Dinas Pertanian Pemkab Madiun Adaptasi Tehnologi Drone Pupuk, Lahan Seluas 1.5 Hektar Bisa Disemprot Presisi
- account_circle Mandor
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 69
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkab Madiun tengah getol uji drone untuk proses pemupukan. Efisiensi pemakaian selama 20 menit terbang, burung besi itu mampu menyemprotkan pupuk secara presisi di lahan sawah seluas 1.5 hektar.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkab Madiun, Raswiyanto mengaku drone ini merupakan salah satu adaptasi inovasi tehnologi kekinian. Tujuanya mempermudah petani saat melakukan pemupukan.
“Monggo para kelompok tani yang lahannya ingin disemprot drone bisa segera saja untuk menghubungi Dinas Pertanian. Sekali lagi pelayanan ini gratis,” ujar Raswiyanto, Sabtu (04/07/2026).
Dijelaskan, spesifikasi drone milik Dinas Pertanian dan Perikanan memiliki 2 buah baterai, sehingga hanya dapat terbang maksimal sekitar 20 menit. Drone seharga Rp. 200 juta lebih itu mampu mengangkut pupuk 20 liter.

“Selama terbang sekitar 20 menit, bisa saja menjangkau luas lahan pertanian 1-1.5 hektar. Jadi volume 20 liter pupuk bisa disemprotkan secara presisi,” kata mantan Camat Jiwan itu.
Meski canggih, burung besi itu bukan tanpa kendala. Raswiyanto mengatakan terdapat kesulitan yaitu keterbatasan kekuatan baterai sehingga drone tidak dapat terbang terlalu lama.
Selain itu, lokasi lahan sawah yang tidak seragam, karena drone tersebut cukup besar sehingga dibutuhkan area agak luas untuk proses mendarat.
“Muncul kendala lain seperti keberadaan kabel lstrik (untuk sumur submersible) di sawah membuat operasional drone tidak leluasa ketika terbang,” ujarnya.
Meskipun ada kendala, di sisi lain kelompok tani di bumi kampung pesilat cukup tertarik dengan keberadaan drone. Saat ini drone dapat digunakan gratis untuk gerakan pengendalian OPT oleh kelompok tani.
“Dengan syarat kelompok tani mampu membuat Agen Pengendali Hayati (APH) sendiri,” pungkasnya. (Ndor/Tov)
- Penulis: Mandor
- Editor: Diez





