Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags

Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Diana Sasa: Demokrasi Tidak Pernah Datang Gratis

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 103
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Diana Sasa: Demokrasi tidak pernah datang gratis. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menggelar Refleksi Ideologis 30 Tahun Tragedi Kudatuli di Kantor DPC PDI Perjuangan Magetan, Minggu (26/7/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi momentum mengenang peristiwa 27 Juli 1996 sekaligus memperkuat komitmen kader dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, konstitusi, dan keberpihakan kepada rakyat.

Acara diawali dengan doa bersama dan tahlil, kemudian dilanjutkan malam renungan yang diikuti sekitar 200 kader muda dari tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) hingga ranting se-Kabupaten Magetan. Suasana berlangsung khidmat ketika sejumlah korban Tragedi Kudatuli asal Magetan hadir untuk membagikan pengalaman mereka. Sementara korban yang telah meninggal dunia diwakili oleh anggota keluarganya.

Tak hanya itu, sejumlah tokoh senior perintis PDI Perjuangan di Magetan turut hadir untuk berbagi kisah perjuangan pada masa transisi dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) menjadi PDI Perjuangan. Mereka menceritakan berbagai tekanan, intimidasi politik, hingga pengorbanan yang harus dihadapi demi mempertahankan ruang demokrasi di Indonesia.

Sebagai simbol semangat perjuangan yang terus menyala, kegiatan ditandai dengan penyalaan 27 lilin yang merepresentasikan Tragedi 27 Juli 1996. Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan pembacaan ikrar kader untuk menjaga demokrasi, menjunjung tinggi konstitusi, dan terus memperjuangkan kepentingan rakyat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, Diana Sasa, menegaskan bahwa refleksi Kudatuli bukan sekadar mengenang perjalanan sejarah partai, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa tentang pentingnya menjaga demokrasi.

“Demokrasi tidak pernah datang gratis. Ada orang-orang yang membayar mahal agar bangsa ini tetap bisa bersuara. Kudatuli adalah pengingat bahwa kebebasan yang kita nikmati hari ini lahir dari keberanian mereka yang menolak tunduk pada ketidakadilan,” ujarnya.

Menurut Diana, nilai-nilai yang diperjuangkan dalam Tragedi Kudatuli tetap relevan di tengah dinamika kehidupan berbangsa saat ini. Ia menilai demokrasi akan kehilangan makna apabila ruang kritik semakin menyempit dan negara tidak lagi dipandang bersikap netral.

Image Not Found
27 lilin simbol perjuangan demokrasi Kudatuli. Foto : Kus-Sinergia

“Kudatuli mengajarkan satu hal, demokrasi mulai kehilangan napas ketika ruang kritik dipersempit dan negara tidak lagi dipandang netral,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap pemegang kekuasaan perlu menjadikan sejarah sebagai pelajaran agar praktik-praktik yang mencederai demokrasi tidak kembali terulang.

“Legitimasi kekuasaan lahir dari kepercayaan rakyat, bukan dari rasa takut,” tegasnya.

Selain itu, Diana menyoroti pentingnya profesionalisme aparat negara sebagai salah satu fondasi utama dalam menjaga sistem demokrasi. Menurutnya, institusi negara harus mampu menjaga netralitas serta hadir sebagai pelindung seluruh masyarakat tanpa memandang kepentingan politik tertentu.

“Profesionalisme TNI dan Polri adalah fondasi demokrasi. Aparat negara harus menjadi pelindung seluruh rakyat, bukan dipersepsikan sebagai alat kepentingan politik siapa pun. Menjaga netralitas institusi negara adalah cara terbaik menghormati pengorbanan para pejuang demokrasi,” ungkapnya.

Diana menambahkan, peringatan Kudatuli bukan bertujuan membuka kembali luka masa lalu ataupun memelihara kebencian. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi refleksi agar bangsa Indonesia tidak mengulangi praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip demokrasi dan supremasi hukum.

“Kudatuli mengingatkan kita bahwa demokrasi tidak boleh lagi dikalahkan oleh intimidasi dalam bentuk apa pun,” katanya.

Ia berharap generasi muda tidak hanya mengenal Kudatuli sebagai catatan sejarah, tetapi juga memahami nilai-nilai perjuangan yang terkandung di dalamnya, mulai dari keberanian menjaga konstitusi, kebebasan menyampaikan pendapat, hingga keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.

