Berita Terkini
Trending Tags

Harga Minyak Goreng Melonjak, Perajin Kerupuk di Magetan Kecilkan Ukuran dan Kurangi Isi Kemasan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • visibility 217
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga minyak goreng naik, isi kemasan kerupuk dikurangi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Lonjakan harga minyak goreng yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir memaksa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Magetan melakukan berbagai strategi agar usahanya tetap bertahan. Salah satunya dengan memperkecil ukuran kerupuk dan mengurangi jumlah isi dalam setiap kemasan tanpa menaikkan harga jual.

Kondisi tersebut dialami perajin kerupuk di Desa Malang, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan. Kenaikan harga minyak goreng, disertai naiknya harga tepung dan plastik kemasan, membuat biaya produksi meningkat signifikan sehingga margin keuntungan terus menyusut.

Sri Wahyuni (52), perajin kerupuk setempat, mengatakan sejak minyak goreng kemasan menjadi mahal dan sulit diperoleh di pasaran, ia beralih menggunakan minyak goreng curah. Namun, pilihan tersebut juga tidak banyak membantu karena harga minyak goreng curah ikut naik dari Rp16 ribu menjadi Rp19.300 per kilogram.

Dalam sehari, usahanya membutuhkan sekitar 250 kilogram minyak goreng untuk menggoreng berbagai jenis kerupuk mentah yang didatangkan langsung dari produsen. Kenaikan harga bahan baku membuat biaya produksi membengkak, sementara daya beli masyarakat dinilai belum memungkinkan jika harga jual dinaikkan terlalu tinggi.

Sebagai jalan tengah, Sri memilih mengurangi ukuran kerupuk sekaligus mengurangi jumlah isi kemasan. Jika sebelumnya satu bungkus berisi 15 keping kerupuk dengan harga Rp3.000, kini isi kemasan dikurangi menjadi 14 keping dengan harga yang tetap sama.

Langkah tersebut dilakukan agar produk tetap terjangkau oleh konsumen sekaligus menjaga keberlangsungan usaha. Meski demikian, kebijakan itu tidak jarang memicu keluhan dari pelanggan yang menyadari isi kemasan berkurang.

“Sejak harga minyak goreng naik, kami benar-benar terdampak. Terpaksa mengurangi jumlah isi kemasan dan memperkecil ukuran kerupuk. Belum lagi harga tepung dan plastik juga ikut naik,” ujar Sri Wahyuni.

Hal senada disampaikan Wuryadi, salah seorang pengecer kerupuk. Menurutnya, keuntungan penjualan ikut menurun karena produsen mengurangi isi kemasan untuk menyesuaikan biaya produksi yang semakin tinggi.

“Penghasilan setiap hari menurun. Kerupuk yang biasanya berisi 15 keping sekarang tinggal 14 keping supaya produsen masih bisa mendapatkan sedikit keuntungan,” katanya.

Selain minyak goreng, pelaku usaha juga menghadapi lonjakan harga bahan penunjang lainnya. Harga plastik kemasan, misalnya, naik tajam dari sekitar Rp30 ribu menjadi Rp52 ribu per kilogram. Kenaikan harga tepung sebagai bahan baku utama turut menambah beban biaya produksi.

Pelaku UMKM menilai kondisi tersebut semakin menyulitkan usaha kecil yang mengandalkan keuntungan tipis. Mereka harus memilih antara menaikkan harga jual dengan risiko kehilangan pelanggan atau mempertahankan harga dengan mengurangi isi dan ukuran produk.

Para perajin berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan baku, terutama minyak goreng, tepung, dan plastik kemasan. Menurut mereka, kepastian pasokan dan harga yang stabil sangat dibutuhkan agar UMKM dapat terus berproduksi, mempertahankan tenaga kerja, dan menjaga daya saing di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Madiun Gelar Skrining TBC untuk Petugas Dapur Gizi

    Pemkot Madiun Gelar Skrining TBC untuk Petugas Dapur Gizi

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus memperkuat pengawasan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit menular, Wali Kota Madiun, Maidi, memerintahkan pemeriksaan Tuberkulosis (TBC) bagi seluruh petugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Madiun. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari deteksi dini untuk menekan kasus TBC […]

    Bagikan
  • Sparta Pena Siapkan Strategi Rahasia Hadapi Bank Jatim, Manajer: Pokoknya Ada!

    Sparta Pena Siapkan Strategi Rahasia Hadapi Bank Jatim, Manajer: Pokoknya Ada!

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sparta Pena tak ingin kehilangan momentum di Turnamen Mini Soccer U-40 Piala Kapolres Madiun 2026. Menjelang laga krusial melawan Bank Jatim, tim yang diperkuat insan media itu mengaku sudah menyiapkan strategi khusus untuk mempertahankan posisi puncak klasemen Grup D. Pertandingan Sparta Pena kontra Bank Jatim akan digelar di Lapangan Tri Brata […]

    Bagikan
  • Fenomena Kekurangan Murid di SD Negeri Madiun, DPRD: Efek Pilihan Masyarakat ke Madrasah

    Fenomena Kekurangan Murid di SD Negeri Madiun, DPRD: Efek Pilihan Masyarakat ke Madrasah

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Madiun mengalami kekurangan murid. Fenomena ini disorot oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Madiun, Slamet Rijadi, yang menilai kondisi tersebut merupakan dampak dari meningkatnya minat masyarakat terhadap lembaga pendidikan berbasis agama, khususnya Madrasah Ibtidaiyah (MI). Menurut Slamet, fenomena tersebut bukanlah persoalan serius selama anak-anak […]

    Bagikan
  • BPBD Madiun Siaga Hadapi Musim Kemarau, Petakan 71 Desa Rawan Kekeringan dan 27 Desa Rawan Karhutla

    BPBD Madiun Siaga Hadapi Musim Kemarau, Petakan 71 Desa Rawan Kekeringan dan 27 Desa Rawan Karhutla

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana pada musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun menggelar sosialisasi mitigasi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) dengan melibatkan lintas instansi dan pemerintah desa yang masuk kategori rawan bencana, Kamis (31/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), […]

    Bagikan
  • Korp Raport Penghujung Tahun 2025, 119 Personel Polres Magetan Naik Pangkat

    Korp Raport Penghujung Tahun 2025, 119 Personel Polres Magetan Naik Pangkat

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Memasuki akhir tahun 2025, Polres Magetan menggelar Upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat bagi anggota Polri periode 1 Januari 2026 serta ASN Polri periode 1 Desember 2025, Rabu (31/12/2025). Upacara yang dipimpin Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, ini berlangsung khidmat di halaman Mapolres Magetan, diikuti ratusan personel bersama keluarga pendamping. […]

    Bagikan
  • Kuli Bangunan Tewas Kesetrum saat Pasang Besi Cor

    Kuli Bangunan Tewas Kesetrum saat Pasang Besi Cor

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Seorang kuli bangunan berinisial S.A.S (24), warga Desa Sareng, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, tewas tersengat listrik saat bekerja di proyek pembangunan ruko, Kamis (25/09/2025). Peristiwa bermula ketika korban bersama dua rekannya, Sudarsono (67) dan Gianto (52), tengah memasang material besi cor di lantai dua bangunan milik Rohmad Saiful Muklasin di […]

    Bagikan
expand_less