Aksi Maling Gondol Kotak Amal di Ponorogo Terekam CCTV
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 22
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Aksi pencurian kotak amal kembali terjadi di Mushola At Tahiriyah, Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Aksi seorang pemuda yang belum diketahui identitasnya tersebut terekam kamera CCTV pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 01.07 WIB.
Kejadian ini awalnya menjadi perbincangan para jamaah setelah menyadari kotak amal di mushola hilang. Pengurus kemudian mengecek rekaman kamera CCTV yang terpasang di area mushola.
Bendahara Mushola At Tahiriyah, Khoirul Mustaqim, mengatakan dari rekaman CCTV terlihat seorang pemuda masuk ke mushola melalui sisi timur. Pelaku kemudian menuju area kamar mandi untuk melihat situasi sebelum mendatangi kotak amal.
“Ternyata benar ada orang masuk. Masuknya dari timur, terus masuk ke arah kamar mandi dulu, mungkin lihat situasi, terus ke arah kotak yang satunya, tapi enggak sempat naik. Akhirnya masuk ke kotak nomor dua,” ujar Khoirul.
Pelaku kemudian mengambil kotak amal dan membawanya keluar menuju sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan. Dari rekaman CCTV, pelaku diperkirakan berusia sekitar 25 hingga 30 tahun. Ia mengenakan celana panjang, sandal berwarna putih, dan jaket hoodie.
“Wajahnya terlihat jelas, tapi dilihat dari CCTV ada kabur-kaburnya,” kata Khoirul.
Menurut Khoirul, pencurian kotak amal di mushola tersebut bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kejadian serupa sudah berlangsung dua kali dalam satu tahun, yakni pada 2024.
“Yang pertama itu dalam satu tahun dua kali, itu tahun 2024. Terus habis itu saya pasang CCTV, baru kejadian tadi malam,” ungkapnya.
Kotak amal yang dicuri merupakan salah satu dari dua kotak amal yang berada di mushola. Khoirul memperkirakan uang di dalamnya sekitar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu. Uang tersebut sebelumnya baru saja dihitung pada Selasa, karena pengurus memiliki jadwal membuka kotak amal setiap dua pekan.
“Dari Selasa saya buka, terus tadi malam hilang. Mungkin sekitar Rp40 sampai Rp50 ribu,” jelasnya.
Meski sudah tiga kali terjadi pencurian, pengurus memilih tidak melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Rekaman CCTV justru disebarluaskan dengan harapan pelaku menyadari perbuatannya dan datang meminta maaf kepada pengurus.
“Saya viralkan tujuannya supaya dia mau datang ke Pak Takmir, mau minta maaf. Enggak saya laporkan, cuma biar trauma, supaya enggak akan kejadian lagi,” ujar Khoirul.
Khoirul memastikan pelaku bukan warga setempat. Sementara itu, Mushola At Tahiriyah memang terbuka selama 24 jam. Meski demikian, akses ke dalam mushola tetap dapat ditutup, namun masih memungkinkan untuk dibuka.
Pengurus berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi pelaku maupun masyarakat agar tidak mengambil barang yang bukan miliknya, terlebih kotak amal yang berisi uang jamaah. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





