2 Mobil Damkar Madiun Rusak Berat, Tinggal 3 Armada Layani Seluruh Wilayah
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 62
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Kesiapsiagaan penanganan kebakaran di Kabupaten Madiun sedang menghadapi tantangan. Dari total lima unit mobil pemadam kebakaran yang dimiliki Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun, dua armada kini harus menjalani perbaikan di bengkel akibat mengalami kerusakan berat. Kondisi itu membuat hanya tiga unit yang saat ini melayani seluruh wilayah Kabupaten Madiun.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun, Andy Koerniawan, mengatakan berkurangnya jumlah armada berpotensi memengaruhi kecepatan respons petugas saat terjadi kebakaran, terutama jika insiden berskala besar terjadi di lokasi yang berjauhan.
“Karena armadanya terbatas, mau tidak mau kami harus meminta bantuan unit dari pos lain untuk menangani kebakaran besar. Tentu membutuhkan waktu tambahan karena jarak antarpos cukup jauh,” kata Andy, Selasa (21/7/2026).
Saat ini, lima armada pemadam terbagi di tiga pos pelayanan. Namun, dua kendaraan harus menjalani perbaikan yang diperkirakan memakan waktu antara satu hingga dua bulan. Selama periode tersebut, tiga armada yang tersisa harus menangani seluruh layanan pemadaman kebakaran maupun operasi penyelamatan di Kabupaten Madiun.
Andy menjelaskan tingginya intensitas tugas membuat armada bekerja hampir setiap hari, baik untuk memadamkan kebakaran maupun menjalankan berbagai operasi penyelamatan. Akibatnya, beban kerja kendaraan menjadi semakin berat ketika jumlah armada berkurang.
“Karena kegiatan kami hampir setiap hari, baik penanganan kebakaran maupun penyelamatan, kendaraan yang digunakan memang terus beroperasi,” ujarnya.
Menurut Andy, kondisi tersebut menjadi alasan kuat agar penambahan armada masuk dalam prioritas Pemerintah Kabupaten Madiun. Dengan jumlah kendaraan yang lebih memadai, layanan pemadaman diharapkan tetap optimal meski ada armada yang menjalani perawatan.
“Kalau ada tambahan armada, saat satu kendaraan rusak atau sedang pemeliharaan masih ada unit cadangan. Ketika terjadi kebakaran besar, personel dari pos lain juga bisa langsung menyusul sehingga proses pemadaman lebih cepat dan kerugian masyarakat bisa ditekan,” jelasnya.
Di sisi lain, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun juga akan mendapat tambahan satu unit mobil pemadam berukuran kecil yang dirancang khusus untuk menjangkau kawasan pegunungan. Armada tersebut direncanakan hadir pada tahun depan setelah mendapat persetujuan Bupati Madiun.
Menurut Andy, kendaraan itu dibutuhkan karena akses jalan di wilayah dataran tinggi banyak yang sempit sehingga sulit dilalui mobil pemadam berukuran besar.
“Kendala paling besar memang saat ada kebakaran di daerah pegunungan karena jalannya sempit. Alhamdulillah, Pak Bupati sudah menyetujui pengadaan satu unit khusus itu untuk tahun depan,” pungkasnya. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez




