Berita Terkini
Trending Tags

Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Diana Sasa: Demokrasi Tidak Pernah Datang Gratis

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 20
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Diana Sasa: Demokrasi tidak pernah datang gratis. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menggelar Refleksi Ideologis 30 Tahun Tragedi Kudatuli di Kantor DPC PDI Perjuangan Magetan, Minggu (26/7/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi momentum mengenang peristiwa 27 Juli 1996 sekaligus memperkuat komitmen kader dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, konstitusi, dan keberpihakan kepada rakyat.

Acara diawali dengan doa bersama dan tahlil, kemudian dilanjutkan malam renungan yang diikuti sekitar 200 kader muda dari tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) hingga ranting se-Kabupaten Magetan. Suasana berlangsung khidmat ketika sejumlah korban Tragedi Kudatuli asal Magetan hadir untuk membagikan pengalaman mereka. Sementara korban yang telah meninggal dunia diwakili oleh anggota keluarganya.

Tak hanya itu, sejumlah tokoh senior perintis PDI Perjuangan di Magetan turut hadir untuk berbagi kisah perjuangan pada masa transisi dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) menjadi PDI Perjuangan. Mereka menceritakan berbagai tekanan, intimidasi politik, hingga pengorbanan yang harus dihadapi demi mempertahankan ruang demokrasi di Indonesia.

Sebagai simbol semangat perjuangan yang terus menyala, kegiatan ditandai dengan penyalaan 27 lilin yang merepresentasikan Tragedi 27 Juli 1996. Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan pembacaan ikrar kader untuk menjaga demokrasi, menjunjung tinggi konstitusi, dan terus memperjuangkan kepentingan rakyat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, Diana Sasa, menegaskan bahwa refleksi Kudatuli bukan sekadar mengenang perjalanan sejarah partai, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa tentang pentingnya menjaga demokrasi.

“Demokrasi tidak pernah datang gratis. Ada orang-orang yang membayar mahal agar bangsa ini tetap bisa bersuara. Kudatuli adalah pengingat bahwa kebebasan yang kita nikmati hari ini lahir dari keberanian mereka yang menolak tunduk pada ketidakadilan,” ujarnya.

Menurut Diana, nilai-nilai yang diperjuangkan dalam Tragedi Kudatuli tetap relevan di tengah dinamika kehidupan berbangsa saat ini. Ia menilai demokrasi akan kehilangan makna apabila ruang kritik semakin menyempit dan negara tidak lagi dipandang bersikap netral.

Image Not Found
27 lilin simbol perjuangan demokrasi Kudatuli. Foto : Kus-Sinergia

“Kudatuli mengajarkan satu hal, demokrasi mulai kehilangan napas ketika ruang kritik dipersempit dan negara tidak lagi dipandang netral,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap pemegang kekuasaan perlu menjadikan sejarah sebagai pelajaran agar praktik-praktik yang mencederai demokrasi tidak kembali terulang.

“Legitimasi kekuasaan lahir dari kepercayaan rakyat, bukan dari rasa takut,” tegasnya.

Selain itu, Diana menyoroti pentingnya profesionalisme aparat negara sebagai salah satu fondasi utama dalam menjaga sistem demokrasi. Menurutnya, institusi negara harus mampu menjaga netralitas serta hadir sebagai pelindung seluruh masyarakat tanpa memandang kepentingan politik tertentu.

“Profesionalisme TNI dan Polri adalah fondasi demokrasi. Aparat negara harus menjadi pelindung seluruh rakyat, bukan dipersepsikan sebagai alat kepentingan politik siapa pun. Menjaga netralitas institusi negara adalah cara terbaik menghormati pengorbanan para pejuang demokrasi,” ungkapnya.

Diana menambahkan, peringatan Kudatuli bukan bertujuan membuka kembali luka masa lalu ataupun memelihara kebencian. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi refleksi agar bangsa Indonesia tidak mengulangi praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip demokrasi dan supremasi hukum.

“Kudatuli mengingatkan kita bahwa demokrasi tidak boleh lagi dikalahkan oleh intimidasi dalam bentuk apa pun,” katanya.

Ia berharap generasi muda tidak hanya mengenal Kudatuli sebagai catatan sejarah, tetapi juga memahami nilai-nilai perjuangan yang terkandung di dalamnya, mulai dari keberanian menjaga konstitusi, kebebasan menyampaikan pendapat, hingga keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.

