Berita Terkini
Trending Tags

Rekam Jejak Riyin Nur Asiyah, Pengusaha yang Kini Selangkah Lagi Pimpin DPRD Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
  • visibility 533
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar ilustrasi

Sinergia | Magetan – Nama Riyin Nur Asiyah kini menjadi sorotan publik setelah resmi ditunjuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai calon Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Kabupaten Magetan. Penunjukan tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan kursi pimpinan DPRD setelah Ketua DPRD sebelumnya, Suratno, dinonaktifkan usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah pokok pikiran (pokir) tahun anggaran 2020–2024 senilai Rp242,98 miliar.

Saat ini, proses pengangkatan Riyin tinggal menunggu tahapan administrasi melalui rapat paripurna DPRD, sebelum diusulkan kepada Gubernur Jawa Timur untuk mendapatkan pengesahan.

Penunjukan Riyin sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai kader PKB yang mengisi kursi pimpinan DPRD Magetan. Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB melakukan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) terhadap tiga nama, yakni Riyin Nur Asiyah, Anton Sholihin, dan Agus Dwi Wibowo. Setelah melalui proses tersebut, DPP PKB akhirnya memberikan mandat kepada Riyin.

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), Riyin Nur Asiyah lahir di Kabupaten Ngawi pada 2 Oktober 1982 dan berdomisili di Kelurahan Jeruk, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan.

Sebelum terjun ke dunia politik, perempuan berusia 43 tahun itu dikenal sebagai seorang wiraswasta. Ia merupakan lulusan SMU Negeri 1 Karangmojo Magetan dan melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun.

Di dunia usaha, Riyin mengembangkan sejumlah bisnis, mulai dari sektor transportasi atau bus pariwisata, toko modern, waralaba, toko bangunan, hingga kafe dan restoran. Berbagai unit usaha tersebut disebut mempekerjakan sekitar 150 karyawan, dengan sebagian besar merupakan perempuan. Pengalaman sebagai pelaku usaha inilah yang kerap menjadi dasar pandangannya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Karier politik Riyin tergolong berkembang pesat. Sebagai kader PKB, ia berhasil memenangkan Pemilihan Legislatif 2024 dan terpilih menjadi Anggota DPRD Kabupaten Magetan periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan (Dapil) Magetan II yang meliputi Kecamatan Barat, Karangrejo, Karas, dan Kartoharjo.

Berdasarkan hasil resmi KPU, Riyin memperoleh 5.754 suara, menempati posisi ketiga peraih suara terbanyak di dapil tersebut. Ia berada di bawah Andri Wahyu Utomo dari PKB yang memperoleh 7.444 suara dan Suwarno dari Partai Golkar dengan 5.933 suara.

Meski bukan peraih suara terbanyak, Riyin dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Magetan yang membidangi pendidikan, kesehatan, kesejahteraan rakyat, kepemudaan, olahraga, hingga urusan sosial. Dalam kapasitas tersebut, ia beberapa kali menyampaikan evaluasi terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Magetan, terutama terkait pelayanan publik, pembangunan sumber daya manusia, dan kesejahteraan masyarakat.

Selain berkiprah di parlemen, Riyin juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi sosial dan keagamaan. Ia tercatat berkiprah di Perempuan Bangsa, Muslimat NU, Fatayat NU, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Harakah Majelis Taklim, PKK, Majelis Dzikir, hingga Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).

Keterlibatan dalam berbagai organisasi tersebut memperluas aktivitasnya di tengah masyarakat, terutama pada isu pemberdayaan perempuan, pendidikan keagamaan, dan kegiatan sosial.

Apabila seluruh proses administrasi berjalan lancar, Riyin akan menjadi perempuan pertama dalam periode ini yang menduduki posisi pimpinan DPRD Kabupaten Magetan.

Penunjukan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan politik ibu dua anak itu. Selain memimpin agenda legislatif bersama unsur pimpinan lainnya, Riyin juga akan menghadapi tantangan besar untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga DPRD Magetan setelah kasus dugaan korupsi yang menyeret pimpinan sebelumnya.

