Penunjukan Direktur Baru RSUD Caruban, DPRD Minta Bupati Pilih Sosok Visioner dan Kuat Manajerial
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 116
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Kursi Direktur RSUD Caruban yang akan kosong dalam hitungan hari. Dengan berakhirnya masa jabatan drg. Farid Amirudin sebagai direktur Rumah Sakit plat merah tersebut, kekosongan jabatan tersebut akan segera diisi oleh pejabat baru yang ditunjuk oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto.
DPRD Kabupaten Madiun mengingatkan agar pengganti direktur tidak sekadar memenuhi syarat administratif, tetapi mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.
Di tengah proses itu, DPRD Kabupaten Madiun mulai memberikan sejumlah catatan. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Madiun, Rudi Triswahono, menilai penunjukan direktur baru harus menjadi momentum memperkuat kualitas pelayanan sekaligus daya saing RSUD Caruban.
“Kalau soal administrasi dan mekanisme penunjukan, tentu menjadi kewenangan pemerintah daerah. Tetapi yang kami soroti adalah bagaimana mendapatkan direktur yang mampu melihat tantangan rumah sakit ke depan, lebih progresif, serta memiliki inovasi dalam pelayanan,” ujar Rudi, Selasa (30/6/2026).
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, RSUD Caruban memiliki potensi besar menjadi rumah sakit rujukan yang tidak hanya melayani masyarakat Kabupaten Madiun, tetapi juga pasien dari daerah sekitar. Karena itu, kepemimpinan baru harus mampu meningkatkan kepercayaan publik.
“Rumah sakit ini sebenarnya bisa kita andalkan ke depan. Pasiennya bukan hanya dari Kabupaten Madiun, tetapi juga banyak dari kabupaten lain. Kalau tantangan itu bisa dijawab, nama baik rumah sakit akan semakin dikenal hingga di luar daerah,” katanya.
Rudi menekankan, sektor jasa seperti rumah sakit sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat. Oleh sebab itu, kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan agar citra rumah sakit tetap terjaga di tengah persaingan layanan kesehatan.
“Yang dijual rumah sakit itu adalah jasa. Awareness masyarakat harus dibangun dengan baik sehingga nama baik rumah sakit tetap terjaga. Itu yang akan membuat rumah sakit mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan ke depan,” jelasnya.
Selain memiliki pemahaman di bidang pelayanan kesehatan, Rudi menilai calon direktur harus dibekali kemampuan manajerial yang kuat. Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi kunci untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi rumah sakit, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga pengadaan peralatan medis.
“Direktur harus punya kemampuan manajerial yang bagus. Dengan kemampuan itu, berbagai kekurangan, baik infrastruktur, peralatan, maupun kebutuhan lainnya, bisa dikelola dengan baik. Selain itu, juga harus memiliki jaringan yang luas dan koneksi yang kuat untuk mendukung pengembangan rumah sakit,” pungkasnya.
Diketahui jabatan direktur RSUD Caruban, drg. Farid Amirudin, resmi memasuki masa purna tugas pada akhir Juni 2026. Selama memimpin RSUD Caruban, ia menjabat sebagai direktur definitif sejak Januari 2022 setelah sebelumnya mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur sejak akhir 2020. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





