Berita Terkini
Trending Tags

Coverage Jamsostek Madiun Raya Baru 25,92 Persen, Pekerja Informal Jadi Tantangan Terbesar

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
  • visibility 198
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPJS Ketenagakerjaan dorong perluasan perlindungan pekerja. Foto : Istimewa

Sinergia | Madiun – Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayah Madiun Raya masih menghadapi pekerjaan rumah besar. Hingga pertengahan 2026, cakupan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Magetan baru mencapai 25,92 persen dari total 795.120 pekerja yang ada.

Data BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun menunjukkan, dari jumlah tersebut baru 206.129 pekerja yang tercatat sebagai peserta aktif. Sementara itu, sebanyak 588.991 pekerja lainnya masih belum terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madiun, Sevy Renita Setyaningrum, mengatakan capaian UCJ tertinggi saat ini berada di Kota Madiun dengan angka 48,98 persen. Sementara Kabupaten Magetan masih menjadi wilayah dengan cakupan terendah, yakni 20,78 persen.

“Kalau secara target RPJMD tahun 2026, capaian tertinggi ada di Kota Madiun sekitar 48 persen. Sedangkan yang masih rendah ada di Kabupaten Magetan sekitar 20 persen. Ini menjadi perhatian kami bersama pemerintah daerah agar target perlindungan pekerja bisa terus meningkat hingga akhir tahun,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Menurut Sevy, upaya peningkatan kepesertaan tidak hanya dilakukan melalui penguatan kepatuhan perusahaan di sektor formal. Namun juga menyasar pekerja informal, jasa konstruksi, hingga pekerja migran Indonesia yang selama ini masih banyak belum terlindungi.

BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong perluasan perlindungan pekerja rentan melalui berbagai skema pendanaan, mulai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), donasi korporasi, hingga dukungan lembaga keagamaan seperti Baznas.

“Mayoritas pekerja yang belum terlindungi berasal dari sektor bukan penerima upah atau pekerja informal, terutama kelompok rentan di sektor pertanian. Untuk itu kami terus mendorong penguatan anggaran perlindungan pekerja rentan melalui DBHCHT dan berbagai kolaborasi pendanaan lainnya,” katanya.

Selain memperluas kepesertaan, manfaat program BPJS Ketenagakerjaan juga terus dirasakan masyarakat. Hingga 31 Mei 2026, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun telah membayarkan 10.627 klaim dengan total nilai mencapai Rp124,62 miliar.

Kabupaten Madiun menjadi wilayah dengan jumlah klaim terbanyak, yakni 5.016 kasus senilai Rp49,99 miliar. Disusul Kabupaten Magetan sebanyak 3.912 kasus senilai Rp47,12 miliar dan Kota Madiun sebanyak 1.699 kasus dengan nilai klaim Rp27,51 miliar.

Di bidang pendidikan, BPJS Ketenagakerjaan juga menyalurkan beasiswa kepada 428 anak peserta dengan total nilai Rp2,247 miliar. Program tersebut diberikan kepada anak peserta yang meninggal dunia atau mengalami kecelakaan kerja sesuai ketentuan yang berlaku.

Tak hanya itu, BPJS Ketenagakerjaan turut mengawal perlindungan pekerja pada program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi bagian dari program Makan Bergizi Gratis. Hingga saat ini, cakupan perlindungan pekerja SPPG di Kabupaten Madiun mencapai 95,83 persen, Kota Madiun 91,67 persen, dan Kabupaten Magetan 83,05 persen.

Sevy menjelaskan, sebagian dapur SPPG yang belum terdaftar umumnya terkendala tingginya pergantian relawan sehingga data tenaga kerja yang dilaporkan masih berubah-ubah. Meski demikian, BPJS Ketenagakerjaan bersama pemerintah daerah dan dinas tenaga kerja terus melakukan pendampingan agar seluruh pekerja SPPG segera memperoleh perlindungan.

“Pada dasarnya biaya perlindungan pekerja sudah masuk dalam komponen operasional SPPG. Karena itu kami terus melakukan monitoring dan koordinasi agar seluruh tenaga kerja yang sudah aktif bekerja segera didaftarkan,” ujarnya.

BPJS Ketenagakerjaan optimistis cakupan perlindungan pekerja di Madiun Raya dapat terus meningkat sepanjang semester kedua tahun 2026. Dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting untuk mewujudkan target Universal Coverage Jamsostek dan memastikan seluruh pekerja memperoleh perlindungan sosial yang layak. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10 Anak Di Jenangan Diamankan, Buat Petasan Dari Kertas Buku Pelajaran

    10 Anak Di Jenangan Diamankan, Buat Petasan Dari Kertas Buku Pelajaran

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebanyak 10 anak di Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur diamankan aparat kepolisian dalam sepekan terakhir. Mereka kedapatan membuat balon udara tanpa awak dan ratusan selongsong petasan. Mirisnya, bahan pembuatan selongsong petasan tersebut menggunakan kertas dari buku pelajaran. Kapolsek Jenangan AKP Amrih Widodo menyampaikan, pihaknya menerima laporan masyarakat terkait aktivitas pembuatan […]

    Bagikan
  • Tiga Calon Dirut Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun Lolos Tahap Akhir, Wawancara KPM Jadi Penentu

    Tiga Calon Dirut Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun Lolos Tahap Akhir, Wawancara KPM Jadi Penentu

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Sinergia  | Kota Madiun – Seleksi calon Direktur Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun memasuki babak akhir. Panitia Seleksi (Pansel) resmi mengumumkan tiga peserta dengan nilai tertinggi Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK), Selasa (7/7/2026). Selanjutnya, ketiga kandidat akan mengikuti wawancara bersama Kuasa Pemilik Modal (KPM) sebagai tahapan penentu sebelum direktur definitif ditetapkan. Sekretaris Daerah (Sekda) […]

    Bagikan
  • Ojol Republik Hore Kota Pendekar Desak Usut Tuntas Kasus Meninggal Affan

    Ojol Republik Hore Kota Pendekar Desak Usut Tuntas Kasus Meninggal Affan

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komunitas ojol Republik Hore Kota Pendekar turut menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan salah satu pengemudi ojek online yang wafat saat mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/08/2025) kemarin. Koordinator komunitas, Moch Adi Saputro atau yang akrab disapa Adi Jaguar, menegaskan bahwa pihaknya ikut berbelasungkawa atas kejadian tersebut. […]

    Bagikan
  • Menjelang Idul Adha, KAI Daop 7 Madiun Alami Lonjakan Penumpang hingga 39 Persen

    Menjelang Idul Adha, KAI Daop 7 Madiun Alami Lonjakan Penumpang hingga 39 Persen

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Memasuki masa libur panjang Hari Raya Idul Adha 1446 H, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat peningkatan signifikan pada jumlah penumpang yang tiba. Hingga Kamis (05/06/2025) pukul 14.30 WIB, tercatat sebanyak 11.301 penumpang tiba di wilayah Daop 7, naik 39 persen dibandingkan dengan periode libur Kenaikan […]

    Bagikan
  • Peringatan HUT Korpri, Pemkot Madiun Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja ASN

    Peringatan HUT Korpri, Pemkot Madiun Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja ASN

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-54 di halaman Balai Kota, Rabu (03/12/2025). Kegiatan ini diikuti jajaran aparatur sipil negara (ASN) sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi Korpri dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan. Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan bahwa Korpri merupakan tulang punggung […]

    Bagikan
  • Banyak Jalan Rusak Belum Tertangani di Madiun, Bupati Minta Maaf, DPRD Dorong Prioritas Perbaikan 

    Banyak Jalan Rusak Belum Tertangani di Madiun, Bupati Minta Maaf, DPRD Dorong Prioritas Perbaikan 

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mengakui masih banyak ruas jalan yang belum tertangani secara maksimal akibat keterbatasan anggaran daerah. Dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai sekitar 936 kilometer, perbaikan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah […]

    Bagikan
expand_less