Rumah Semi Permanen di Ngawi Ludes Terbakar, Lansia Sempat Terjebak
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 59
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Sebuah rumah semi permanen milik warga di Desa Sirigan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, ludes dilalap api pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Beruntung, pemilik rumah yang merupakan seorang lanjut usia (lansia) berhasil diselamatkan warga meski sempat terjebak di dalam bangunan yang terbakar.
Korban diketahui bernama Jariah (85), seorang lansia yang sudah tidak mampu beraktivitas secara mandiri. Saat kebakaran terjadi, dua anak korban sedang pergi ke sawah sehingga rumah hanya dihuni Jariah seorang diri.
Kobaran api pertama kali diketahui oleh warga sekitar setelah terdengar suara letupan dari arah rumah korban. Saat diperiksa, api sudah membesar dan dengan cepat membakar bangunan semi permanen beserta seluruh isinya.
Warga yang panik segera berupaya menyelamatkan Jariah dari dalam rumah. Setelah berhasil mengevakuasi korban, mereka bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Amirul Khasanah, tetangga korban, mengatakan dirinya mendengar suara letupan sebelum melihat api berkobar hebat. Bersama warga lainnya, ia langsung berusaha menolong penghuni rumah yang masih berada di dalam bangunan.
“Awalnya terdengar suara letupan. Setelah dilihat, api sudah besar. Kami panik lalu langsung menyelamatkan penghuni rumah karena anak-anaknya sedang pergi ke sawah,” ujarnya.
Tak lama kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Ngawi tiba di lokasi. Petugas berjibaku memadamkan kobaran api yang saat itu telah menghanguskan sebagian besar bangunan.
Petugas Pemadam Kebakaran, Heri Kuncoro, mengungkapkan saat laporan diterima kondisi rumah sudah terbakar cukup parah. Selain jarak tempuh menuju lokasi, keterlambatan penyampaian informasi juga menjadi kendala dalam proses penanganan.
“Kami langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Namun saat tiba, rumah sudah terbakar sekitar setengah bagian. Kendala kami adalah jarak dan laporan yang terlambat masuk,” katanya.
Kapolsek Paron, AKP Moh. Nur Haris, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, personel kepolisian bersama petugas damkar dan warga langsung melakukan upaya pemadaman sekaligus mengevakuasi korban.
“Penghuni rumah berhasil diselamatkan. Kami bersama petugas pemadam dan warga melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain,” jelasnya.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, seluruh bangunan beserta harta benda di dalam rumah hangus terbakar. Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Hingga kini, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara, api berasal dari tungku yang belum benar-benar padam saat kedua anak korban meninggalkan rumah untuk bekerja di sawah. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





