Berita Terkini
Trending Tags

Menyusuri Jalur Moksa Prabu Brawijaya V di Gunung Lawu, Rute Klasik yang Kian Diminati Saat Bulan Suro

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 251
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gerbang Pendakian Lawu melalui Jalur klasik Singolangu.

Sinergia | Magetan – Menjelang datangnya bulan Muharram atau yang lebih dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, suasana sakral di kawasan Gunung Lawu mulai terasa semakin kuat. Gunung yang menjulang setinggi 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl) di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah itu tidak hanya menjadi tujuan favorit para pendaki, tetapi juga dikenal sebagai kawasan yang sarat nilai sejarah, spiritualitas, dan legenda.

Salah satu kisah yang paling melekat adalah perjalanan moksa Prabu Brawijaya V, raja terakhir Kerajaan Majapahit, yang diyakini menempuh perjalanan menuju puncak Gunung Lawu sebelum menghilang secara spiritual. Jejak kisah tersebut hingga kini masih dipercaya masyarakat dan dikaitkan dengan Jalur Klasik Singolangu di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Di antara lima jalur pendakian resmi menuju puncak Lawu, Singolangu dikenal sebagai jalur tertua yang masih bertahan hingga saat ini. Jalur sepanjang sekitar 8,2 kilometer tersebut memiliki karakter berbeda dibandingkan jalur pendakian lainnya karena menyimpan sejumlah situs yang dipercaya berkaitan dengan perjalanan spiritual Prabu Brawijaya V.

Pengelola Jalur Pendakian Gunung Lawu via Singolangu, Dedi Renaldi, menjelaskan bahwa jalur tersebut telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan diyakini lebih dahulu ada dibandingkan jalur-jalur pendakian yang kini lebih populer.

Menurutnya, keberadaan jalur lama itu terungkap setelah dirinya bersama puluhan pegiat alam bebas menggali informasi dari para sesepuh Dusun Singolangu mengenai akses kuno menuju puncak Gunung Lawu.

“Awalnya kami hanya berkumpul dengan teman-teman yang memang hobi mendaki gunung. Dari obrolan dengan para sesepuh, kami mendapat informasi bahwa sebelum jalur Cemoro Sewu dibuka, sebenarnya sudah ada jalur lama menuju puncak Lawu, yakni melalui Singolangu,” kata Dedi.

Image Not Found
Gerbang Pendakian Lawu melalui Jalur klasik Singolangu.

Berbekal informasi tersebut, komunitas pendaki kemudian melakukan penelusuran dan membuka kembali jalur yang sempat lama tertutup dan jarang digunakan. Jalur itu akhirnya resmi diaktifkan kembali pada 2019 dan diberi nama Jalur Klasik Singolangu.

Tidak hanya mengandalkan cerita tutur masyarakat, jalur ini juga menyimpan sejumlah titik yang dipercaya sebagai petilasan bersejarah. Beberapa lokasi yang masih dapat ditemukan antara lain Sendang Sanggar di area basecamp, Watu Lapak yang berbentuk menyerupai pelana kuda di jalur menuju Pos 2, serta Sendang Banyu Urip yang menjadi sumber mata air alami bagi para pendaki.

“Jalur ini menurut cerita sesepuh merupakan jalur pendakian Prabu Brawijaya V dalam perjalanan menuju puncak. Untuk petilasan masih banyak lagi sebenarnya, tetapi yang paling dikenal itu Watu Lapak, Sendang Banyu Urip, dan Sendang Sanggar,” ujarnya.

Selain memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat, jalur ini juga menawarkan pengalaman pendakian yang berbeda. Pendaki akan melintasi hutan pinus dan cemara yang masih terjaga kealamiannya, dengan suasana yang relatif lebih tenang dibandingkan jalur lain seperti Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, Candi Cetho, maupun Jogorogo.

Perjalanan dimulai dari basecamp di ketinggian sekitar 1.314 mdpl. Selanjutnya pendaki akan melewati Pos 1 Kerun-Kerun, Pos 2 Banyu Urip yang memiliki sumber air alami, Pos 3 Cemoro Lawang yang dipercaya sebagai tempat beristirahat Prabu Brawijaya V, hingga Pos 4 Sendang Drajat atau kawasan candi yang menyimpan sejumlah petilasan. Dari titik tersebut, pendaki melanjutkan perjalanan menuju puncak tertinggi Gunung Lawu, Hargo Dumilah.

Keunikan lainnya terdapat di kawasan Pos 4 yang dikenal sebagai Taman Edelweis. Pada musim tertentu, hamparan bunga edelweis tumbuh subur dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki yang melintasi jalur tersebut.

Image Not Found
Salah satu yang dipercaya sebagai petilasan bersejarah Prabu Brawijaya V dijalur klasik singolangu.

Memasuki bulan Suro, jumlah pengunjung yang datang melalui Jalur Klasik Singolangu biasanya mengalami peningkatan. Tidak sedikit peziarah maupun pelaku tirakat yang memilih jalur ini karena dianggap memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Majapahit dan perjalanan spiritual Prabu Brawijaya V.

“Bahkan di luar bulan Suro tetap ada yang datang untuk laku tirakat atau berziarah. Namun saat bulan Suro jumlahnya memang meningkat,” ungkap Dedi.

Meski memiliki nuansa spiritual yang kuat, pengelola tetap mengedepankan aspek keselamatan pendakian. Seluruh pendaki diwajibkan melakukan registrasi dan mengikuti pengarahan sebelum memasuki kawasan gunung. Pendaki pemula juga disarankan tidak melakukan pendakian seorang diri.

“Kalau baru pertama kali naik Gunung Lawu, sebaiknya jangan sendirian. Kami selalu memberikan briefing terlebih dahulu agar pendaki memahami karakter jalur dan menjaga keselamatan selama pendakian,” pungkasnya.

Dengan perpaduan antara panorama alam yang masih alami, jejak sejarah Majapahit, serta tradisi spiritual yang terus hidup di tengah masyarakat, Jalur Klasik Singolangu menjadi salah satu wajah lain Gunung Lawu yang semakin menarik perhatian, khususnya menjelang datangnya bulan Suro.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejari Magetan Kembalikan Satu Unit Pajero, Polemik Aset Pemkab Magetan Mulai Terurai

    Kejari Magetan Kembalikan Satu Unit Pajero, Polemik Aset Pemkab Magetan Mulai Terurai

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya penertiban aset kendaraan dinas lama milik Pemerintah Kabupaten Magetan mulai menunjukkan hasil. Satu unit Mitsubishi Pajero Sport yang selama beberapa tahun dipinjam dan dipakaikan kepada Kejaksaan Negeri Magetan resmi dikembalikan pada Senin (24/11/2025). Penyerahan dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Magetan, Dezi Setiapernama kepada oleh Sekretaris Daerah Magetan, Welly Kristanto. Meski […]

    Bagikan
  • Gerak Cepat Polisi Bekuk Komplotan Pembobol Toko Emas Rp. 1 Miliar Kurang dari 24 Jam

    Gerak Cepat Polisi Bekuk Komplotan Pembobol Toko Emas Rp. 1 Miliar Kurang dari 24 Jam

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jajaran Kepolisian Resor Magetan bergerak cepat mengungkap kasus pembobolan Toko Emas Senna Golden Star di Jalan Raya Bendo, Dusun Dermo, Desa Belotan, Kecamatan Bendo. Dalam waktu kurang dari 24 jam, lima tersangka berhasil ditangkap di sebuah rumah kos wilayah Jiwan, Kabupaten Madiun. Kasus pencurian itu pertama kali terungkap pada Rabu pagi […]

    Bagikan
  • 206 Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Madiun Resmi Berbadan Hukum

    206 Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Madiun Resmi Berbadan Hukum

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menyatakan seluruh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tersebar di 206 desa dan kelurahan telah resmi berbadan hukum. Penyelesaian legalitas ini menandai langkah strategis dalam penguatan ekonomi desa melalui wadah koperasi. “Per tanggal 25 kemarin, sudah 100 persen. Jadi 206 KDMP sudah terbentuk dan seluruhnya telah memiliki […]

    Bagikan
  • Kang Giri Dorong BUMDes Tangkap Peluang Ekonomi Desa

    Kang Giri Dorong BUMDes Tangkap Peluang Ekonomi Desa

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mendorong kemandirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di seluruh wilayah. BUMDes diminta tidak sekadar menjalankan program wajib, tetapi mampu menangkap peluang ekonomi di tingkat desa. Menurut Kang Giri, BUMDes harus memberi dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi lokal dan pendapatan asli desa (PADes). Apalagi setiap tahun BUMDes mendapat […]

    Bagikan
  • Ratusan Warga Serbu Pasar Murah, Khofifah : Upaya Kendalikan Inflasi

    Ratusan Warga Serbu Pasar Murah, Khofifah : Upaya Kendalikan Inflasi

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau kegiatan pasar murah yang digelar di depan Kantor Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jumat (26/09/2025). Tinjauan tersebut didampingi Wali Kota Madiun Maidi dan Wakil Wali Kota F. Bagus Panuntun. Ratusan warga tampak antusias menyerbu pasar murah hingga rela mengantre panjang untuk mendapatkan kebutuhan pokok […]

    Bagikan
  • Imbas Program Makan Bergizi Gratis, Petani Sayur Magetan Ketiban Untung

    Imbas Program Makan Bergizi Gratis, Petani Sayur Magetan Ketiban Untung

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah membawa dampak positif yang sangat terasa bagi petani di Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan. Kebutuhan pasokan sayur untuk memenuhi program tersebut membuat harga sejumlah komoditas pertanian naik signifikan, bahkan mencapai hampir dua kali lipat. Ketua Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Pacalan, Puriyanto, mengungkapkan bahwa MBG […]

    Bagikan
expand_less