turut didampingi Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun. Dalam kesempatan tersebut, Wamendag berinteraksi dengan para […]

    Bagikan
expand_less