FGD Dinsos Kabupaten Madiun Hasil Monev Program UEP KUBE Fakir Miskin, Dorong Penurunan Angka Kemiskinan
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 69
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun menggelar Focus Group Discussion (FGD) hasil monitoring dan evaluasi (monev) Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Fakir Miskin di Lembah Wilis, Senin (29/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengukur efektivitas program pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus merumuskan langkah pengembangan ke depan.
Program UEP KUBE Fakir Miskin yang diluncurkan pada 2024 lalu telah menjangkau 450 penerima manfaat yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Madiun. Masing-masing penerima memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta untuk mengembangkan usaha produktif.
Sebelum pelaksanaan FGD, Dinas Sosial telah melakukan monitoring dan evaluasi langsung di lapangan dengan melibatkan pilar-pilar sosial, yakni Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Hasil temuan tersebut kemudian dibahas bersama dalam forum diskusi sebagai bahan evaluasi dan penyusunan rekomendasi kebijakan.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Tarnu Assidiq, mengatakan FGD merupakan tindak lanjut dari rangkaian monitoring dan evaluasi yang telah dilakukan terhadap pelaksanaan program UEP KUBE Fakir Miskin.
“Agenda hari ini merupakan kegiatan lanjutan untuk mengetahui hasil monitoring dan evaluasi Program UEP Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin yang tersebar di 15 kecamatan. Program ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang didukung oleh seluruh pilar sosial Dinas Sosial,” ujarnya.

Menurut Tarnu, hasil pembahasan dalam FGD nantinya akan dilaporkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Madiun sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan arah pengembangan program.
Ia berharap program UEP KUBE dapat terus berlanjut karena dinilai memiliki kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung target Pemerintah Kabupaten Madiun dalam menurunkan angka kemiskinan.
“Harapannya, program ini dapat terus berkelanjutan sehingga mampu membantu meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat dan berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Madiun maupun di tingkat Jawa Timur,” katanya.
Tarnu menambahkan, berdasarkan hasil monitoring sementara, respons masyarakat terhadap program tersebut cukup positif. Meski demikian, evaluasi menyeluruh melalui FGD tetap diperlukan untuk mengetahui capaian riil di lapangan serta menyusun rekomendasi perbaikan agar pelaksanaan program semakin efektif.
Selain mendukung upaya pengentasan kemiskinan, keberlanjutan Program UEP KUBE juga diharapkan sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Madiun, yakni mewujudkan daerah yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera (Bersahaja) melalui penguatan ekonomi masyarakat berbasis pemberdayaan.(krs).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung





