Berita Terkini
Trending Tags

Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Diana Sasa: Demokrasi Tidak Pernah Datang Gratis

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 55
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Diana Sasa: Demokrasi tidak pernah datang gratis. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menggelar Refleksi Ideologis 30 Tahun Tragedi Kudatuli di Kantor DPC PDI Perjuangan Magetan, Minggu (26/7/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi momentum mengenang peristiwa 27 Juli 1996 sekaligus memperkuat komitmen kader dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, konstitusi, dan keberpihakan kepada rakyat.

Acara diawali dengan doa bersama dan tahlil, kemudian dilanjutkan malam renungan yang diikuti sekitar 200 kader muda dari tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) hingga ranting se-Kabupaten Magetan. Suasana berlangsung khidmat ketika sejumlah korban Tragedi Kudatuli asal Magetan hadir untuk membagikan pengalaman mereka. Sementara korban yang telah meninggal dunia diwakili oleh anggota keluarganya.

Tak hanya itu, sejumlah tokoh senior perintis PDI Perjuangan di Magetan turut hadir untuk berbagi kisah perjuangan pada masa transisi dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) menjadi PDI Perjuangan. Mereka menceritakan berbagai tekanan, intimidasi politik, hingga pengorbanan yang harus dihadapi demi mempertahankan ruang demokrasi di Indonesia.

Sebagai simbol semangat perjuangan yang terus menyala, kegiatan ditandai dengan penyalaan 27 lilin yang merepresentasikan Tragedi 27 Juli 1996. Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan pembacaan ikrar kader untuk menjaga demokrasi, menjunjung tinggi konstitusi, dan terus memperjuangkan kepentingan rakyat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, Diana Sasa, menegaskan bahwa refleksi Kudatuli bukan sekadar mengenang perjalanan sejarah partai, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa tentang pentingnya menjaga demokrasi.

“Demokrasi tidak pernah datang gratis. Ada orang-orang yang membayar mahal agar bangsa ini tetap bisa bersuara. Kudatuli adalah pengingat bahwa kebebasan yang kita nikmati hari ini lahir dari keberanian mereka yang menolak tunduk pada ketidakadilan,” ujarnya.

Menurut Diana, nilai-nilai yang diperjuangkan dalam Tragedi Kudatuli tetap relevan di tengah dinamika kehidupan berbangsa saat ini. Ia menilai demokrasi akan kehilangan makna apabila ruang kritik semakin menyempit dan negara tidak lagi dipandang bersikap netral.

Image Not Found
27 lilin simbol perjuangan demokrasi Kudatuli. Foto : Kus-Sinergia

“Kudatuli mengajarkan satu hal, demokrasi mulai kehilangan napas ketika ruang kritik dipersempit dan negara tidak lagi dipandang netral,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap pemegang kekuasaan perlu menjadikan sejarah sebagai pelajaran agar praktik-praktik yang mencederai demokrasi tidak kembali terulang.

“Legitimasi kekuasaan lahir dari kepercayaan rakyat, bukan dari rasa takut,” tegasnya.

Selain itu, Diana menyoroti pentingnya profesionalisme aparat negara sebagai salah satu fondasi utama dalam menjaga sistem demokrasi. Menurutnya, institusi negara harus mampu menjaga netralitas serta hadir sebagai pelindung seluruh masyarakat tanpa memandang kepentingan politik tertentu.

“Profesionalisme TNI dan Polri adalah fondasi demokrasi. Aparat negara harus menjadi pelindung seluruh rakyat, bukan dipersepsikan sebagai alat kepentingan politik siapa pun. Menjaga netralitas institusi negara adalah cara terbaik menghormati pengorbanan para pejuang demokrasi,” ungkapnya.

Diana menambahkan, peringatan Kudatuli bukan bertujuan membuka kembali luka masa lalu ataupun memelihara kebencian. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi refleksi agar bangsa Indonesia tidak mengulangi praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip demokrasi dan supremasi hukum.

“Kudatuli mengingatkan kita bahwa demokrasi tidak boleh lagi dikalahkan oleh intimidasi dalam bentuk apa pun,” katanya.

Ia berharap generasi muda tidak hanya mengenal Kudatuli sebagai catatan sejarah, tetapi juga memahami nilai-nilai perjuangan yang terkandung di dalamnya, mulai dari keberanian menjaga konstitusi, kebebasan menyampaikan pendapat, hingga keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.

Peringatan 30 Tahun Tragedi Kudatuli di Magetan merupakan bagian dari Refleksi Ideologis 30 Tahun Tragedi Kudatuli yang dilaksanakan serentak oleh PDI Perjuangan di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan demokrasi nasional dibangun melalui pengorbanan, keberanian, serta komitmen untuk menempatkan hukum dan konstitusi di atas kepentingan kekuasaan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pria 32 Tahun di Ponorogo Ditemukan Tewas, Diduga Overdosis Miras

    Pria 32 Tahun di Ponorogo Ditemukan Tewas, Diduga Overdosis Miras

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Seorang pria ditemukan tewas dalam kondisi membusuk di kamar tidurnya, di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Ponorogo, Minggu (6/4/2025) malam. Korban diketahui bernama Richi Zulkarim (32), yang tinggal seorang diri di rumah tersebut. Penemuan mayat ini berawal dari kecurigaan adik korban yang hendak menjenguk kakaknya. Saat membuka pintu rumah, ia mencium bau […]

    Bagikan
  • Tersangka Pembunuhan Ibu Kos di Ngawi Peragakan 40 Adegan

    Tersangka Pembunuhan Ibu Kos di Ngawi Peragakan 40 Adegan

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 147
    • 0Komentar

    KAB. NGAWI – Satreskrim Polres Ngawi melakukan rekontruksi terhadap kasus pembunuhan terhadap Darwati (78) pemilik rumah kos di Desa Beran Kecamatan-Kabupaten Ngawi. Dalam kasus ini, tim penyidik menetapkan Suroto (56) sebagai tersangka. Diketahui, kasus ini terungkap setelah jenazah korban ditemukan 15 Oktober 2024 lalu. Dalam rekontruksi ini, tersangka memperagakan sekitar 40 adegan. Peragaan mulai tersangka […]

    Bagikan
  • KPK Geledah Rumah Dinas Sekda dan Kantor DPUPKP Ponorogo

    KPK Geledah Rumah Dinas Sekda dan Kantor DPUPKP Ponorogo

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Kamis (13/11/2025). Kali ini, penggeledahan berlangsung di rumah dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo di Jalan HOS Cokroaminoto serta di Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo. Berdasarkan pantauan di lapangan, tim penyidik datang sekitar […]

    Bagikan
  • Soal OTT KPK, Ketua DPRD Armaya Nilai Jadi Peringatan Keras Birokrasi Pemkot Madiun

    Soal OTT KPK, Ketua DPRD Armaya Nilai Jadi Peringatan Keras Birokrasi Pemkot Madiun

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kota Madiun yang menjerat Wali Kota nonaktif, Maidi menjadi keprihatinan kalangan Legislatif. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun, Armaya menilai perkara tersebut menjadi peringatan keras birokrasi di Kota Pendekar. Pasalnya, peristiwa itu dinilai bisa menurunkan kepercayaan publik terhadap […]

    Bagikan
  • Arumi Bachsin Apresiasi Kinerja PKK Magetan, Tekankan Gotong Royong sebagai Kunci Turunkan Stunting

    Arumi Bachsin Apresiasi Kinerja PKK Magetan, Tekankan Gotong Royong sebagai Kunci Turunkan Stunting

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, melakukan kunjungan dalam agenda “Petik Hasil Kampung Aku Hatinya PKK” di Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan Rabu (03/12/2025). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum menyampaikan pesan penting terkait ketahanan pangan keluarga dan keberhasilan Magetan dalam menekan angka stunting. Arumi menegaskan bahwa […]

    Bagikan
  • Polres Ngawi Amankan Truk Bermuatan 3 Ton Pupuk Subsidi Tanpa Dokumen Resmi

    Polres Ngawi Amankan Truk Bermuatan 3 Ton Pupuk Subsidi Tanpa Dokumen Resmi

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Satreskrim Polres Ngawi mengungkap kasus penyalahgunaan pupuk bersubsidi jenis Urea dan Phonska, yang dilakukan oleh pelaku berinisial R bin R (58) dan AR bin NF (25). Keduanya, beralamat di Desa Karanganyar Kecamatan Reban Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah. Kasus ini bermula, pada Selasa (04/03/2025) sekira pukul 19.00 WIB, Tim Tiger […]

    Bagikan
expand_less