Berita Terkini
Trending Tags

Harga Telur Lesu, Peternak Ayam Petelur di Magetan Terpaksa Gadai Sertifikat hingga Jual Sapi demi Bertahan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 80
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga telur lesu, peternak berharap intervensi pemerintah. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Sejumlah peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali menghadapi tekanan ekonomi setelah penjualan telur mengalami perlambatan dalam beberapa pekan terakhir. Meski harga telur sempat membaik, kondisi tersebut belum mampu menutup kerugian yang telah mereka alami selama berbulan-bulan akibat tingginya biaya produksi dan rendahnya harga jual.

Di Kelurahan Alas Tuwo, Kecamatan Poncol, ribuan kilogram telur masih menumpuk di kandang maupun rumah peternak karena belum terserap pasar. Dalam satu lokasi peternakan, stok telur yang belum terjual bahkan mencapai sekitar tiga ton.

Perwakilan Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia, Teguh Wahyudi, mengatakan harga telur di tingkat peternak sempat naik dari Rp19.000 menjadi Rp23.000 per kilogram. Namun, dalam dua hari terakhir harga kembali turun menjadi sekitar Rp22.500 per kilogram.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut belum mampu memulihkan kondisi keuangan peternak yang sebelumnya merugi cukup lama. Selain itu, penjualan telur kembali melambat sehingga stok terus menumpuk di kandang.

“Penjualan kembali terlambat. Banyak telur yang belum bisa keluar sehingga menumpuk di kandang. Akibatnya, banyak peternak memilih mengurangi populasi ayam dengan melakukan afkir dini karena sudah tidak sanggup menanggung biaya produksi,” ujar Teguh.

Ia mengungkapkan, dampak krisis tersebut semakin berat karena banyak peternak terpaksa mencari berbagai cara untuk mempertahankan usaha. Sebagian menggadaikan sertifikat tanah maupun BPKB kendaraan, sementara lainnya mengosongkan sebagian kandang akibat berkurangnya populasi ayam.

Teguh berharap pemerintah melalui Satgas Pangan memperketat pengawasan terhadap tata niaga perunggasan, termasuk pengendalian populasi ayam petelur, distribusi Day Old Chick (DOC), serta menjaga stabilitas harga di tingkat peternak agar tidak mudah dipermainkan oleh tengkulak.

Kondisi serupa dialami Sumarno, peternak ayam petelur asal Alas Tuwo. Demi mempertahankan usahanya, ia terpaksa menjual seekor sapi miliknya seharga Rp37 juta. Uang hasil penjualan tersebut digunakan untuk membayar utang pakan yang sebelumnya diperoleh melalui pinjaman.

“Terpaksa menjual sapi karena tidak ada pilihan lain. Hasilnya dipakai untuk menutup kekurangan biaya pakan. Sampai sekarang penjualan telur juga masih belum lancar,” kata Sumarno.

Ia menambahkan, sebagian besar peternak di wilayahnya kini berada dalam kondisi serupa. Banyak yang harus menjual aset maupun menggadaikan barang berharga demi menjaga usaha tetap berjalan.

Para peternak juga mengaku khawatir harga telur akan kembali anjlok apabila tidak ada langkah pengawasan terhadap rantai distribusi. Mereka menduga fluktuasi harga di tingkat peternak masih dipengaruhi permainan tengkulak.

Di sisi lain, mereka menilai serapan telur untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah kembali berjalan masih belum optimal. Kondisi tersebut membuat permintaan pasar belum mampu menyerap produksi telur secara maksimal sehingga stok terus menumpuk di tingkat peternak.

Peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga, memperluas penyerapan hasil produksi peternak lokal, serta memastikan kebijakan di sektor perunggasan berjalan efektif agar usaha peternakan rakyat dapat kembali bertahan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Magetan Sita 233 Botol Miras Ilegal dalam 10 Hari, Waspadai Dampak Sosial

    Polres Magetan Sita 233 Botol Miras Ilegal dalam 10 Hari, Waspadai Dampak Sosial

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Dalam kurun waktu 10 hari terakhir, Satresnarkoba Polres Magetan berhasil menindak 3 perkara penjualan minuman beralkohol tanpa izin, dengan menyita 233 botol minuman keras berbagai merek, baik berlabel maupun tanpa label. Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, menegaskan bahwa seluruh kasus miras tersebut telah diproses melalui penyidikan cepat dan […]

    Bagikan
  • Dirlantas Polda Jatim Bakal Olah TKP Tragedi di Perlintasan KA Magetan

    Dirlantas Polda Jatim Bakal Olah TKP Tragedi di Perlintasan KA Magetan

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api dengan palang pintu di wilayah Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Senin (19/05/2025) siang. Insiden tragis ini melibatkan Kereta Api Malioboro Ekspres dan 7 kendaraan bermotor yang melintas. Akibatnya, empat orang tewas dan lima lainnya mengalami luka-luka. Kecelakaan diduga disebabkan kelalaian penjaga […]

    Bagikan
  • Bapanas RI dan Polri Inspeksi Ketersediaan dan Harga Beras di Pasar Besar Madiun

    Bapanas RI dan Polri Inspeksi Ketersediaan dan Harga Beras di Pasar Besar Madiun

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan 2026 oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Polri melakukan inspeksi di Pasar Besar Madiun (PBM) pada Rabu (9/9/2026). Dalam monitoring ini turut melibatkan Perum Bulog Madiun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dan Dinas Perdagangan (Disperdag) Kota Madiun. Inspeksi […]

    Bagikan
  • Jelang Hari Raya, Sejumlah Bumbu Dapur Terus Alami Kenaikan Harga

    Jelang Hari Raya, Sejumlah Bumbu Dapur Terus Alami Kenaikan Harga

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga sejumlah bumbu dapur di Pasar Legi Ponorogo mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan ini dirasakan langsung oleh pembeli maupun pedagang yang harus menyesuaikan diri dengan kondisi pasar. Pantauan di Pasar Legi, Rabu (26/3), menunjukkan cabai rawit yang sebelumnya seharga Rp 50 ribu per kilogram kini melonjak […]

    Bagikan
  • Harga Telur Ayam di Madiun Anjlok, Peternak Mengaku Rugi dan Terancam Gulung Tikar

    Harga Telur Ayam di Madiun Anjlok, Peternak Mengaku Rugi dan Terancam Gulung Tikar

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Harga telur ayam ras di tingkat peternak di Kabupaten Madiun mengalami penurunan tajam dalam dua pekan terakhir. Saat ini, harga jual hanya berkisar Rp20.000 per kilogram, jauh di bawah biaya produksi yang diperkirakan mencapai titik impas di kisaran Rp24.000 per kilogram. Kondisi tersebut dikeluhkan para peternak karena dinilai semakin menekan usaha […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Mantapkan Kesiapan Jelang Operasi Patuh Semeru 2025

    Polres Magetan Mantapkan Kesiapan Jelang Operasi Patuh Semeru 2025

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Persiapan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025 di Kabupaten Magetan dimatangkan melalui Rapat Koordinasi lintas sektoral yang digelar oleh Polres Magetan. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana sinergis dan dihadiri oleh berbagai instansi terkait, termasuk TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta lembaga pendukung lainnya. Operasi Patuh Semeru merupakan agenda rutin kepolisian yang […]

    Bagikan
expand_less