Berita Terkini
Trending Tags

Harga Telur Lesu, Peternak Ayam Petelur di Magetan Terpaksa Gadai Sertifikat hingga Jual Sapi demi Bertahan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 43 menit yang lalu
  • visibility 28
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga telur lesu, peternak berharap intervensi pemerintah. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Sejumlah peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali menghadapi tekanan ekonomi setelah penjualan telur mengalami perlambatan dalam beberapa pekan terakhir. Meski harga telur sempat membaik, kondisi tersebut belum mampu menutup kerugian yang telah mereka alami selama berbulan-bulan akibat tingginya biaya produksi dan rendahnya harga jual.

Di Kelurahan Alas Tuwo, Kecamatan Poncol, ribuan kilogram telur masih menumpuk di kandang maupun rumah peternak karena belum terserap pasar. Dalam satu lokasi peternakan, stok telur yang belum terjual bahkan mencapai sekitar tiga ton.

Perwakilan Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia, Teguh Wahyudi, mengatakan harga telur di tingkat peternak sempat naik dari Rp19.000 menjadi Rp23.000 per kilogram. Namun, dalam dua hari terakhir harga kembali turun menjadi sekitar Rp22.500 per kilogram.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut belum mampu memulihkan kondisi keuangan peternak yang sebelumnya merugi cukup lama. Selain itu, penjualan telur kembali melambat sehingga stok terus menumpuk di kandang.

“Penjualan kembali terlambat. Banyak telur yang belum bisa keluar sehingga menumpuk di kandang. Akibatnya, banyak peternak memilih mengurangi populasi ayam dengan melakukan afkir dini karena sudah tidak sanggup menanggung biaya produksi,” ujar Teguh.

Ia mengungkapkan, dampak krisis tersebut semakin berat karena banyak peternak terpaksa mencari berbagai cara untuk mempertahankan usaha. Sebagian menggadaikan sertifikat tanah maupun BPKB kendaraan, sementara lainnya mengosongkan sebagian kandang akibat berkurangnya populasi ayam.

Teguh berharap pemerintah melalui Satgas Pangan memperketat pengawasan terhadap tata niaga perunggasan, termasuk pengendalian populasi ayam petelur, distribusi Day Old Chick (DOC), serta menjaga stabilitas harga di tingkat peternak agar tidak mudah dipermainkan oleh tengkulak.

Kondisi serupa dialami Sumarno, peternak ayam petelur asal Alas Tuwo. Demi mempertahankan usahanya, ia terpaksa menjual seekor sapi miliknya seharga Rp37 juta. Uang hasil penjualan tersebut digunakan untuk membayar utang pakan yang sebelumnya diperoleh melalui pinjaman.

“Terpaksa menjual sapi karena tidak ada pilihan lain. Hasilnya dipakai untuk menutup kekurangan biaya pakan. Sampai sekarang penjualan telur juga masih belum lancar,” kata Sumarno.

Ia menambahkan, sebagian besar peternak di wilayahnya kini berada dalam kondisi serupa. Banyak yang harus menjual aset maupun menggadaikan barang berharga demi menjaga usaha tetap berjalan.

Para peternak juga mengaku khawatir harga telur akan kembali anjlok apabila tidak ada langkah pengawasan terhadap rantai distribusi. Mereka menduga fluktuasi harga di tingkat peternak masih dipengaruhi permainan tengkulak.

Di sisi lain, mereka menilai serapan telur untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah kembali berjalan masih belum optimal. Kondisi tersebut membuat permintaan pasar belum mampu menyerap produksi telur secara maksimal sehingga stok terus menumpuk di tingkat peternak.

Peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga, memperluas penyerapan hasil produksi peternak lokal, serta memastikan kebijakan di sektor perunggasan berjalan efektif agar usaha peternakan rakyat dapat kembali bertahan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Supri Wahyudi Utomo Kembali Nahkodai Universitas PGRI Madiun Masa Jabatan 2026-2030.

