Hutan Jati Terbakar Hebat di Sampung, Asap Ganggu Jalur Ponorogo–Magetan
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 60
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Kebakaran hutan jati kembali terjadi di wilayah Perum Perhutani BKPH Sampung, KPH Madiun, Selasa (21/7/2026). Kobaran api yang melanda petak 62 di Desa Sampung, Kecamatan Sampung, tidak hanya menghanguskan sekitar dua hektare hutan, tetapi juga menimbulkan kepulan asap tebal yang mengganggu arus lalu lintas di jalur penghubung Ponorogo–Magetan.
Api pertama kali dilaporkan muncul sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi cuaca yang kering, tumpukan daun jati, serta tiupan angin kencang membuat api cepat membesar dan merembet ke semak serta ilalang di sekitar kawasan hutan.
Sejumlah warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, terutama saat kobaran mulai mendekati badan jalan. Asap tebal yang menutupi ruas jalan membuat jarak pandang pengendara berkurang sehingga membahayakan pengguna jalan.Salah seorang warga, Zainul Rohman, mengaku awalnya melintas dari arah Magetan menuju Ponorogo. Saat melihat hutan terbakar dan belum ada petugas di lokasi, ia bersama warga lain berinisiatif membantu memadamkan api agar tidak semakin meluas.
“Saya tadi mau ke Ponorogo dari arah Magetan. Jalannya penuh asap dan bau asap. Ternyata hutannya terbakar. Karena belum ada petugas, saya berusaha memadamkan api agar tidak menyebar ke mana-mana,” ujar Zainul Rohman.
Sementara itu, Petugas Perhutani BKPH Sampung, Andik Kuswoyo, menjelaskan tim sebenarnya telah melakukan pemadaman sejak api pertama muncul sekitar pukul 15.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Namun, pada malam hari pihaknya kembali menerima laporan bahwa api muncul lagi di lokasi yang sama.
“Api mulai muncul sekitar pukul tiga sore. Tim sudah melakukan pemadaman sampai pukul tujuh malam, tetapi kami mendapat laporan api kembali muncul. Luas area yang terbakar kurang lebih dua hektare. Dugaan sementara, kebakaran disebabkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” jelas Andik.
Selain merusak tanaman jati dan vegetasi di kawasan hutan, kebakaran juga berpotensi merusak ekosistem serta menurunkan kualitas tanah apabila terus berulang. Hingga Selasa malam, petugas bersama warga masih melakukan upaya pemadaman dan pemantauan untuk mencegah api kembali meluas. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez




