Tiga Dapur MBG Polres Magetan Kembali Beroperasi, Ribuan Pelajar Terima Makan Bergizi Gratis
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 70
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Magetan kembali mengoperasikan layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah sempat berhenti selama masa libur sekolah. Kembalinya operasional dapur gizi ini ditujukan untuk memastikan ribuan pelajar dan kelompok penerima manfaat lainnya kembali memperoleh asupan makanan bergizi sejak hari pertama kegiatan belajar mengajar.
Tiga SPPG yang dikelola di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari tersebut berada di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan, Kecamatan Poncol, dan Kecamatan Ngariboyo. Seluruh dapur mulai aktif kembali sejak 13 Juli 2026 dengan menyiapkan sekaligus mendistribusikan menu bergizi ke sekolah-sekolah dan sasaran penerima manfaat lainnya.
Sebelum layanan kembali berjalan, Polres Magetan melakukan supervisi menyeluruh terhadap kesiapan masing-masing dapur. Kegiatan itu dipimpin Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo, mewakili Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh aspek operasional memenuhi standar yang telah ditetapkan. Mulai dari kelayakan sarana dan prasarana, kesiapan tenaga pengelola, kualitas bahan baku makanan, kebersihan dapur, hingga penerapan standar keamanan pangan (food safety) yang diawasi Tim Dokkes Polres Magetan.

Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo menegaskan, beroperasinya kembali tiga dapur SPPG merupakan bentuk dukungan nyata Polres Magetan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas nasional.
“Kembalinya operasional tiga dapur SPPG Polres Magetan menjadi wujud konsistensi Polres Magetan dalam mendukung program pemerintah Makan Bergizi Gratis sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah serta para penerima manfaat lainnya. Kami ingin memastikan seluruh layanan kembali berjalan optimal sejak awal tahun ajaran baru,” ujarnya.
Menurutnya, aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama agar makanan yang diterima para siswa benar-benar aman dan bermanfaat bagi kesehatan. Karena itu, seluruh tahapan produksi hingga distribusi tetap mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Standar Operasional Prosedur distribusi MBG tetap kami laksanakan secara konsisten, mulai dari pemeriksaan food safety oleh Dokkes Polres Magetan, pemilihan bahan baku yang layak, segar, dan bergizi, proses pengolahan makanan yang higienis, hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah dan para penerima manfaat. Kami ingin memastikan setiap makanan yang diterima benar-benar aman, sehat, dan memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak-anak,” katanya.

Selain memastikan kualitas makanan, pengawasan juga difokuskan pada kebersihan dapur, efisiensi proses distribusi, serta ketepatan waktu pengiriman agar makanan tetap dalam kondisi segar saat diterima para penerima manfaat.
Melalui pengoperasian kembali tiga SPPG tersebut, Polres Magetan berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan secara optimal dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya peserta didik. Program ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.(Kus).
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Krz/Byg




