Berita Terkini
Trending Tags

Kebakaran Hutan Gunung Gombak Ponorogo Hanguskan Sekitar 15 Hektar, Api Dipadamkan Setelah Delapan Jam

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • visibility 107
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Gombak, Kabupaten Ponorogo

Sinergia | Ponorogo – Kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan Gunung Gombak, Kabupaten Ponorogo, Selasa. Api pertama kali terlihat sekitar pukul 15.00 hingga 16.00 WIB dan terus membesar hingga malam hari sebelum akhirnya berhasil dipadamkan sekitar tengah malam.

Koordinator TRC BPBD Ponorogo, Hadi Susanto, mengatakan kobaran api awalnya muncul di lereng Gunung Gombak dan terus merembet ke berbagai arah.

“Api terlihat di sisi utara, kemudian merembet ke arah barat, timur, dan sedikit ke selatan hingga kawasan Tatung,” ujar Hadi.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Menurut Hadi, api diketahui berasal dari bagian bawah lereng dan terus menjalar ke atas, sehingga belum dapat dipastikan pemicu kebakaran tersebut.

BPBD Ponorogo memperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 15 hektar. Proses pemadaman dilakukan secara manual oleh personel BPBD bersama TNI, Polri, Perhutani, relawan, serta instansi terkait lainnya.

“Pemadaman dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan api baru benar-benar padam sekitar pukul 00.00 WIB. Total proses pemadaman berlangsung kurang lebih delapan jam,” jelasnya.

Meski kebakaran meluas hingga kawasan Sampung, Sambit, Gunung Gombak, Kauman, dan merembet ke arah Balong, api tidak sampai memasuki pemukiman warga. Jarak titik api terdekat dengan rumah penduduk diperkirakan sekitar 100 meter.

Saat ini BPBD masih melakukan pendataan dan rekapitulasi dampak kebakaran di lokasi.

BPBD Ponorogo juga mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan api di area hutan maupun lahan terbuka, terutama saat kondisi angin kencang. “Kalaupun terpaksa menyalakan api, baik untuk perapian maupun menghangatkan hewan peliharaan, jangan pernah ditinggalkan. Pastikan api benar-benar padam agar tidak memicu kebakaran yang lebih besar,” pungkas Hadi.(ega).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Krs/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Gula Macet, Petani Tebu Madiun Menjerit 13 Minggu Tak Terbayar

    Pasar Gula Macet, Petani Tebu Madiun Menjerit 13 Minggu Tak Terbayar

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Memasuki panen raya tebu, ratusan petani di Kabupaten Madiun terancam bangkrut karena tidak menerima pembayaran hasil panen selama 13 minggu. Sejak Juli 2025, gula petani tak terserap pasar akibat stok melimpah dan mandeknya program penyerapan pemerintah. “Petani tebu setengah mati tidak bisa hidup karena gula tidak laku. Sudah 13 minggu […]

    Bagikan
  • Mengisi Celah Pendidikan Formal, PKBM Daarul Ahkaam Rawat Akses Belajar Warga Madiun

    Mengisi Celah Pendidikan Formal, PKBM Daarul Ahkaam Rawat Akses Belajar Warga Madiun

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Daarul Ahkaam menjadi salah satu ruang penting bagi warga yang selama ini berada di luar jangkauan pendidikan formal. Berdiri sejak 2003, lembaga pendidikan non-formal yang berlokasi di Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur ini kini menampung hampir 250 warga belajar melalui program kesetaraan […]

    Bagikan
  • Kepala SPPG Banyudono Angkat Bicara Soal Relawan MBG Yang Dirumahkan

    Kepala SPPG Banyudono Angkat Bicara Soal Relawan MBG Yang Dirumahkan

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Setelah sebelumnya enggan merespons permintaan konfirmasi, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Anggun Retno, akhirnya memberikan hak jawab terkait pemberitaan mengenai relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak masuk bekerja. Hak jawab ini sekaligus menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya yang menyoroti keluhan sejumlah relawan mengenai status kerja […]

    Bagikan
  • Debit Air Bendungan Dawuhan Menyusut, Lahan Pertanian Terancam Mengering

    Debit Air Bendungan Dawuhan Menyusut, Lahan Pertanian Terancam Mengering

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Debit air Bendungan Dawuhan di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, terus mengalami penyusutan drastis selama musim kemarau. Saat ini elevasi air tercatat 7,8 mdpl dengan volume sekitar 400 ribu meter kubik dari kapasitas normal sekitar 3,9 juta meter kubik.  Petugas Operasi Bendungan Dawuhan, Agung Wirasat, menyampaikan bahwa pintu air […]

    Bagikan
  • Wali Kota Madiun Turun Tangan, Pasangan Lansia di Tepi Bantaran Akhirnya Direlokasi

    Wali Kota Madiun Turun Tangan, Pasangan Lansia di Tepi Bantaran Akhirnya Direlokasi

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pasangan lansia yang tinggal di sebuah gubuk reyot di tepian Bantaran Madiun akhirnya mau direlokasi. Meski awalnya menolak, keduanya akhirnya setuju untuk dipindahkan setelah dibujuk oleh Wali Kota Madiun, Maidi. Mereka pun dipindahkan sementara ke shelter Dinsos PPPA Kota Madiun yang terletak di Jalan Srindit Kelurahan Nambangan Kidul.  Kisah pasangan […]

    Bagikan
  • Jasad Sosok Pria Ditemukan Hanyut di Sungai Bengawan Madiun

    Jasad Sosok Pria Ditemukan Hanyut di Sungai Bengawan Madiun

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Warga Kota Madiun digemparkan oleh penemuan sesosok mayat tanpa identitas yang hanyut di aliran Sungai Bengawan Madiun, Minggu (07/12/2025) malam. Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan sekitar pukul 22.50 WIB oleh warga yang melihat tubuh mengapung terbawa arus. Mendapat laporan itu, tim gabungan BPBD Kota Madiun bersama TNI dan Polri langsung […]

    Bagikan
expand_less