Kambing Kontes Bernilai Puluhan Juta Dipamerkan di Magetan, Warga Diajak Melirik Peluang Bisnis Ternak
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 58
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Puluhan kambing dan domba unggulan dari berbagai peternak di wilayah Eks Karesidenan Madiun dipamerkan dalam kegiatan Nyencang Bareng yang digelar di kawasan BUMDes Desa Rejomulyo, Kabupaten Magetan. Tak sekadar menjadi ajang berkumpul para penghobi ternak, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi masyarakat sekaligus upaya meningkatkan nilai ekonomi peternakan kambing dan domba.
Acara yang diinisiasi komunitas Sedulur Ternak Sekaresidenan Madiun tersebut menjadi penyelenggaraan perdana dengan menghadirkan berbagai jenis kambing dan domba berkualitas kontes, seperti Boer, Boer Peranakan (PE), hingga Dorper. Sebagian ternak yang dipamerkan bahkan memiliki nilai jual mencapai puluhan juta rupiah.
Kepala Desa Rejomulyo, Aris Purwanto, mengatakan kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antarpeternak sekaligus memperkenalkan hasil budidaya mereka kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa usaha peternakan kambing dan domba masih memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola dengan baik.
“Di tengah anggapan bahwa harga kambing dan domba sedang turun, sebenarnya nilai jual tetap tinggi apabila ternak memiliki kualitas unggul. Karena itu masyarakat perlu diedukasi mengenai cara pemeliharaan yang baik agar menghasilkan ternak bernilai tinggi,” ujarnya.

Aris menambahkan, dipilihnya kawasan BUMDes sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Pemerintah desa ingin menjadikan BUMDes sebagai pusat kolaborasi berbagai komunitas produktif yang mampu menggerakkan perekonomian warga.
Saat ini BUMDes Rejomulyo juga telah mengembangkan usaha breeding atau pembibitan domba sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa. Meski masih dalam tahap perintisan, keberadaan peternakan tersebut diharapkan dapat berkembang melalui transfer ilmu dari para peternak yang telah lebih dahulu sukses.
“Harapannya kegiatan ini bisa rutin digelar setiap bulan sehingga Rejomulyo menjadi basecamp atau tempat berkumpul para peternak kambing dan domba dari Magetan maupun daerah sekitar,” kata Aris.
Salah seorang peserta, Haris Usman, membawa kambing Boer dan domba Dorper yang selama ini dikenal sebagai ras unggulan penghasil daging. Ia menjelaskan kedua jenis ternak tersebut memiliki pertumbuhan lebih cepat, efisiensi pakan yang baik, serta lebih tahan terhadap penyakit dibanding beberapa jenis kambing lainnya.
Menurut Haris, kondisi pasar saat ini memang belum sepenuhnya berpihak kepada peternak kambing dan domba komersial. Harga ternak dengan kualitas umum masih mengalami penurunan akibat lemahnya daya beli masyarakat. Namun kondisi berbeda terjadi pada ternak bibit unggul.
“Untuk kambing Boer yang kami kembangkan sebagai bibit unggul, harganya masih stabil karena memang pasarnya berbeda. Permintaannya tetap ada untuk perbaikan genetik peternakan,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan seperti Nyencang Bareng dapat memperluas pengetahuan masyarakat mengenai berbagai jenis kambing dan domba beserta keunggulannya. Dengan demikian, calon peternak dapat memilih jenis ternak yang sesuai dengan kebutuhan dan peluang pasar.
Selain menjadi ajang promosi ternak unggulan, kegiatan tersebut juga menghadirkan wahana permainan keluarga sehingga menarik minat masyarakat, termasuk anak-anak, untuk mengenal dunia peternakan sejak dini. Penyelenggara berharap sinergi antara komunitas peternak, pemerintah desa, dan BUMDes mampu melahirkan pusat pengembangan peternakan kambing dan domba yang berdaya saing sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak di Magetan dan wilayah sekitarnya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





