Berita Terkini
Trending Tags

Lebih dari 13 Ribu Pelajar di Magetan Alami Gangguan Mata, Penggunaan Gadget Berlebihan Jadi Sorotan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 42
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Dinkes Magetan soroti dampak gadget pada kesehatan mata. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Tingginya penggunaan perangkat elektronik di kalangan anak-anak dan remaja mulai berdampak pada kesehatan mata. Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan mencatat lebih dari 13.000 pelajar tingkat SD hingga SMA mengalami gangguan penglihatan yang sebagian besar memerlukan koreksi menggunakan kacamata.

Data tersebut diperoleh dari hasil skrining kesehatan mata yang dilakukan Dinas Kesehatan Magetan sepanjang tahun 2025 terhadap sekitar 57.000 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.

Kepala Dinas Kesehatan Magetan, Rohmat Hidayat, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan sekitar 24 persen pelajar yang menjalani skrining mengalami gangguan kesehatan mata, terutama penurunan ketajaman penglihatan atau gangguan visus.

“Dari sekitar 57 ribu anak yang sudah kami lakukan skrining, yang mengalami gangguan mata sekitar 13 ribuan. Jadi kurang lebih 24 persen anak usia sekolah mengalami gangguan mata,” ujarnya.

Menurut Rohmat, gangguan yang paling banyak ditemukan adalah berkurangnya kemampuan melihat pada jarak tertentu akibat kelainan refraksi mata. Kondisi tersebut menyebabkan siswa kesulitan melihat tulisan di papan tulis maupun objek yang berada pada jarak tertentu sehingga memerlukan alat bantu berupa kacamata.

Ia menjelaskan, sebagian besar kasus yang ditemukan membutuhkan tindak lanjut berupa pemeriksaan lanjutan dan penggunaan kacamata agar fungsi penglihatan anak kembali optimal.

“Kalau di tingkat sekolah, yang paling sering kami jumpai adalah gangguan visus atau jarak pandang. Dari hasil pemeriksaan yang sudah berjalan, sebagian besar tindak lanjutnya memang perlu koreksi dengan kacamata,” jelasnya.

Dinas Kesehatan menilai penggunaan gadget secara berlebihan menjadi salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap meningkatnya kasus gangguan penglihatan pada anak usia sekolah. Kebiasaan menatap layar ponsel, tablet, maupun perangkat elektronik lainnya dalam durasi yang panjang dapat memicu kelelahan mata dan mempercepat munculnya gangguan refraksi.

“Faktor keturunan juga turut memengaruhi kondisi kesehatan mata. Tetapi, perubahan pola hidup dan meningkatnya intensitas penggunaan perangkat digital di kalangan pelajar menjadi perhatian khusus pemerintah daerah,” jelasnya.

Fenomena ini sejalan dengan semakin tingginya ketergantungan anak terhadap teknologi digital, baik untuk kebutuhan belajar maupun hiburan. Tanpa pengawasan yang tepat, kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan mata sejak usia dini.

Karena itu, Dinas Kesehatan Magetan mengimbau para orang tua untuk lebih aktif mengawasi penggunaan gadget pada anak, menerapkan batas waktu penggunaan layar, serta memastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup untuk mata.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan mata secara berkala juga dinilai penting sebagai langkah deteksi dini sehingga gangguan penglihatan dapat segera ditangani dan tidak mengganggu prestasi belajar maupun aktivitas sehari-hari.

“Yang terpenting adalah membatasi penggunaan gadget secara berlebihan dan melakukan pemeriksaan mata secara berkala agar gangguan penglihatan bisa segera diketahui dan ditangani,” pungkas Rohmat.

Dinas Kesehatan berharap sinergi antara sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mata anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada ! Kasus Leptospirosis di Ngawi Meningkat, Enam Petani Terinfeksi hingga Mei 2026

    Waspada ! Kasus Leptospirosis di Ngawi Meningkat, Enam Petani Terinfeksi hingga Mei 2026

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi — Kasus leptospirosis atau penyakit yang dikenal luas sebagai “kencing tikus” mulai menunjukkan tren peningkatan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Hingga pertengahan Mei 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat sedikitnya enam petani terkonfirmasi terinfeksi bakteri leptospira. Kepala Dinkes Ngawi, Heri Nur Fahrudin, menyebut angka tersebut tergolong tinggi jika dibandingkan periode yang sama […]

    Bagikan
  • Pengumpulan Koper CJH Kota Madiun 2026 Tuntas, 230 Koper Dikirim ke Embarkasi Surabaya

    Pengumpulan Koper CJH Kota Madiun 2026 Tuntas, 230 Koper Dikirim ke Embarkasi Surabaya

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 227 Calon Jemaah Haji (CJH) Kota Madiun telah mengumpulkan koper keberangkatan di Asrama Haji pada Minggu (26/4/2026). Seluruh koper dijadwalkan diberangkatkan menuju Embarkasi Surabaya pada siang hari setelah proses pengumpulan selesai. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Madiun, Datik Ardiyah, menyampaikan bahwa proses pengumpulan koper dimulai sejak […]

    Bagikan
  • Waspada Cuaca Ekstrem, KAI Daop 7 Madiun Perkuat Mitigasi dan Kesiapsiagaan Prasarana Kereta Api

    Waspada Cuaca Ekstrem, KAI Daop 7 Madiun Perkuat Mitigasi dan Kesiapsiagaan Prasarana Kereta Api

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun meningkatkan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan prasarana perkeretaapian. Hal itu menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi peningkatan curah hujan lebat serta cuaca ekstrem di sejumlah wilayah. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan […]

    Bagikan
  • Semangat Kemerdekaan RI, Prajurit Brimob Bagi-Bagi Bendera Merah Putih

    Semangat Kemerdekaan RI, Prajurit Brimob Bagi-Bagi Bendera Merah Putih

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jawa Timur mengadakan kegiatan berbagi bendera merah putih kepada para pengendara di Kota Madiun pada Minggu (03/08/2025). Kegiatan ini dilakukan di ruas Jalan Pahlawan dan melibatkan personel Brimob yang menyapa pengendara dengan ramah sembari menyerahkan […]

    Bagikan
  • 120 Anak Ikuti Madiun Khitanan, Plt Wali Kota : Masa Depan Anak-Anak Dipertaruhkan

    120 Anak Ikuti Madiun Khitanan, Plt Wali Kota : Masa Depan Anak-Anak Dipertaruhkan

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar kegiatan sosial bertajuk Madiun Khitanan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-108 tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Madiun pada Kamis (4/6/2026) dan diikuti oleh sekitar 120 anak. Acara ini diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Plt Wali Kota […]

    Bagikan
  • Bea Cukai Madiun Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal, Kerugian Negara Dicegah Rp. 141 Juta

    Bea Cukai Madiun Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal, Kerugian Negara Dicegah Rp. 141 Juta

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bea Cukai Madiun bersama Detasemen Polisi Militer (Denpom) V/1 Madiun menggagalkan distribusi rokok ilegal di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Dalam operasi penindakan itu, petugas mengamankan RA (22) beserta 144.200 batang rokok tanpa pita cukai dengan potensi kerugian negara Rp. 141,1 juta. Kepala Bea Cukai Madiun, P. Dwi Jogyastara, menyebut temuan […]

    Bagikan
expand_less