Peringatan 30 Tahun Tragedi Kudatuli di Magetan merupakan bagian dari Refleksi Ideologis 30 Tahun Tragedi Kudatuli yang dilaksanakan serentak oleh PDI Perjuangan di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan demokrasi nasional dibangun melalui pengorbanan, keberanian, serta komitmen untuk menempatkan hukum dan konstitusi di atas kepentingan kekuasaan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • MBG di Ponorogo Dihentikan Sementara, Ini Alasannya

    MBG di Ponorogo Dihentikan Sementara, Ini Alasannya

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ponorogo untuk sementara dihentikan. Pantauan di lapangan, aktivitas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di halaman Kodim 0802 Ponorogo tampak sepi pada Senin (19/05/2025). Tak terlihat kegiatan memasak maupun lalu-lalang kendaraan pengantar makanan seperti biasanya. Dua unit mobil pickup yang biasa […]

    Bagikan
  • Ngawi Siaga Jelang Aksi Demonstrasi, Aparat Gabungan Diterjunkan di Sekitar Gedung DPRD

    Ngawi Siaga Jelang Aksi Demonstrasi, Aparat Gabungan Diterjunkan di Sekitar Gedung DPRD

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Suasana Kota Ngawi, Senin (1/9/2025), tampak lebih ketat dari biasanya. Ratusan aparat gabungan TNI-Polri bersiap berjaga di beberapa titik menjelang aksi demonstrasi yang direncanakan berlangsung di depan Gedung DPRD Kabupaten Ngawi. Sejumlah personel terlihat melengkapi diri dengan perlengkapan pengamanan, mulai dari tameng hingga pentungan. Di beberapa ruas jalan menuju lokasi aksi […]

    Bagikan
  • Realisasi Beras SPHP Bulog Madiun di Tahun 2025 Capai 8.400 Ton

    Realisasi Beras SPHP Bulog Madiun di Tahun 2025 Capai 8.400 Ton

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Bulog Cabang Madiun mencatatkan realisasi beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pokok (SPHP) tahun 2025 ini sebanyak 8.400 ton. Tahun ini, Bulog Madiun ditargetkan realisasi serapan beras SPHP sekitar 10.000 ton. “Realisasi SPHP di Bulog Madiun sekitar 8.400 ton, dari target 10.000 ton. Jadi ya sudah mencapai 80 persen. Memang […]

    Bagikan
  • Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Golkar Madiun Minta Pelaksanaan Program Nasional Diperbaiki

    Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Golkar Madiun Minta Pelaksanaan Program Nasional Diperbaiki

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun meminta pemerintah memperbaiki pelaksanaan program strategis nasional pada sisa masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Meski tetap mendukung pemerintahan bersama Koalisi Indonesia Maju, Golkar menilai implementasi program perlu ditingkatkan agar berjalan lebih baik. Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun, Mashudi, menyampaikan […]

    Bagikan
  • Kepala BKPSDM Kota Madiun Kosong, SK Plt Disebut Sudah Terbit

    Kepala BKPSDM Kota Madiun Kosong, SK Plt Disebut Sudah Terbit

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kekosongan kepemimpinan terjadi di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Madiun. Hingga Rabu (2/9/2026) siang, belum terlihat pejabat yang secara resmi menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala BKPSDM setelah Haris Rahmanudina purna tugas per 31 Agustus 2026. Kondisi tersebut membuat proses surat-menyurat maupun pemberkasan di lingkungan […]

    Bagikan
  • Empat Penyusup Berkedok Ojol Diamankan Polisi , Aksi di DPRD Ponorogo Batal

    Empat Penyusup Berkedok Ojol Diamankan Polisi , Aksi di DPRD Ponorogo Batal

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Empat orang diamankan aparat Polres Ponorogo lantaran diduga hendak melakukan aksi huru-hara pada unjuk rasa di depan gedung DPRD Ponorogo yang sedianya digelar, Senin (01/09/2025). Mereka dicurigai karena memakai atribut ojek online (Ojol), meski bukan berprofesi sebagai driver. Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, mengatakan penangkapan itu berawal dari deteksi dini […]

    Bagikan
expand_less