Berita Terkini
Trending Tags

Dinas Pertanian Pemkab Madiun Adaptasi Tehnologi Drone Pupuk, Lahan Seluas 1.5 Hektar Bisa Disemprot Presisi

  • account_circle Mandor
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • visibility 294
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Dinas Pertanian saat uji dron untuk pemupukan di lahan sawah Kecamatan Madiun. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkab Madiun tengah getol uji drone untuk proses pemupukan. Efisiensi pemakaian selama 20 menit terbang, burung besi itu mampu menyemprotkan pupuk secara presisi di lahan sawah seluas 1.5 hektar.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkab Madiun, Raswiyanto mengaku drone ini merupakan salah satu adaptasi inovasi tehnologi kekinian. Tujuanya mempermudah petani saat melakukan pemupukan.

“Monggo para kelompok tani yang lahannya ingin disemprot drone bisa segera saja untuk menghubungi Dinas Pertanian. Sekali lagi pelayanan ini gratis,” ujar Raswiyanto, Sabtu (04/07/2026).

Dijelaskan, spesifikasi drone milik Dinas Pertanian dan Perikanan memiliki 2 buah baterai, sehingga hanya dapat terbang maksimal sekitar 20 menit. Drone seharga Rp. 200 juta lebih itu mampu mengangkut pupuk 20 liter.

Image Not Found
Drone mampu semprot pupuk presisi hingga 1,5 hektare. Foto : Tova-Sinergia

“Selama terbang sekitar 20 menit, bisa saja menjangkau luas lahan pertanian 1-1.5 hektar. Jadi volume 20 liter pupuk bisa disemprotkan secara presisi,” kata mantan Camat Jiwan itu.

Meski canggih, burung besi itu bukan tanpa kendala. Raswiyanto mengatakan terdapat kesulitan yaitu keterbatasan kekuatan baterai sehingga drone tidak dapat terbang terlalu lama.

Selain itu, lokasi lahan sawah yang tidak seragam, karena drone tersebut cukup besar sehingga dibutuhkan area agak luas untuk proses mendarat.

“Muncul kendala lain seperti keberadaan kabel lstrik (untuk sumur submersible) di sawah membuat operasional drone tidak leluasa ketika terbang,” ujarnya.

Meskipun ada kendala, di sisi lain kelompok tani di bumi kampung pesilat cukup tertarik dengan keberadaan drone. Saat ini drone dapat digunakan gratis untuk gerakan pengendalian OPT oleh kelompok tani.

“Dengan syarat kelompok tani mampu membuat Agen Pengendali Hayati (APH) sendiri,” pungkasnya. (Ndor/Tov)

Bagikan
  • Penulis: Mandor
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil BMW dan Rubicon Milik dr. Yunus Mahatma Disita KPK

    Mobil BMW dan Rubicon Milik dr. Yunus Mahatma Disita KPK

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas penyelidikan terkait dugaan suap pengurusan jabatan, proyek, dan gratifikasi yang menjerat Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo Yunus Mahatma, Sekda Ponorogo Agus Pramono, serta seorang rekanan proyek bernama Sucipto. Langkah terbaru dilakukan pada Kamis (13/11/2025), ketika tim KPK melakukan […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Distribusikan Bantuan untuk Korban Bencana Alam di Sumatera 

    Pemkot Madiun Distribusikan Bantuan untuk Korban Bencana Alam di Sumatera 

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Sosial membuka penggalangan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam di wilayah Sumatra. Pengumpulan bantuan dimulai sejak Senin (01/12/2025) hingga Kamis (04/12/2025) sebagai bentuk kepedulian Pemkot terhadap masyarakat terdampak di wilayah barat Indonesia. Dinas Sosial Kota Madiun mendirikan posko tanggap darurat di halaman kantor dinas sebagai […]

    Bagikan
  • Aksi Nekad Remaja 16 Tahun di Madiun Diduga Akibat Depresi

    Aksi Nekad Remaja 16 Tahun di Madiun Diduga Akibat Depresi

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Seorang remaja berinisial ARP (16) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di samping kamar kakek buyutnya, di Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Sabtu (20/12) sore.  Belum diketahui pasti penyebab aksi remaja yang masih duduk di bangku SMA tersebut nekat mengakhiri hidupnya. Korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya, Endah […]

    Bagikan
  • Denpom V/1 Madiun Tegakkan Tertib Berlalu Lintas di Lingkungan TNI

    Denpom V/1 Madiun Tegakkan Tertib Berlalu Lintas di Lingkungan TNI

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Denpom V/1 Madiun melakukan pemeriksaan surat-surat dan kelengkapan kendaraan bermotor milik anggota Korem 081/DSJ dan Satdisjan (satuan dinas jawatan) Madiun, Senin (10/11/2025). Pemeriksaan dilakukan usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Pahlawan. Pemeriksaan tersebut merupakan langkah Denpom V/1 Madiun dalam penegakan hukum disiplin tata tertib di lingkungan TNI. “Sesuai dengan rencana kegiatan operasi […]

    Bagikan
  • Ini Cara Unik Jemaah Haji di Ponorogo untuk Mengenali Koper

    Ini Cara Unik Jemaah Haji di Ponorogo untuk Mengenali Koper

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Menjelang keberangkatan ibadah haji, ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Ponorogo mulai menyerahkan koper mereka ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo pada Rabu (14/05/2025). Suasana pengumpulan koper berlangsung unik, lantaran banyak koper yang dihiasi dengan berbagai aksesori, mulai dari boneka hingga foto diri bersama keluarga. Inisiatif ini datang dari Kelompok […]

    Bagikan
  • Polres Ngawi Libatkan Satreskrim Se-Jatim Cari Potongan Tubuh Korban dan Buru Pelaku

    Polres Ngawi Libatkan Satreskrim Se-Jatim Cari Potongan Tubuh Korban dan Buru Pelaku

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Identitas jenazah korban dalam koper yang ditemukan di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi pada Kamis (23/1/2025) lalu telah terungkap. Korban adalah Uswatun Khasanah, Blitar 25 April 1995 Jenis kelamin perempuan pekerjaan karyawati swasta. Identitas korban diketahui dari pengenalan sidik jari dan juga dengan bantuan alat rekognisi serta telah dipastikan […]

    Bagikan
expand_less