Peringatan 30 Tahun Tragedi Kudatuli di Magetan merupakan bagian dari Refleksi Ideologis 30 Tahun Tragedi Kudatuli yang dilaksanakan serentak oleh PDI Perjuangan di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan demokrasi nasional dibangun melalui pengorbanan, keberanian, serta komitmen untuk menempatkan hukum dan konstitusi di atas kepentingan kekuasaan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Terima Diceraikan, Pria Bacok Mantan Istri dan Kakak Ipar Hingga Luka Parah

    Tak Terima Diceraikan, Pria Bacok Mantan Istri dan Kakak Ipar Hingga Luka Parah

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Seorang pria di Ponorogo nekat membacok mantan istri dan kakak iparnya hingga mengalami luka serius di kepala dan tangan. Pelaku, Sugito, warga Desa Munggung, Kecamatan Pulung, langsung menyerahkan diri ke polisi usai melakukan penganiayaan. Peristiwa ini terjadi pada Jumat malam (28/3) di Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Ponorogo. Korban, Sutiyem (40) dan […]

    Bagikan
  • Seorang Warga Tolak Jenazah Lewat Depan Rumah, Pengantar Terpaksa Lintasi Sungai Berbatu

    Seorang Warga Tolak Jenazah Lewat Depan Rumah, Pengantar Terpaksa Lintasi Sungai Berbatu

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Peristiwa tak biasa terjadi di Desa Wates, Kecamatan Slahung, Ponorogo. Rombongan pengantar jenazah terpaksa menyeberangi sungai berbatu karena dilarang melintasi jalan dan jembatan di depan rumah salah satu warga. Insiden ini terjadi pada Sabtu, 19 April 2025 sekitar pukul 15.00 WIB, saat jenazah Mulyadi (38), warga Desa Wates, hendak dimakamkan di […]

    Bagikan
  • Penataan Proliman hingga Stadion Wilis Segera Dieksekusi, Pemkot Madiun Perketat Pengawasan Sampah

    Penataan Proliman hingga Stadion Wilis Segera Dieksekusi, Pemkot Madiun Perketat Pengawasan Sampah

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menyiapkan penataan kawasan strategis mulai dari Kawasan Simpang 5 patung pendekar atau dikenal Proliman, Jalan Rimba Darma hingga area belakang GOR dan Stadion Wilis. Kawasan tersebut akan disulap menjadi wajah baru kota yang menonjolkan identitas khas Madiun sebagai Kota Pendekar dan Kota Pecel. Hal itu ditegaskan oleh […]

    Bagikan
  • Tinjau Langsung Tambang Sayutan, Anggota DPRD Jatim Soroti Mata Air hingga Berdekatan Permukiman

    Tinjau Langsung Tambang Sayutan, Anggota DPRD Jatim Soroti Mata Air hingga Berdekatan Permukiman

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polemik tambang galian C di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Diana Sasa. Setelah beberapa kali menerima keluhan warga dalam forum audiensi dan hearing, ia memilih turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan. Menurut Diana, kunjungan tersebut penting […]

    Bagikan
  • Konvoi Ugal-Ugalan, Polres Ngawi Amankan Puluhan Pemuda serta Sepeda Motor Tak Sesuai Standar

    Konvoi Ugal-Ugalan, Polres Ngawi Amankan Puluhan Pemuda serta Sepeda Motor Tak Sesuai Standar

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Suasana jalan raya di wilayah Kabupaten Ngawi mendadak gaduh saat sekelompok pemuda melakukan konvoi ugal-ugalan yang meresahkan pengguna jalan lainnya. Aksi itu terjadi pada Minggu malam (15/06/2025) dan langsung ditindak oleh jajaran Polres Ngawi yang saat itu tengah menggelar patroli dalam rangka Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Petugas dengan sigap […]

    Bagikan
  • Serangan Hama Potong Leher, Petani Magetan Panen Dini dan Merugi

    Serangan Hama Potong Leher, Petani Magetan Panen Dini dan Merugi

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Serangan penyakit padi “potong leher” menghantam lahan pertanian di Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Akibatnya, para petani terpaksa melakukan panen dini dengan hasil yang sangat minim. Dari puluhan karung gabah yang biasa mereka panen, kini hanya tersisa satu hingga dua karung per petak lahan. Petani mengaku rugi besar akibat serangan jamur […]

    Bagikan
expand_less