Dengan latar belakang sebagai pengusaha, pengalaman memimpin Komisi D, serta keterlibatan aktif dalam organisasi kemasyarakatan, Riyin diharapkan mampu menjalankan fungsi legislatif, pengawasan, dan penganggaran secara optimal, sekaligus menjaga marwah lembaga perwakilan rakyat di Kabupaten Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Anak Tewas Usai Mobil Sayur Tabrak Kerumunan Balap Liar di Magetan

    Dua Anak Tewas Usai Mobil Sayur Tabrak Kerumunan Balap Liar di Magetan

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Aksi balap liar kembali memakan korban. Sebuah mobil pick up bermuatan sayur menabrak kerumunan, diduga penonton balapan liar di Jalan Raya Kawedanan, Desa Selorejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Sabtu (14/1/2026) dini hari. Dua anak tewas, sementara lima lainnya dilarikan ke RSUD dr. Sayidiman Magetan. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB, […]

    Bagikan
  • Pemkab Ponorogo Rumuskan Program “Kepo” untuk Kembangkan Ekosistem Wisata

    Pemkab Ponorogo Rumuskan Program “Kepo” untuk Kembangkan Ekosistem Wisata

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tengah menyiapkan terobosan baru untuk menumbuhkan ekosistem wisata. Program itu diberi nama Karisma Event Ponorogo atau disingkat Kepo. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan, melalui Kepo pihaknya ingin setiap desa mampu menghadirkan event wisata unggulan yang konsisten, kreatif, dan memiliki kekhasan lokal. Karena itu, ia telah meminta Dinas […]

    Bagikan
  • Puncak Arus Balik Diprediksi 3 April, Stasiun Madiun Catat Peningkatan Penumpang Pasca Lebaran

    Puncak Arus Balik Diprediksi 3 April, Stasiun Madiun Catat Peningkatan Penumpang Pasca Lebaran

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Stasiun Madiun mengalami peningkatan jumlah penumpang yang berangkat pada Rabu (02/04/2025) mencapai 4.915 orang. Sementara itu, secara keseluruhan di wilayah KAI Daop 7 Madiun keberangkatan tercatat 13.462 penumpang. Sementara untuk penumpang turun di angka 11.489 penumpang. Manager Humas Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul mengatakan Daop 7 Madiun telah menyiapkan […]

    Bagikan
  • Kasus DBD di Desa Bancar Ponorogo Meningkat, 26 RT di Fogging

    Kasus DBD di Desa Bancar Ponorogo Meningkat, 26 RT di Fogging

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Ponorogo | Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo meningkat signifikan. Tercatat 21 warga terserang penyakit dari nyamuk Aedes aegypti itu. Sebagai upaya mencegah penyebaran lebih luas, Pemerintah Desa Bancar bersama petugas kesehatan melakukan fogging di 26 RT sejak sepekan terakhir. Sekretaris Desa Bancar, Muhammad Nurcholis, menjelaskan […]

    Bagikan
  • Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Madiun Berkomitmen Makin Profesional dan Dekat dengan Masyarakat

    Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Madiun Berkomitmen Makin Profesional dan Dekat dengan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Polres Madiun memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan menggelar upacara di Alun-alun Reksogati, Caruban, Kabupaten Madiun, Rabu (1/7/2026). Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai penegasan komitmen Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat pelayanan publik, serta membangun kedekatan dengan masyarakat. Upacara yang berlangsung khidmat itu menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar secara […]

    Bagikan
  • Belasan Tahun Dikurung, Benarkah Ponorogo Kini Bebas Pasung?

    Belasan Tahun Dikurung, Benarkah Ponorogo Kini Bebas Pasung?

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Evakuasi Suhananto (45) dan Majid (42), dua orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Selasa (3/2/2026), menjadi sorotan tajam berakhirnya praktik pemasungan di Bumi Reog. Selama belasan tahun, keduanya hidup terkurung di rumah keluarga  tanpa akses layanan kesehatan jiwa yang layak  sebelum akhirnya […]

    Bagikan
expand_less