Berita Terkini
Trending Tags

Bulog Madiun Distribusi 9.000 Liter MinyaKita di Pasar Besar Madiun, Pengawasan Kualitas dan Harga Diperketat

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • visibility 168
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bulog distribusikan 9.000 liter MinyaKita di Pasar Besar Madiun. (2/7/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Perum Bulog Kantor Cabang Madiun kembali menyalurkan sebanyak 9.000 liter MinyaKita atau sekitar 750 kardus di Pasar Besar Madiun (PBM), Kamis (2/7/2026). Penyaluran rutin tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan, menstabilkan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), sekaligus memastikan kualitas minyak goreng yang beredar tetap aman bagi masyarakat.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Agung Sariyanto mengatakan distribusi MinyaKita di Pasar Besar Madiun dilakukan sedikitnya sekali dalam sepekan. Namun, Bulog tengah mengkaji kemungkinan menambah frekuensi menjadi dua kali seminggu apabila stok mencukupi.

“Hari ini kami distribusikan 9.000 liter atau sekitar 750 kardus. Minimal seminggu sekali kami melakukan dropping di Pasar Besar Madiun. Kami juga sedang menghitung kemungkinan menjadi dua kali seminggu jika stok mencukupi, sekaligus akan kami ekspansi ke Pasar Sleko,” ujarnya.

Menurut Agung, penyaluran MinyaKita merupakan penugasan pemerintah kepada Bulog yang difokuskan untuk pasar rakyat atau pasar tradisional yang menjadi sasaran program Kementerian Perdagangan.

Untuk wilayah kerja Bulog Madiun yang meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi, distribusi MinyaKita mencapai sekitar 18.000 liter per minggu. Selain Pasar Besar Madiun, penyaluran rutin juga dilakukan di Pasar Sayur Caruban dan Pasar Walikukun, Ngawi.

“Untuk Kota Madiun sendiri kami pastikan pasokan 9.000 liter setiap minggu tetap terjaga. Saat ini stok yang kami miliki cukup untuk sekitar 10 hingga 11 minggu ke depan,” katanya.

Selain menjaga ketersediaan barang, Bulog juga memastikan kualitas MinyaKita yang beredar di wilayah Madiun aman. Hal itu menyusul munculnya isu dugaan MinyaKita berbau solar atau minyak tanah di sejumlah daerah lain.

Agung menjelaskan produk yang beredar di Jawa Timur berasal dari produsen berbeda dengan yang menjadi sorotan di wilayah lain.

“Produsen yang masuk ke Jawa Timur mayoritas berasal dari Sinarmas maupun Wilmar. Insyaallah produk yang masuk ke wilayah kami aman. Namun apabila masyarakat menemukan MinyaKita yang berbau tidak wajar atau diduga bermasalah, silakan melapor kepada Bulog atau dinas terkait agar segera kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Bulog menegaskan, distribusi rutin tersebut juga bertujuan menjaga harga MinyaKita tetap sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter. Hal itu agar inflasi komoditas minyak goreng dapat dikendalikan.

Di tingkat pedagang, MinyaKita masih menjadi pilihan utama konsumen, terutama pelaku usaha mikro dan industri rumahan yang memproduksi gorengan maupun aneka makanan.

Pedagang PBM, Lina Indrawati, mengaku pasokan sebanyak 16 kardus yang diterimanya umumnya habis dalam waktu sekitar satu pekan. Menurutnya, permintaan dari pelanggan terus tinggi dan MinyaKita kerap menjadi produk yang paling dicari.

“Yang beli banyak dari pelaku home industry, penjual gorengan, dan pembuat kue. Pelanggan sering datang mencari MinyaKita, bahkan pernah berkali-kali datang saat stok habis,” ujarnya.

Ia berharap distribusi rutin dari Bulog dapat terus berlanjut sehingga pasokan tetap lancar. Hal itu agar masyarakat maupun pedagang tidak kesulitan memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau.

“Kalau Minyakita itu harganya murah. Kalau yang itu Fortune itu Rp. 23 ribu, Sania itu 25 Ribu per liter. Ya kalau buat penjualan kecil-kecilan itu harus mikirnya dua kali kalau pakai minyak itu. Kecuali kalau yang sudah levelnya sudah besar, itu pakai yang minyak yang baik dan bagus,” pungkasnya.

Dengan distribusi yang terus dijaga dan pengawasan kualitas yang diperketat, Bulog berharap ketersediaan MinyaKita di pasar tradisional tetap aman, harga stabil, serta masyarakat memperoleh minyak goreng yang sesuai standar mutu dan ketentuan pemerintah. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • 49 Ribu Warga Magetan Terdata Sebagai Calon Penerima BLT Kesra, Verifikasi Masih Berlangsung

    49 Ribu Warga Magetan Terdata Sebagai Calon Penerima BLT Kesra, Verifikasi Masih Berlangsung

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Sosial (Dinsos) tengah melakukan verifikasi dan validasi (verval) terhadap data 49.110 warga yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1–4. Mereka masuk dalam daftar calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Sementara Kesejahteraan Rakyat (Kesra) yang bersumber dari Kementerian Sosial RI. Kepala Dinas […]

    Bagikan
  • Disdag dan Satgas Pangan Sidak Ritel Modern, Harga Bahan Pokok di Kota Madiun Di Bawah HAP

    Disdag dan Satgas Pangan Sidak Ritel Modern, Harga Bahan Pokok di Kota Madiun Di Bawah HAP

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Perdagangan Kota Madiun bersama Satgas Pangan Polres Madiun Kota, Satpol PP dan Damkar Kota Madiun melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah lokasi, Senin (16/3/2026). Hasil pemantauan menunjukkan harga sejumlah komoditas masih relatif stabil, bahkan beberapa masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) nasional. […]

    Bagikan
  • Potensi Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Kolam Renang Gemarang

    Potensi Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Kolam Renang Gemarang

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun terus mendalami kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kolam renang dan fasilitas pendukung di Desa Gemarang, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun. Setelah menetapkan mantan Kepala Desa Gemarang, Suprapti sebagai tersangka, penyidik kini membuka peluang penambahan tersangka baru dalam perkara tersebut. Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Madiun, Inal […]

    Bagikan
  • Ironis ! Operasi Pekat Ciduk 9 PSK, 4 Diantaranya Positif HIV

    Ironis ! Operasi Pekat Ciduk 9 PSK, 4 Diantaranya Positif HIV

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun bersama Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah warung remang-remang Kecamatan Jiwan, Jumat malam (03/10/2025). Dari hasil operasi, sembilan pekerja seks komersial (PSK) diamankan. Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Maksimalkan Pendataan Kependudukan Lewat Pembangunan Rumah Data di Rejomulyo

    Pemkot Madiun Maksimalkan Pendataan Kependudukan Lewat Pembangunan Rumah Data di Rejomulyo

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus berupaya memperkuat basis data kependudukan sebagai dasar pelaksanaan berbagai program sosial dan pembangunan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pembangunan Rumah Data Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun, Denik Wuryani, […]

    Bagikan
  • Harga Plastik Melonjak, Perajin Besek Bambu di Magetan Kebanjiran Pesanan Jelang Idul Adha

    Harga Plastik Melonjak, Perajin Besek Bambu di Magetan Kebanjiran Pesanan Jelang Idul Adha

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kenaikan harga plastik yang dipicu dampak konflik di Timur Tengah membawa efek tak terduga bagi perajin besek bambu di Kabupaten Magetan. Menjelang Idul Adha, permintaan wadah tradisional dari anyaman bambu tersebut meningkat tajam, bahkan mencapai lebih dari 50 persen dibandingkan hari normal. Lonjakan pesanan paling terasa di Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, […]

    Bagikan
expand_less