Berita Terkini
Trending Tags

Rocky Gerung: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Nalar, Bukan Sekadar Kemarahan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 288
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Rocky Gerung menjadi pembicara dalam Soekarno Talk In yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan

Sinergia | Magetan – Filsuf Rocky Gerung mengingatkan bahwa kritik terhadap pemerintah akan memiliki nilai lebih apabila disampaikan dengan argumentasi akademis, bukan sekadar luapan emosi. Menurutnya, tradisi berpikir kritis harus menjadi fondasi gerakan mahasiswa maupun masyarakat sipil dalam mengawal jalannya pemerintahan.

Pandangan tersebut disampaikan Rocky Gerung saat menjadi pembicara dalam Soekarno Talk In yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno. Dalam diskusi yang dihadiri kader partai, mahasiswa, dan aktivis tersebut, Rocky banyak menyoroti pentingnya membangun kritik yang didasarkan pada logika, data, dan pemahaman terhadap kebijakan publik.

Rocky mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal jalannya demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar setiap aksi maupun kritik yang dilakukan didukung kajian yang matang sehingga tidak mudah dipatahkan. Menurutnya, gerakan mahasiswa akan jauh lebih kuat apabila mampu menjelaskan mengapa suatu kebijakan dinilai bermasalah, bukan hanya menyuarakan penolakan.

“Marhaenisme mengajarkan bagaimana menertibkan cara berpikir. Kalau ada kemiskinan, kita harus mencari akar persoalannya. Kalau ada kebijakan yang salah, kita harus mampu menjelaskan letak kesalahannya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rocky juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai kritik terhadap program tersebut seharusnya diarahkan pada efektivitas kebijakan, bukan sekadar penolakan. 

Menurut Rocky, pemerintah perlu memastikan sasaran program benar-benar tepat agar anggaran negara menghasilkan manfaat maksimal. Ia mencontohkan pentingnya menentukan kelompok penerima prioritas berdasarkan kebutuhan riil, termasuk mempertimbangkan persoalan gizi sejak masa kehamilan.

“Kalau mau mengkritik MBG, kritiklah berdasarkan konsep. Apakah sasarannya sudah tepat? Apakah anggarannya efektif? Itu yang harus diperdebatkan,” ujarnya.

Selain MBG, Rocky turut menyinggung gagasan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menjadi bagian dari agenda pemerintah. Menurutnya, banyak kritik terhadap koperasi lahir karena masyarakat belum memahami dasar konstitusional pembentukan koperasi dalam sistem ekonomi Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa koperasi sejak awal dirancang sebagai instrumen untuk mencegah dominasi mekanisme pasar terhadap kehidupan sosial masyarakat.

“Koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi. Dalam konstitusi, koperasi menjadi alat agar pasar tidak menguasai seluruh aspek kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Karena itu, Rocky meminta masyarakat membedakan kritik terhadap pelaksanaan program dengan kritik terhadap konsep koperasi itu sendiri.

Dalam forum diskusi tersebut, Rocky juga menyoroti fungsi pengawasan DPR. Ia berpendapat bahwa kritik terhadap pemerintah seharusnya menjadi tugas utama lembaga legislatif sehingga masyarakat tidak selalu berada di garis depan menyuarakan keberatan terhadap kebijakan negara.

Menurutnya, apabila fungsi pengawasan DPR berjalan optimal, ruang demonstrasi masyarakat dapat lebih difokuskan pada penyampaian aspirasi, bukan menggantikan peran parlemen. Ia menilai keseimbangan antara eksekutif dan legislatif menjadi salah satu syarat penting dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Kalau mahasiswa diminta kembali belajar di kampus, maka DPR juga harus menjalankan fungsi pengawasannya dengan sungguh-sungguh,” katanya.

Meski menekankan pentingnya argumentasi akademik, Rocky menegaskan demonstrasi tetap merupakan bagian sah dari kehidupan demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar setiap aksi lahir dari proses berpikir yang matang, bukan sekadar mengikuti arus.

Menurutnya, gerakan tanpa landasan analisis berpotensi kehilangan arah bahkan dimanfaatkan kelompok lain untuk kepentingan politik tertentu. Karena itu, mahasiswa diminta terus memperkuat tradisi membaca, berdiskusi, dan melakukan riset sebelum menyampaikan kritik kepada pemerintah.

“Negara ini membutuhkan warga yang berpikir. Kritik yang baik bukan hanya keras, tetapi juga mampu menawarkan solusi berdasarkan argumentasi,” pungkasnya.(kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krs/byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Total Dana Banpol Rp 2,9 miliar, PKB Terima Senilai Rp 574 juta, Hanura terima Rp 95 juta

    Total Dana Banpol Rp 2,9 miliar, PKB Terima Senilai Rp 574 juta, Hanura terima Rp 95 juta

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab. Madiun | Dana hibah dari Pemkab Madiun untuk partai politik (Parpol) tahun 2025 akan segera cair. Besaran dana hibah parpol itu dihitung berdasarkan hasil Pemilu 2024. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bankesbangpol) Kabupaten Madiun, Mashudi mengatakan setidaknya ada delapan Parpol yang menerima Banpol itu. Tertinggi PKB dengan perolehan suara […]

    Bagikan
  • Harga Telur di Pasar Ngawi Melonjak Jadi Rp27 Ribu per Kilogram, Ini Keluhan Pedagang

    Harga Telur di Pasar Ngawi Melonjak Jadi Rp27 Ribu per Kilogram, Ini Keluhan Pedagang

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami kenaikan tajam dalam sepekan terakhir. Di Pasar Besar Ngawi, harga telur yang sebelumnya dijual sekitar Rp20.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp27.000 per kilogram. Kenaikan harga tersebut terjadi setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan. Para pedagang […]

    Bagikan
  • Bus Restu Panda Nyaris Terbakar di Exit Tol Dumpil Madiun, Diduga Akibat Rem Panas

    Bus Restu Panda Nyaris Terbakar di Exit Tol Dumpil Madiun, Diduga Akibat Rem Panas

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Sebuah bus antarkota jurusan Surabaya–Ponorogo mengalami kebakaran pada bagian Ban di Exit Tol Dumpil, Desa Tiron, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Minggu (21/12/2025) petang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bus tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat kerusakan pada bagian roda belakang. Kebakaran ban belakang itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.00 […]

    Bagikan
  • Pupuk Subsidi Diduga Dijual di Atas HET, Petani Magetan Tempuh Jalur Hukum

    Pupuk Subsidi Diduga Dijual di Atas HET, Petani Magetan Tempuh Jalur Hukum

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Persoalan distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berlanjut ke ranah hukum. Seorang petani asal Desa Banjarpanjang, Kecamatan Ngariboyo, Dimyati Dahlan, melaporkan Kepala Dinas Pertanian Magetan ke Polres Magetan, Sabtu (29/8/2026). Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penjualan pupuk bersubsidi kepada petani dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET). Selain […]

    Bagikan
  • Sekwan Magetan Mundur Kurang dari Sebulan Menjabat, Ada Apa?

    Sekwan Magetan Mundur Kurang dari Sebulan Menjabat, Ada Apa?

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pengunduran diri Sekretaris DPRD Kabupaten Magetan, Jaka Risdiyanto, memicu perhatian publik. Pasalnya, ia belum genap satu bulan menjabat sejak dilantik pada Selasa, 10 Maret 2026, di Pendopo Surya Graha. Informasi yang dihimpun, keputusan mundur tersebut telah diajukan secara resmi. Saat dikonfirmasi pada Kamis (2/4/2026), Jaka membenarkan kabar tersebut dan memastikan tidak […]

    Bagikan
  • Kecelakaan KA Maliboro Tabrak 7 Motor, Akun Resmi KAI @kai121 Diserbu Netizen

    Kecelakaan KA Maliboro Tabrak 7 Motor, Akun Resmi KAI @kai121 Diserbu Netizen

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kecelakaan antara KA Malioboro Ekspres yang menabrak 7 sepeda motor di perlintasan sebidang JPL 08 Magetan pada Senin (19/05/2025) menyisakan pertanyaan bagi masyarakat. Bahkan, akun Instagram resmi KAI @kai121 diserbu warga net yang mempertanyakan peristiwa naas tersebut. Hingga Selasa (20/05/2025) dalam postingan soal palang pintu perlintasan, lebih dari 1.800 komentar […]

    Bagikan
expand_less