    Supri Wahyudi Utomo Kembali Nahkodai Universitas PGRI Madiun Masa Jabatan 2026-2030.

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Hariadi
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Universitas PGRI Madiun resmi mengukuhkan Supri Wahyudi Utomo sebagai Rektor untuk masa bakti 2026–2030 dalam acara pelantikan dan pengukuhan yang digelar khidmat di  Graha Cendekia, Selasa (3/2/2026). Pelantikan ini dihadiri oleh civitas akademika, pengurus PGRI, serta sejumlah undangan dari mitra strategis dan instansi pemerintah. Bagi Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., pelantikan […]

    Bagikan
  • Kebakaran Hanguskan Dapur Warung Steak Iyatang Madiun, Diduga Lupa Matikan Kompor

    Kebakaran Hanguskan Dapur Warung Steak Iyatang Madiun, Diduga Lupa Matikan Kompor

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kebakaran kembali terjadi wilayah Kota Madiun pada Selasa (16/6/2026). Kali ini, kebakaran melanda warung steak Iyatang di Jalan Ciliwung Gang Sarean Kelurahan/Kecamatan Taman sekitar pukul 02.25 WIB. Petugas Satpol PP dan Damkar Kota Madiun yang menerima laporan langsung ke lokasi kejadian dengan mengerahkan 1 unit mobil damkar dan 1 unit […]

    Bagikan
  • MinyaKita Langka, Warga Magetan Beralih ke Minyak Goreng Curah Meski Harga Ikut Naik

    MinyaKita Langka, Warga Magetan Beralih ke Minyak Goreng Curah Meski Harga Ikut Naik

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kelangkaan minyak goreng kemasan bersubsidi MinyaKita di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, membuat masyarakat beralih menggunakan minyak goreng curah. Meski harga minyak curah juga mengalami kenaikan, produk tersebut tetap menjadi pilihan karena lebih mudah diperoleh dan harganya masih lebih terjangkau dibandingkan minyak goreng kemasan. Kondisi itu terlihat di salah satu toko penjual […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Genjot RTLH dan Aspal Jalan 700 Meter di Bancong, Dorong Ekonomi Warga

    Pemkab Madiun Genjot RTLH dan Aspal Jalan 700 Meter di Bancong, Dorong Ekonomi Warga

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun terus menggenjot pengentasan kemiskinan dan peningkatan infrastruktur melalui program Bahana Bersahaja (Bakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera). Salah satu fokus utama adalah perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta pengaspalan jalan di Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, Rabu (15/4/2026). Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa program RTLH menjadi […]

    Bagikan
  • Kemeriahan Festival Jenang Candi 2025, Dari Arak-Arakan Gunungan Hingga Rebutan di Pasar Londo

    Kemeriahan Festival Jenang Candi 2025, Dari Arak-Arakan Gunungan Hingga Rebutan di Pasar Londo

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Desa Candirejo, Magetan, dipenuhi lautan manusia pada Minggu (14/9/2025). Ribuan warga berbondong-bondong mengikuti Andum Berkah Festival Jenang Candi 2025, sebuah tradisi tahunan yang selalu dinanti. Acara dimulai dengan arak-arakan gunungan berisi jenang candi, sayur-mayur hasil bumi, dan kerajinan kulit khas Magetan. Gunungan itu diarak keliling desa sebelum akhirnya dibawa ke Pasar […]

    Bagikan
  • Kajari Magetan Baru Fokus Konsolidasi, Belum Sentuh Isu Korupsi

    Kajari Magetan Baru Fokus Konsolidasi, Belum Sentuh Isu Korupsi

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magetan yang baru dilantik, Dezi Setiaperma, memilih langkah hati-hati dalam mengawali masa jabatannya. Ia belum ingin terburu-buru menanggapi isu potensi korupsi di wilayah hukumnya dan lebih fokus melakukan konsolidasi internal. “Saya masih ingin memahami dulu situasi dan karakter daerah ini. Saat ini kami sedang konsolidasi dengan para […]

    Bagikan
expand_less