Warga Ngawi Temukan Jasad Pria Mengambang di Sungai, Ternyata Tetangga Yang Hilang
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 47
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi — Warga Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria yang mengambang di Sungai Kedung Merak, Selasa (11/8/2026) pagi. Jasad tersebut sempat dikira sampah oleh warga sebelum akhirnya diketahui merupakan tubuh manusia.
Korban diketahui bernama Khanani (51), warga setempat yang dilaporkan hilang sejak Senin (10/8/2026). Jasad korban ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB oleh warga yang kembali melakukan pencarian setelah korban tidak kunjung pulang ke rumah.
Kapolsek Kedunggalar AKP Karno mengatakan, setelah menerima laporan penemuan jasad, petugas langsung mendatangi lokasi. Karena posisi tubuh korban berada di sungai dengan kedalaman sekitar tiga meter, proses evakuasi melibatkan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi.
“Petugas langsung datang ke lokasi dan meminta bantuan BPBD untuk mengevakuasi korban dari sungai yang kedalamannya mencapai tiga meter,” kata Karno.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Khanani diketahui meninggalkan rumah pada Senin sekitar pukul 11.00 WIB. Namun hingga sore hari korban tidak kunjung kembali.
Keluarga korban kemudian bersama warga melakukan pencarian. Upaya tersebut dilakukan hingga ke rumah sejumlah kerabat dan wilayah sekitar desa, tetapi korban belum ditemukan.
Pencarian kembali dilakukan pada Selasa pagi. Seorang warga kemudian melihat benda yang mengambang di Sungai Kedung Merak. Karena dari kejauhan benda tersebut diduga hanya sampah, warga awalnya tidak langsung mendekatinya.
Kecurigaan muncul setelah seorang warga mendekat untuk memastikan benda tersebut. Setelah diperiksa, ternyata benda yang mengambang di sungai tersebut merupakan jasad manusia.
Warga kemudian melaporkan temuan itu kepada perangkat desa dan diteruskan kepada kepolisian. Polisi memasang garis pembatas di sekitar lokasi untuk mencegah warga mendekati jasad selama proses evakuasi berlangsung.
Menurut Binuri, salah seorang warga, keluarga dan masyarakat sebelumnya telah berupaya mencari korban ke sejumlah lokasi, termasuk ke desa tetangga.
“Warga mencari sudah ke mana-mana, sampai ke tetangga desa, tetapi tidak menemukan. Pagi harinya korban ditemukan mengambang. Awalnya dikira sampah, setelah dicek ternyata jasad korban,” ujarnya.
Setelah berhasil dievakuasi, jasad Khanani dibawa ke rumah duka untuk menjalani pemeriksaan atau visum. Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan bekas luka maupun tanda-tanda mencurigakan pada tubuh korban.
Polisi menduga korban meninggal setelah menceburkan diri ke sungai. Dugaan tersebut masih didasarkan pada hasil pemeriksaan awal dan keterangan yang diperoleh dari pihak keluarga maupun masyarakat.
Khanani diketahui bekerja sebagai kuli panggul. Sebelumnya, korban disebut mengalami kecelakaan kerja hingga mengalami sakit yang membuatnya diduga tidak lagi kuat menjalankan pekerjaannya.
Meski demikian, polisi tetap melakukan penanganan sesuai prosedur untuk memastikan penyebab kematian korban. Setelah tidak ditemukan tanda mencurigakan, jasad korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez



